
Bilal mengerang kesakitan menahan gejolak gairah dalam tubuhnya saat berada di mobil, cukup kencang Bilal melajukan mobilnya hingga sampai ke rumah. Bilal cuci tangan di bawah dan ia mencuci wajahnya tak ingin perasaan yang sudah bergairah ini langsung menerkam arsi.
Bilal langsung masuk ke kamar mencari keberadaan arsi, di lihatnya arsi yang tertidur pulas ia tersenyum. tak ingin menahan sakit Bilal lalu mendekati arsi perlahan ia bangun kan istrinya itu. arsi mengucek matanya melihat suaminya sudah ada di samping nya.
" mas sudah pulang tak jadi dinas malam".
" ngga sayang ada dokter jaga yang lainnya, mas nyelesaiin operasi saja tadi. mas kangen sama kamu". arsi terkekeh saat Bilal mulai mencumbu Arsi.
" hemm... kangen segitu nya mas". Bilal mengangguk saja ia terus melakukan aksinya namun dengan lembut agar arsi pun juga ikut terpancing gairah. akhirnya arsi pun melayani suaminya dengan baik juga tanpa ada paksaan.
malam ini Bilal menempatkan pada arsi istri sah yang sangat ia cintai.
_
Sherly mengumpat dirinya dengan kasar ia marah di lemparkan nya seluruh barang-barang yang ada di apartemen nya. kini ia gagal untuk menggoda Bilal padahal harapan Sherly untuk mendapatkan Bilal sudah pada akhir di mana ia sudah menjadi istri Bilal.
" Dasar laki-laki bodoh, aku lebih cantik dari arsi mandul itu. sekarang aku istrimu Bilal apa tak bisakah kamu beri aku kebahagiaan sedikit saja." arsi luruh ia menangis hatinya sangat hancur apalagi ketika melihat Bilal yang sudah bergairah namun Bilal bawa pulang ia curahkan kepada arsi istrinya bukan padanya.
Keduanya berada di balik selimut yang sama Bilal menciumi puncak kepala arsi, bersyukur ia tak tergoda dengan Sherly Bilal sungguh jijik saat melihat Sherly begitu. padahal jika saja Bilal melakukan nya tidak akan adanya dosa mereka sudah halal tapi itulah Bilal ia tidak mau.
Arsi langsung terlelap karena lelah badannya emang masih begitu lemah. Bilal memeluk Arsi agar istrinya tidur dengan tenang kemudian ia ikut terlelap juga.
-
Pagi ini Bilal dapat telepon dari rumah sakit ada urgent lagi dan siang nanti ia akan melakukan operasi pada pasien, sungguh kini Bilal lebih sibuk lagi meski banyak dokter jaga yang lain tapi tetap Bilal selalu sebagai pemimpin saat melakukan operasi.
" sayang mas berangkat pagi ya, jangan lupa minum vitamin nya juga istirahat". saat mereka sarapan berdua bagaimana pun Bilal selalu menyempatkan untuk sarapan.
" iya mas, mas juga nanti siang jangan lupa sarapan jangan hanya kerja terus lupa makan". ucap arsi.
" insyaallah sayang". Bilal mengecup tangan arsi.
Di kemudikannya mobil dengan kecepatan sedang agar Bilal lekas sampai di rumah sakit, Bilal malas sekali ia bertemu Sherly di di depan setelah memarkirkan mobilnya. Bilal cepat berjalan ia tak ingin berbicara dengan Sherly.
" jika ada yang mencari ku katakan aku sedang sibuk". ucap Bilal kepada asistennya.
" baik dok". Sang asisten tau jika Bilal tak ingin di ganggu ia sedang membaca data pasien yang sudah dokter berikan padanya.
Benar perkiraan Bilal jika Sherly memaksa untuk masuk namun asisten tetap saja menolak karena perintah dokter, ia tau dokter Bilal tak ingin di pecah konsentrasi nya.
" dokter Sherly ingin bertemu dok katanya urgent".
__ADS_1
" katakan saja nanti saya sedang sibuk sekarang, setelah menangani pasien ia boleh bertemu dengan ku".
" baik dokter".
