Takdir Cinta Arsi

Takdir Cinta Arsi
rencana mama


__ADS_3

Tetap setia menunggu sang istri Bilal berada di klinik milik dokter Zaskia. Keesokan harinya orang tua arsi datang juga kedua orang tua Bilal. Umi langsung memeluk putrinya ia tau jika putri nya saat ini butuh support. Abah hanya mengusap kepala anak perempuan nya ia juga tau jika arsi merasa hancur, bagaimana tidak ini sudah yang ketiga kalinya arsi mengalami keguguran.


" Sabar ya nak ujian bukan membuat kita semakin lemah tapi akan membuatmu semakin kuat, Allah pasti akan memberikan kebahagiaan mu nak bukan sekarang mungkin nanti tepat pada waktunya ". ucap umi menguatkan anak perempuan nya.


" iya umi maafkan arsi, mungkin banyak dosa yang arsi perbuat hingga arsi gagal lagi untuk memiliki anak".


" hal yang terpenting adalah kamu tetap berserah diri kepada Allah dan Allah pasti punya maksud baik dari setiap keadaan yang terjadi". Arsi tersenyum ia tak mau sedih di hadapan orang tuanya.


Mama dan papa Bilal datang wajah mama yang terlihat sangat kusut, papa di perjalanan sudah mewanti-wanti agar mama nya tak bicara yang bisa menyakiti hati arsi. Papa meminta mama nya lebih baik diam jangan ngomong apapun supaya tidak menyakiti arsi dan Bilal.


Papa menjabat tangan besannya begitu juga dengan mama, ia lalu mendekati arsi dan arsi mencium tangan keduanya. Bilal masih berada di sisi arsi hari ini ia izin untuk tidak ke rumah sakit ada dokter henry yang menggantikan jadwal operasi hari ini.


" Maafkan arsi pa ma". papa membelai kepala arsi.


" tak ada yang perlu di maafkan sayang, Allah belum mengizinkan mu insyaallah lain kali akan Allah berikan lagi." ucap papa sembari tersenyum karena papa juga sangat menyayangi arsi, arsi anak saliha sopan dan juga dia sangat baik.


" makasih pa". ucap Bilal, ia takut jika papa nya terpengaruh oleh mama nya.


Mama nya hanya diam saja tak bersuara, Bilal tau jika mama nya sedang kecewa. Sedangkan di rumah sakit ada yang tertawa yaitu Sherly ia senang arsi mengalami keguguran kembali rencana untuk mempengaruhi mama nya Bilal akan ia lakukan lagi. Sherly memang gila terhadap Bilal, padahal sejak lama Bilal menolaknya. Cinta tak bisa di paksakan meski sudah bertahun-tahun cintanya terhadap arsi tidak hilang hingga mereka di takdir kan berjodoh.


Dokter Zaskia masuk ia akan memeriksa arsi lagi, ada beberapa obat yang ia tenteng salah satunya penguat rahim. Zaskia memberitahu kan semua jenis obat yang ia berikan untuk arsi kepada Bilal, supaya Bilal tau apa obat yang akan di konsumsi istrinya.


" Arsi untuk program selanjutnya kita lakukan tiga bulan ya agar rahimmu bisa kuat terlebih dahulu, tak harus menunggu waktu lama semoga Allah cepat membuatmu hamil lagi". ucap Zaskia ia mulai memeriksa keadaan arsi lagi.


***


Enam bulan kemudian tampak arsi belum kunjung hamil, padahal dokter sudah memberikan yang terbaik untuk nya tapi memang belum ada hasil.

__ADS_1


" mas aku masih haid belum juga hamil, kata dokter Zaskia aku bisa hamil lagi secepatnya".


" sabar sayang baru lewat beberapa bulan kamu sudah gelisah, mungkin kita belum sering membuatnya." Bilal mengedipkan matanya menggoda arsi.


