
Dengan rasa penasaran dan perasaan yang begitu deg degan Bilal datang ke klinik dokter Zaskia. Sebagai sesama dokter Zaskia sengaja memanggil Bilal langsung menghadap nya ada yang perlu ia katakan. tak ingin hal itu terbongkar di ranah publik menyangkut reputasi seseorang.
" Duduk dulu saya ingin bicara penting sama kamu, untunglah kamu tak membawa arsi kemari." kata Zaskia.
" ada apa dokter sepenting apa ." tanya Bilal makin penasaran.
Zaskia mengambil kotak yang berisi obat, obat itu yang ia minta dari Arsi. Zaskia sudah mencari tau informasi tentang obat yang dikonsumsi arsi dari dokter Sherly istri kedua Bilal. memang sekarang Sherly menyandang istri kedua Bilal atau bisa disebut juga istri siri karena pernikahan mereka hanya siri.
" ini adalah obat yang di konsumsi arsi sebelum ia menjadi pasien tetap ku. kamu tau ini obat apa." tanya Zaskia memberikan obat itu kepada Bilal. Bilal membuka nya lalu ia mengerutkan keningnya seperti kenal dengan obat itu.
" ini sejenis obat untuk penggugur, apa maksud nya ini dok". ucap Bilal.
" apa kamu selama ini tidak memeriksa obat apa yang di berikan dokter Sherly ".
" aku percaya saja padanya dia temanku dok".
" apa dia punya hati dengan mu menyukai mu".
" ya memang sejak di kampus Sherly mengejar ku dok ia menyukai ku." Zaskia menghela nafas kasar.
" arsi tidak mengalami keguguran normal pada umumnya namun obat ini yang membuat dia keguguran ". ucap Zaskia menekankan ucapannya.
" jadi maksud dokter, Sherly sengaja membuat arsi keguguran."
" ya tepat nya begitu " .
" astaghfirullah kenapa dia tega sekali, apa salah istri ku padahal arsi itu baik kepada semua orang ". sesak rasa nya dada Bilal mengetahui kenyataan yang ada. dan kini permasalahannya Sherly sudah menyandang status sebagai istrinya meski kedua.
" karena dia menginginkan mu hanya itu cara terbaik baginya dengan perlahan menyingkirkan arsi".
__ADS_1
" ya Allah kenapa dia sejahat itu ". ucap Bilal.
" dokter Sherly terlalu terobsesi padamu dok hingga ia nekat melakukan hal itu".
" aku tidak menyangka dia senekat itu, aku juga terlalu bodoh kenapa tidak detail melihat obat-obatan yang arsi konsumsi ".
" pelajaran buat kamu dokter Bilal untuk lebih memperhatikan istri mu terlebih makanan apapun yang di konsumsi nya."
" iya dokter benar, terimakasih atas semua bantuannya dokter ".
" sekarang arsi sedang hamil dan ia benar-benar hamil jaga ia dengan sebaik mungkin ". bilal mengangguk lalu pamit.
Bilal gontai keluar dari klinik dokter Zaskia, apa ia harus langsung menemui Sherly. namun tidak Bilal ingin menyelesaikan masalah nya dengan arsi terlebih dahulu kemudian memikirkan bagaimana ia bisa menceraikan Sherly dengan mamanya tau langsung kejahatan Sherly. jadi dengan begitu mamanya tidak akan pernah mencoba untuk bunuh diri lagi.
Mobil sampai di rumah Abah Bilal mengucapkan salam dan masuk di lihatnya arsi sedang bersama umi di dapur. Bilal langsung masuk ke dalam ia melepaskan pakaiannya hanya menyisakan boxer saja lalu berbaring di ranjang. Tak mengganggu kebersamaan arsi dengan umi dan pikiran Bilal pun masih panas dengan kabar yang di beritahukan oleh dokter Zaskia.
