
" maaf sherly aku tetap tak bisa."
" mama..." teriak papa, pisau itu sudah menggores di pergelangan tangan mamanya. Darah mengalir lumayan deras, mamanya mulai lemas matanya berkunang-kunang.
" Mama hanya ingin kamu menikahi sherly Bilal". mama langsung pingsan dengan sigap Bilal membawanya ke mobil ia melajukan mobilnya untuk ke rumah sakit.
Dengan cepat mengambil snelinya di periksa nya mamanya, jantungnya masih berdetak namun mamanya banyak kehilangan darah. Dengan segera Bilal mencari darah agar mamanya bisa menerima donor. Bilal sedikit panik, di satu sisi mama nya dan di sisi lain istrinya. Bilal bingung apa yang harus ia lakukan melihat mamanya yang nekat melakukan hal seperti ini.
Sherly berganti pakaian ia tak ingin orang rumah sakit tau, Sherly dan orang tuanya menyusul Bilal ke rumah sakit. acara di rumah gagal semua bubar pulang.
" apa kamu akan melanjutkan nya sherly, semuanya menjadi seperti ini". ucap mama nya sherly.
" jika Tante yang memintanya sherly akan tetap melakukan nya mam, Sherly mencintai Bilal."
" ia sudah menikah nak dan seperti nya ia sangat mencintai istrinya itu." ucap papa Sherly.
" aku tau itu pa, tapi Sherly tak bisa menutupi hati sherly untuk tidak menjadi istri Bilal dan aku senang saat Tante menawari ku menjadi istri Bilal meskipun untuk yang kedua".
" papa ingin kamu menjalani pernikahan mu dengan sempurna sherly bukan sembunyi seperti ini".
" Biarkan sherly bahagia pa, sherly mohon". ucap sherly merajuk, papa nya sudah tak berkutik jika itu menyangkut kebahagiaan.
Papa menepuk bahu Bilal yang sedang menunggu istrinya di samping ranjang. terlihat wajah Bilal yang sangat bingung, kedua wanita yang sangat ia cintai bahkan sulit baginya untuk memilih.
" papa juga tak bisa berbuat apa-apa Bilal, mama mu begitu nekat." ucapan papa terhenti.
" Bilal juga bingung pa apa yang harus Bilal lakukan, Bilal tak ingin kehilangan arsi. Bilal sangat mencintai arsi pa.". kembali papa mengusap bahu Bilal ia juga merasakan kesedihan anaknya. namun papa tak bisa menghalangi istrinya karena aksi nekat nya itu membuat papa takut.
Terlihat Bilal begitu pucat pikirannya cukup kacau, bagaimana nanti jika mama nya bangun.ia tak bisa menghadapi mamanya takut mamanya nekat lagi.
__ADS_1
Sherly dan kedua orang tuanya datang, Sherly minta maaf dengan Bilal namun itu hanya alibi saja. Sherly tau jika orang tua Bilal terutama mamanya menyetujui pernikahan ini bahkan mamanya sangat mendukung.
Tengah malam mamanya Bilal bangun, ia menyusuri tempat di mana ia sekarang terbaring. ia meringis merasakan nyeri pada tangan nya.
" Sudah bangun ma" Bilal menyapanya namun mamanya justru menoleh ke arah lain mengabaikan Bilal.
" kenapa kamu tak biarkan mama mati saja Bilal, percuma mama hidup jika mama tak bisa meraih kebahagiaan mama. mama hanya ingin satu darimu Bilal mama ingin anak dari darah dagingmu.
kemudian mama menyabut selang infus yang ada di tangannya.
" ma jangan lakukan ma, mama masih sangat lemah". Bilal memegang tangan mamanya tapi mamanya sudah langsung menarik selang infus yang ada di tangannya kembali darah itu mengucur, Sherly lalu segera membantu menghentikan darahnya.
" Tante jangan lakukan Tante harus sembuh ya, ".
