Takdir Cinta Arsi

Takdir Cinta Arsi
Part 39


__ADS_3

Di perjalanan mama terus menggenggam tangan arsi, Bilal membawa mobil ayah duduk di depan arsi dan mama duduk di belakang. Bilal mengantar mama pulang ke rumah, keadaan nya sudah cukup baik namun psikologi mama saja yang masih syok dengan berita jika Sherly ujung dari semua masalah ini.


" maafkan mama ya nak." ucap mama di perjalanan.


" sudah ma tidak apa-apa, tidak ada yang perlu di maafkan lagi. ".


" jujur mama malu sama kamu nak". ucap mama masih dalam perjalanan.


" sudah ma jangan di ingat lagi, mama jangan pikirkan lagi ingat kesehatan mama. arsi tidak apa-apa ma". arsi menggenggam erat tangan mama lalu tersenyum.


" mama sudah tak menuntut soal anak lagi, mama berusaha ikhlas nak." ucap mama.


" iya ma doakan jika kehamilan arsi ini nanti Allah izinkan bisa sampai lahir".


" aamiin insyaallah nak".


Mobil sampai ke rumah mama, mama turun di bantu oleh papa. Bilal membantu arsi sembari tersenyum ia bahagia kini arsi kembali di pelukannya.


" maafkan mama ya Bilal."


" sudah ma jangan bicarakan lagi, kita tutup masalah ini." kata Bilal.


" sekarang mama istirahat ya." ucap arsi membantu mama.


" kalian menginap di sini ya nak mama masih kangen sama arsi." arsi menoleh ke arah Bilal ia tak bisa memberi keputusan.


" iya ma kami menginap". ucap Bilal ia juga ingin mengontrol kesehatan mamanya. untuk besok Bilal masih libur ke rumah sakit, dokter Henry siaga Bilal sangat minta tolong dengan alasan istrinya.


Terasa lega Bilal masuk ke dalam kamar di ikuti arsi, sampai di kamar bilal memeluk arsi erat di ciuminya wajah Arsi. arsi terkekeh terasa geli.


" mas geli ".


" biarin mas masih ingin peluk kamu sayang, terima kasih ya mas bahagia. tak tau bagaimana mas jika kehilangan kamu sayang".


" arsi juga minta maaf mas, arsi sudah berapi-api tanpa lebih dulu mendengarkan mas bicara."


" iya mas ngerti, karena mas sudah menyakiti kamu sayang. ".


" arsi harap ini yang terakhir mas".


" tak akan pernah lagi sayang sampai aku menua ". ucap Bilal ia menidurkan kepalanya di paha arsi, arsi membelai rambut Bilal dengan lembut.

__ADS_1


" sayang rasanya mas ingin tengok anak kita."


" mas ini masih di rumah mama arsi tak bawa baju ganti, dan maaf arsi serasa lemah." Bilal terkekeh ia hanya menggoda.


" Istri ku sejak dulu tetap polos, salah satu kenapa aku begitu cinta sama kamu karena kamu wanita yang sangat sederhana. kamu juga berpendidikan tapi tak pernah sombong masih tetap meninggikan harkat martabat suami."


" arsi selalu mengingat pesan Abah dan umi mas, bagaimana pun arsi harus tetap nurut sama suami. meski mas akan menikah lagi arsi akan ikhlas." Bilal meletakkan jarinya ke bibir arsi.


" mas minta maaf sayang, mas benar-benar minta maaf ". Bilal lalu duduk ia me***** bibir arsi yang manis rasanya rindu dua hari tak di layani arsi.


" tidur yuk udah malam mas juga lelah" Bilal lalu merebahkan arsi ia memeluk erat istrinya lalu mencium kepala arsi berkali-kali.


__


Sherly menangis rasanya dirinya hancur saat itu juga, seseorang yang kini sudah di genggaman akhirnya lepas karena dirinya sendiri. Bimo memeluk erat Sherly meski sherly berusaha menolak tapi tetap saja Bimo tak melepas kan pelukannya.