" Mas volume kita untuk melakukan nya lebih sering dari sebelumnya hingga hampir setiap hari, dan jadwal masa subur pun sudah kita lakukan sehari ngga cukup sekali". Bilal terkekeh ternyata istrinya menghitung nya.


" kamu ingat sekali sih sayang." arsi tersipu malu ia memalingkan wajah nya. Bilal langsung menarik arsi ke dalam pelukannya, Bilal selalu membuat hati arsi bahagia. Bilal tak pernah menyerah berharap agar keinginan untuk mempunyai keturunan Allah kabulkan.


_


Mama sengaja datang ke rumah sakit untuk bertemu Sherly keinginan nya sudah bulat ia tak ingin menundanya lagi. Sherly hari itu memang praktek pagi hari tapi Bilal akan datang siang hari untuk melakukan operasi.


" Tante, maaf Sherly tidak tau jika Tante akan ke sini." ucap sherly mencium tangan mama Nina ibu dari Bilal.


" Tante mengganggu mu". tanya mama karena ia datang di tempat kerja sherly.


" Tidak Tante Sherly baru saja selesai praktek ini sedang istirahat, ada apa Tante sepertinya penting sekali". tanya Sherly berlagak sok manis.


" Sherly sedang menunggu keajaiban itu tiba Tante, tapi itu sepertinya tidak mungkin Bilal begitu mencintai arsi". wajah sherly berakting sendu.


" kamu mau untuk menjadi istri kedua dari Bilal." Sherly kaget tak di sangkanya mama Nina akan melakukan seperti itu untuk Bilal.


" tapi Tante itu tidak mungkin Bilal tak bisa menikah lagi punya istri dua, ia seorang dokter ".


" Bisa kamu jadi istri siri kita lakukan sembunyi tak akan ada yang tau."


" tapi Tante itu tak mungkin Bilal pasti tak akan mau."

__ADS_1


" Tante tau siapa Bilal, ia tak akan pernah membantah mama nya. aku pastikan kalian nanti akan menikah tapi kamu harus ingat pernikahan siri dan sembunyi tanpa ada yang tau saya juga tak mau karir anak saya hancur. Setidaknya kamu bisa memiliki Bilal dan saya bisa punya cucu". ucap mama Nina menerangkan.


" apakah akan berhasil Tante."


" aku pastikan iya, karena saya tau siapa Bilal kamu juga harus pegang janjimu."


" Sherly mau Tante demi Bilal, tapi jika nanti sherly hamil dan perut Sherly membesar Sherly harus resign dari rumah sakit ini".


" itu terserah kamu, kamu bisa mengaturnya kan, Tante yakin kamu pasti bisa". Sherly mengangguk senang.


" baik Tante Sherly mau".


" kalau gitu kita atur strategi nya, ". kemudian mama pamit.


Sherly sangat senang akhirnya keinginan dia untuk menjadi istri Bilal benar-benar akan terlaksana. Cinta sudah membutakan Sherly hingga ia mau menyakiti arsi yang sesama perempuan apalagi Sherly seorang dokter.


_


Bilal pamit kepada arsi siang ini memang dia akan melakukan operasi ada dua pasien dengan kasus penyakit yang cukup serius.


" sayang mas berangkat dulu ya istirahat saja jangan lelah".


" iya mas, arsi tak akan mungkin di biarkan oleh suster untuk lelah". suster tertawa memang benar ia ketat dalam menjaga arsi.


Arsi melihat mobil Bilal melaju pergi, lambaian tangan dan senyum termanis ia lontarkan selalu saat suaminya berangkat kerja ataupun pulang. salah satu mood booster untuk Bilal dalam bekerja.


" Sus saya mau bikin jus buah naga masih ada tidak ya di kulkas".

__ADS_1


" sebentar Bu saya Carikan ibu di sini saja,". suster selalu tak mau jika arsi berjalan terlalu lelah. meskipun rumah yang di tempati tak terlalu besar tapi Zaskia menyarankan agar arsi banyak istirahat dan tidak stres.


___


__ADS_2