
Arsi dan Bilal jalan pagi sembari nunggu tukang bubur mangkal, Bilal sudah ijin dengan mama nya jika ia arsi ingin makan bubur ayam. Bilal menggenggam tangan arsi untuk di ajak ya jalan pagi tak jauh hanya seratus meter dari rumah dan berjalannya pun pelan.
" masih mual sayang."
" sedikit mas, aku mau duduk rasanya ingin muntah lagi." ucap arsi yang tak tahan dengan rasa mualnya.
" ya sudah duduk dulu ". Bilal mengusap punggung arsi agar mual hilang lagi.
" nanti kita pulang ya sayang, aku harus ke rumah sakit." ucap Bilal saat masih ada di jalan.
" iya mas izin dulu sama mama". Bilal mengangguk.
tak lama yang di tunggu akhirnya buka juga niat arsi ingin makan di tempat tak jadi karena mual dalam perutnya semakin menjadi. Bilal hanya minta di bungkus kepada penjual lalu mengajak arsi untuk pulang.
" istirahat dulu aku ambilkan air hangat". Bilal lalu berjalan ke belakang mengambil air hangat untuk meredakan mual dalam perut Arsi.
" makan dulu ya". arsi mengangguk lalu arsi makan dengan sangat lahap.
mama melihat dari ruang belakang ia menitikkan air mata, merasa bersalah telah ingin memisahkan mereka. menyakiti arsi seorang menantu yang cukup baik sekali.
" sudahlah ma semuanya belum terlambat mulai sekarang mama sayangi menantu kita satu-satunya itu, cantik juga saliha ma. kamu lihatkan Bilal sangat bahagia hidup bersama arsi sejak dulu."
" iya pa maafkan mama". papa mengusap bahu mama lalu mengajaknya keluar.
" ma nanti Bilal akan pulang ya, Bilal harus ke rumah sakit lagi."
" mama masih ingin kalian ada di sini nak".
" ma biarkan mereka pulang, nanti jika libur biar Bilal menginap di sini lagi." kata papa tak ingin mengekang anaknya, Bilal memang mempunyai tanggung jawab lebih di rumah sakit.
" ya sudah jika kalian libur kalian harus janji pulang menginap di rumah mama ya."
" iya ma insyaallah mas Bilal akan mengusahakan, iya kan mas." ucap arsi agar mertuanya lebih tenang ia tak enak saja dengan sang mertua.
Bilal dan arsi berkemas setelah mereka bebersih diri, arsi pamit mama memeluknya erat.
" arsi pulang dulu ya ma". kata arsi ia Salim.
" ia nak hati-hati ya jaga diri kamu banyak makan dan istirahat."
__ADS_1
" iya insyaallah doakan arsi sehat selalu ".
" aamiin, kuat ya nak jangan nakal hingga kamu ada di dunia ini." ucap mama kemudian.
Di perjalanan senyum arsi dan bilang tersungging tiada henti, melewati perjalanan yang indah menurutnya.
__
Tiga bulan waktunya kini arsi memeriksakan kandungannya, ia sudah membuat janji kepada dokter Zaskia jika hari ini akan ke rumah sakit. Zaskia bia di temui kebetulan hari ini dia kosong tak ada jadwal kemanapun.
" apa saya tak salah ini." di dengarkannya kembali detak jantung bayi. Zaskia mengerutkan keningnya, Bilal yang sedikit tau soal itu was-was.
" apa tak salah dok sepertinya itu lebih dari satu ". ucap Bilal, arsi yang tak mengerti pembicaraan mereka hanya diam tapi ia deg degan.
" kita lihat USG langsung saja." Zaskia melepaskan alat pendeteksi detak jantung janin di perut arsi kemudian ia langsung menghidupkan monitor nya.
" subhanallah Dokter Bilal , ada tiga janin yang tumbuh di perut istri anda." kata Zaskia cukup senang.
" iyakah dokter." Bilal melihat mendekat. Bilal langsung bersyukur ia sujud syukur di bawah kemudian menciumi wajah istrinya arsi.