Arsi masuk untuk melaksanakan shalat Zuhur tadi belum sempat sedang membantu umi di dapur. di lihatnya suaminya yang berbaring di ranjang, Bilal belum tidur ia hanya memejamkan matanya. Cepat-cepat arsi shalat terlebih dahulu dan ingin keluar kembali rasanya ia tak ingin saja ada di dekat Bilal sakit hati nya masih sangat terasa. Di rakaat terakhir Bilal berjalan mendekati pintu lalu ia menguncinya dan menyimpan kunci agar tak di ketahui arsi. Bilal tau jika arsi akan keluar kamar lagi.
" sudah mas lepaskan arsi tak ada gunanya mas menangis semuanya sudah terjadi". arsi berusaha melerai pelukannya. ia tak ingin melihat Bilal menangis, sesungguhnya arsi tidak tega.
" berjanjilah padaku jika kamu tak akan pernah meninggalkan mas dan maafkan mas sayang." ucap Bilal.
" arsi memaafkan mas tak ada gunanya juga menyimpan amarah". Bilal lalu melerai pelukannya kembali ia menciumi arsi dan meminta maaf.
_
Sherly sengaja datang menemui mamanya Bilal ia ingin mengadu kepada mamanya jika ia mendapat penolakan dari Bilal bahkan sedikit pun belum di sentuh oleh bilal. hanya mama nya yang bisa mendekat kan ia kepada Bilal suami sirihnya. Mama sudah cukup membaik karena Bilal memberikan obat terbaik.
" menantu mama sini Sherly, kenapa mukanya begitu kamu sendirian mana Bilal". tanya mama.
__ADS_1
" kemana lagi ma pasti sama istrinya yang mandul itu". ucap Sherly dengan nada manja kepada mama.
" Ya sudah sini nanti mama hubungi dia agar ke sini bisa bareng kamu, gimana sudah berhasil. kamu cantik pasti Bilal akan tergoda denganmu mama ingin cepat punya cucu". Sherly menghela nafas.
" Belum ma bahkan Bilal menolak Sherly, Sherly sama sekali belum di sentuh sama mas Bilal". mamanya terkejut menahan amarah.
" bod*h sekali Bilal itu istri cantik begini di anggurin". mamanya merasa geram jika Bilal tak menyentuh Sherly kapan mereka akan punya anak. di ambilnya handphone mama untuk menghubungi Bilal.
" assalamu'alaikum ma". ucap Bilal namun tangannya masih menggenggam tangan arsi tak ingin arsi pergi dan Bilal ingin arsi tau apa yang ia bicarakan dengan mamanya.
" wa'alaikumsalam kamu ada di mana Bilal cepat ke rumah mama".
" maaf ma Bilal tidak bisa sedang ada urusan".
" kamu di mana". tanya mama lagi, arsi hanya diam mendengarkan ia pun tak bisa melepaskan tangan Bilal.
" ada di rumah Abah Hasan".
" kalau kamu tak mau ke rumah mama, mama sendiri yang akan ke sana."
" maaf ma untuk saat ini Bilal tak bisa menemui mama". Bilal tak pernah berbohong dengan mamanya sedikit pun.
" kenapa kamu tinggalkan Sherly begitu saja, kapan mama akan punya cucu jika kamu menyentuh Sherly saja tidak". ucap mama lantang dan arsi mendengar nya, arsi mendongakkan pandangannya ke wajah suaminya. arsi mengira pernikahan itu sudah terjadi lama dan Bilal entah berapa kali sudha tidur dengan Sherly. itulah yang membuat arsi selalu di hantui pikiran kebersamaan suaminya dengan wanita lain.
" maaf kan Bilal ma, Bilal tak bisa maaf."
" Sherly lebih cantik dari arsi ia lebih dari segalanya dan yang jelas Sherly akan bisa mengandung anakmu nantinya."
" maaf ma". itulah seorang Bilal tak akan bisa membantah jika berbicara dengan mamanya. karna kesal mamanya lalu menutup teleponnya.
__ADS_1
__
bersambung