" kenapa kalian semua tega melakukan ini padaku Bilal hiks..." tangis sherly pecah.


" sudah sherly ia tak pantas kamu perjuangkan ia tak menginginkan mu". ya Bimo tau meski sherly sudah menikah ia masih perawan karena dirinya lah yang merenggut keperawanan Sherly tadi malam.


" lalu apa kamu pantas tidak Bimo aku tak mau kamu Bimo lepaskan aku " teriak Sherly lagi.


" aku tidak akan pernah melepaskan mu kapanpun karena aku yakin dalam perut mu ini ada janinku." ucap Bimo sangat percaya diri.


" ya aku tergila-gila padamu sherly sangat tapi kamu tak perduli padaku." Sherly tetap menangis ia lelah lalu tubuhnya lemas tak berdaya.


Bimo kemudian membawa Sherly ke dalam kamar lagi untuk di baringkan sherly lemas ia stress.


" pulanglah Bimo biarkan aku sendiri." ucapnya lemah.


" aku tak akan membiarkan mu sendiri Sherly, istirahat lah aku akan pesan makanan kamu belum makan sejak tadi." Sherly lalu meringkuk di hadapkan nya wajahnya ke dinding ia menangis memeluk guling nya.


__


Mentari bersinar dari balik jendela seakan arsi mengalami hidupnya kembali lagi dengan masa yang baru. Masa di mana suami nya kembali lagi di dalam pelukannya tanpa orang lain lagi. Dan mertuanya yang membencinya kini juga kembali menyayangi nya.


arsi merasakan mual yang cukup hebat lagi badannya terasa lemas namun ia tak membangunkan suaminya yang kembali tertidur setelah shalat subuh karena juga lelah. Rasa mual itu begitu hebat padahal ia sudah meminum obat yang menghilangkan rasa mual.


Bilal terbangun ia merasa istrinya tak ada di sampingnya.


" sayang kamu di mana". ucap Bilal Namum arsi tak menyahut karena ia ada di dalam kamar mandi.

__ADS_1


" sayang,,,". bilal membuka kamar mandi benar istrinya muntah-muntah tapi tak keluar yang di muntahkan hanya lendir kuning yang terasa pahit.


" Arsi,,, " ia melihat istrinya yang cukup lemas.


" maaf mas ". Bilal memapah arsi keluar dari kamar mandi.


" sebentar ya mas ambilkan air, kenapa kamu tak bangunkan mas sampai lemas begini." kemudian Bilal turun untuk mencari air hangat ke bawah..


" ma ada air hangat ma".


" kamu mau bikin kopi." tanya mama.


" bukan ma tapi arsi, ia muntah sampai lemas ". mama sedang mengaduk minuman jahe hangat memang ia sengaja membuat untuk arsi.


" ini mama buatkan jahe hangat kamu bawa untuk nya agar mualnya juga halal".


" makasih ma". mama tersenyum.


' ya Allah sungguh aku berdosa pada anak dan menantu ku sendiri, benar kata Bilal ia berlian. arsi tak pernah salah ternyata iblis Sherly itu yang jahat aku di butakan olehnya dengan kata-kata manisnya '. monolog mama teringat saat ia menyakiti Arsi.


" minum dulu sayang ini mama buatkan jahe hangat untuk mu." Bilal membantu arsi untuk minum


" terima kasih mas".


" lain kali langsung bangun kan mas ya, kenapa obat mualnya tak mempan".


" mungkin memang ini ujiannya arsi mas untuk bisa mendapatkan momongan".


" sabar ya sayang semoga bayi ini bisa selamat sampai lahir."


" aamiin mas." arsi meletakkan kepalanya di bahu sang suami, Bilal mengusap nya perlahan.


" sekarang apa yang di rasakan".


" pengen makan bubur ayam mas."


" itu namanya laper". arsi mengangguk sembari tertawa di ikuti Bilal.


" ya sudah kita beli di depan biasanya ada". arsi mengangguk ia senang perutnya memang sangat lapar.


__

__ADS_1


. bersambung


__ADS_2