" sayang Allah meletakkan tiga janin ke dalam perutmu ".
" masyaallah, Alhamdulillah mas arsi juga ikut senang." air mata arsi luruh, Bilal mengusapnya.
" jaga diri baik-baik ya arsi, tiga janin ini memang sangat langka. jaga asupan makanan dan kesehatan. cek setiap bulan ya agar terlihat perkembangan bayinya." ucap Zaskia memberi saran kepada arsi, ia menuliskan obat yang harus di konsumsi oleh arsi.
" iya dokter bantu kami ".
" saya hanya perantara semua adalah kehendak Allah arsi, berdoa semoga janin ini sehat hingga melahirkan begitu juga dengan ibunya."
" aamiin ". ucap Bilal dan arsi bersamaan.
Bilal langsung menghubungi mama nya jika arsi mengandung anak kembar tiga sekaligus.
" Alhamdulillah, benar ini nak." tanya mama seperti tak percaya.
" iya ma, doakan kami ya. maaf kami tak bisa sering ke rumah mama demi kesehatan arsi dan anak kami ma".
" iya sayang kami yang akan sering berkunjung ke sana nak, jaga istri mu baik-baik ya nak. mama akan buat syukuran kecil-kecilan akan mama bagikan ke tetangga sini. masyaallah mama sangat bahagia." ucap mama mengusap air mata terharu.
__ADS_1
" iya ma tapi maaf kami tak bisa ke sana." ucap Bilal.
" tak apa yang penting jaga arsi, semoga ini rezeki kalian nak semua sehat hingga lahiran".
" aamiin ma". Bilal mengecup tangan arsi di dalam mobil saking bahagianya. tak bisa lagi ia ucapkan atau apapun kebahagiaan ini lebi dari segalanya.
" Terima kasih ya sayang". ucap Bilal.
" iya mas kita bersyukur kepada Allah mas, Allah langsung memberikan kita tiga anak setelah kehilangan ketiga kalinya".
" maafkan mas sayang, telah salah memilih kan dokter untuk mu". ucap Bilal.
" sudah mas jangan di ingat lagi, Allah sedang menguji kita mas."
" tapi mas kalah dengan ujian ini hingga mas menyakiti mu mengkhianati mu sayang. maafkan mas."
" arsi sudah melupakan semuanya mas, sekarang yang arsi ingat hanya mas dan janin kita akan tumbuh dengan sehat ".
" aamiin, mau ke mana dulu sayang kamu pengen makan apa ".
" es krim ya mas rasa vanila mix coklat." Bilal tersenyum lalu membelok kan mobil ke mall di sana ada restauran yang menjual es krim yang enak.
Bilal dan arsi terlihat bahagia mereka makan eskrim sembari bercanda tertawa terlihat sekali dari raut wajahnya.
ada sepasang mata yang melihat ke arah mereka dengan pelototan yang tajam. Dendam yan itulah yang ada di benak Sherly sekarang ia pun akhirnya harus menerima Bimo sebagai suaminya karena Sherly di nyatakan hamil.
" sekarang kamu bahagia Bilal aku tak akan membuat hidupmu sebahagia itu." gumam Sherly yang masih melihat keduanya. Lalu ia pergi tak tahan melihat keromantisan Bilal dan arsi.
" mau nambah lagi sayang." tanya Bilal.
" ngga mas cukup kalau kebanyakan takut mual lagi".
" apa masih mual, biasanya di umur tiga bulan mualnya akan hilang".
" kadang saja mas, tapi aku tak bisa makan banyak akan terasa mual mas." ucap arsi.
" baiklah mau kemana lagi".
" pulang saja mas arsi mau istirahat". Bilal mengangguk mereka akhirnya pulang.
__ADS_1
Bilal kini menambah keamanan rumah nya untuk menjaga istrinya, ia berikan bodyguard di depan rumah nya untuk menjaga rumah di kala Bilal pergi. dan masih ada suster untuk membantu arsi.
bersambung