" Tante ingin kamu menikah sama Bilal Sherly." mama mengamuk tetap tak mau di kendalikan siapapun.
" biarkan mama mati saja".
" tidak mama mau kamu menikah dengan sherly sekarang juga."
" tapi semuanya butuh persiapan ma, aku tak punya apa-apa sekarang. maskawin apa yang akan Bilal berikan pada Sherly. Kita bicarakan nanti setelah mama sembuh ya".
" tidak Bilal mama mau sekarang juga kamu mengucapkan ijab kabul untuk sherly,". lalu mama melepaskan cincin yang ada di jemari nya.
" pakai ini untuk maskawin tak perlu mencari lagi."
" tapi ma belum tentu sherly menginginkan maskawin itu iya kan sher". berharap sherly ada di pihaknya namun salah.
" tidak apa-apa aku terima apapun maskawin nya." Bilal mengembus nafas berat, ia meninggalkan arsi dirumah hanya bersama suster. ia tak akan tega mengatakan nya kepada arsi, apalagi arsi dalam proses program hamil ia tak mau arsi stres memikirkan masalah ini.
__ADS_1
" Bawa pak penghulu ke sini pa".
" ma apa tidak sebaiknya kita tunggu mama sembuh dulu, serasa tidak sakral saja jika di lakukan di rumah sakit".
" tak apa kita tak akan laksanakan resepsi, karena sementara kita sembunyikan dulu pernikahan ini. karena hal ini akan berpengaruh pada karir Bilal dan sherly pun setuju ". mama menoleh ke arah Sherly dan di berikan anggukan oleh sherly.
Mama meminta handphone nya dan ia langsung menghubungi penghulu yang bisa menikahkan Bilal dan arsi pernikahan siri. Bilal duduk merenungi di sisi mamanya, ia seperti tak yakin dengan keputusan nya namun mamanya begitu nekat hingga mau mengakhiri hidupnya.
Selang beberapa menit pun penghulu datang, dengan pakaian seadanya Bilal dan sherly duduk berdampingan. Sesekali Bilal menarik napas, dadanya sesak rasanya ia ingin menangis. tak pernah terpikir olehnya untuk menghianati arsi, menduakan arsi tanpa arsi tau apa yang terjadi di malam ini.
Di malam itu arsi tak bisa tidur, ia resah di miringkan nya tubuhnya ke kanan dan ke kiri laku duduk kembali berbaring namun ia sulit memejamkan mata. Suster yang ada di sampingnya tidak tau pergerakan arsi sejak tadi.
" ya Allah kenapa aku sulit tidur, tidak mungkin aku menghubungi mas Bilal ia pasti masih sibuk dengan pasiennya". gumam arsi di kamarnya. kemudian ia berjalan ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. arsi shalat memohon ampun kepada Allah ia lanjutkan dengan dzikir dan tilawah agar hatinya tenang.
_
" sudah siap nak Bilal."
" tunggu ustadz, saya..."
" Bilal ". sapa mamanya. Papa Bilal hanya diam ia tak bisa melawan keinginan istrinya.
" Tarik napas ya nak Bilal kita ucapkan ijab kabul". Entah apa yang ada di pikiran Bilal akhirnya ia dengan satu tarikan nafas bisa mengucapkan ijab kabul untuk sherly meski hingga tiga kali ia lantunkan karena salah nama, Bilal selalu menyebut nama arsi.
" sah.."
" sah
" Alhamdulillah ". Bilal tak bisa membendung air matanya, tes air mata itu mengalir begitu saja. Bilal lalu berdiri ia keluar ruangan itu kembali ke ruangannya dan mengunci ruangan nya. Bilal menangis sejadinya ia telah mengkhianati arsi istrinya.
__ADS_1
Namun di ruang rumah sakit, mama Bilal juga Sherly tersenyum bahagia sudah tidak mempedulikan Bilal lagi jika Bilal benar-benar hancur. Pernikahan dengan Bilal yang sangat Sherly impikan akhirnya terwujud juga.
____