Bilal melanjutkan konsentrasi data pasien yang akan dia tangani dan akan dia operasi hari ini. Bilal berusaha untuk fokus tak ingin konsentrasi nya pecah.
_
Di rumah arsi seperti biasa ia menyiram bunga serta membersihkan sedikit jika ada daun yang kering. arsi mengerut kan keningnya ia merasa pusing kepala nya hingga arsi terduduk.
" ada apa Bu". tanya suster
" kepala saya sedikit pusing sus".
" kita istirahat saja Bu di dalam". ucap suster mengajak masuk namun ketika masih ada di pintu arsi limbung ia pingsan. suster panik bingung melihat nyonya nya pingsan, masih untung suster masih bisa menangkap tubuh arsi.
" bik tolong saya bik". bibik sedikit berlari mendengar teriakkan suster.
" ada apa sus".
" ibu pingsan". ucapnya.
" ya Allah kenapa sama ibuk, terus bagaimana".
" oh iya ya baik sus". bibik lalu berjalan ke depan, pas bibik mau keluar pagar kebetulan ada mobil yang masuk. bibik berhenti seperti nya ia mengenal mobil itu, ya mobil tuan Faras dan nyonya Zahra.
" ada apa bik". ketika Zahra keluar dari mobil.
" tolong nyonya Bu arsi pingsan."
" astaghfirullah kenapa lagi dia". ucap Zahra lalu berjalan cepat menemui arsi. Faras pun mengikuti dengan cepat.
" kenapa sus".
" ngga tau nyonya, tadi Bu arsi bilang kepalanya pusing ketika masuk rumah ia pingsan ".
" mas cepat bawa ke klinik dokter Zaskia ". Faras cepat-cepat mengangkat tubuh arsi yang terkulai lemas. suster menyahut tas arsi juga handphone ia masukkan ke dalam tas. jika Bilal menghubungi bisa langsung suster jawab.
Faras cukup cepat menginjak gas mobilnya berharap tidak terjadi apa-apa pada arsi. Beruntung ketika Zahra menelepon Zaskia ada di klinik.
Semua menunggu di luar Zaskia memeriksa arsi, berharap dalam pengamatannya benar jika arsi hamil. Zaskia pun langsung terkejut benar perkiraan nya arsi hamil terdapat janin dalam perut Arsi. arsi siuman ketika Zaskia beri aroma yang menyengat pada hidung Arsi
__ADS_1
" saya ada di mana".
" di klinik saya arsi". arsi mengerjap membuka matanya.
Zahra dan suster di persilahkan untuk masuk ke dalam untuk memberi tahu kabar yang terjadi pada Arsi.
" bagaimana dengan arsi mba". tanya Zaskia.
" Alhamdulillah dari hasil yang saya periksa arsi ..." Zaskia memotong ucapan nya. semuanya tegang ingin mendengarkan.
" Ardi hamil". semua terbelalak bahkan suster sampai mangap saking bahagianya.
" bener dok". ucap Zahra". Zaskia mengangguk.
" Alhamdulillah". Zahra langsung memeluk Arsi.
" ya Allah Alhamdulillah, sus bawa tas saya". suster memberikan tasnya arsi ingin menghubungi Bilal.
ada suatu benda terjatuh dari tas arsi saat arsi menarik handphone nya.
" apa itu". tanya Zaskia.
" oh ya saya lupa membuang nya dok, ini obat tempo di beri sama dokter Sherly". Zaskia lalu mengambil nya karena obat itu tak ada merk-nya. Zaskia penasaran obat apa yang telah Sherly berikan pada Arsi.
" dokter Bilal mungkin masih operasi Bu". ucap suster.
" oh iya saya lupa suster ".
" saking bahagianya ya arsi."
" iya mba Zahra, ingin kasih tau mas Bilal langsung ". arsi tertawa.
" obat apa ini, kenapa Sherly memberi obat ini".
" katanya untuk penguat kandungan dok ".
" sepertinya bukan boleh saya bawa, saya ingin memeriksanya ".
" silahkan dokter ". kebahagiaan terasa dalam diri arsi, rona wajahnya bersinar.
___
__ADS_1
bersambung