
Arsi tau kegelisahan suaminya, setelah menelpon mamanya. Bilal raut wajahnya tak bersahabat, Arsi merasa sangat bersalah.
" mas maafkan arsi ". Bilal memeluk Arsi ia menciumi kepala istrinya.
" tidak sayang ini bukan kesalahan mu, mas yang tak bisa menjagamu dengan baik."
" mas Bilal sudah menjadi suami terbaik Arsi, mas Bilal juga menjaga arsi dengan baik. suster adalah bukti mas selalu menjaga arsi." ucap arsi ia tersenyum tak ingin membuat suaminya jadi bersedih.
" Makan ya minum obat lalu istirahat, di luar hujan Abah dan umi mungkin ke sini nya besok kasihan mereka jika harus ke sini malam ini." Bilal mengambil nampan jatah dari klinik.
" iya mas tak apa, arsi sudha tidak apa-apa lebih baik. Karena ada suamiku di sini yang selalu menemani ku." Bilal mengusap kepala istrinya, cinta dan kasih sayang terhadap istrinya sangat dalam.
" mas juga makan jangan arsi saja".
" iya sayang, suster masih mencari makanan di luar setelah ini mas akan makan. ayo habiskan". arsi sudah tenang setelah apa yang dokter Zaskia katakan, ia makan dengan begitu lahap.
***
Mama masih marah-marah di rumah mendengar kabar dari Bilal apalagi Bilal menutup teleponnya. Baginya Bilal telah berubah padahal tidak sama sekali, Bilal hanya tak ingin berdebat dengan mamanya.
" mama ngga mau tau pa, Bilal harus menikah dengan Sherly apapun yang terjadi. mama ingin Bilal punya anak, sudah tiga kali arsi keguguran seperti ini. arsi tak akan bisa memiliki anak pa, ". ucap mama lantang marah-marah.
" jangan begitu ma, itu bukan kesalahan arsi. apa mama tega dengan Bilal, Bilal sangat mencintai arsi mama lihat ia bahagia hidup bersama arsi."
" apa cukup dengan bahagia tanpa memiliki anak pa, siapa yang akan meneruskan keturunan kita." ucap mama kesal.
" Kebahagiaan itu tak harus adanya anak ma, mereka juga bisa mengadopsi. di luaran sana juga masih banyak anak-anak yang butuh orang tua." papa mencoba menenangkan mama.
" tidak pa, mama tak mau jika bukan darah daging Bilal". tegas mama.
Papa tak tega melihat Bilal jika harus mengikuti apa mau mama nya, papa tau Bilal sangat mencintai arsi sejak duduk di SMA. waktu dulu Bilal menyuruh papa untuk mengkhitbah arsi namun tidak jadi karena arsi sudah menolak Bilal terlebih dahulu.
" ma bukankah mama ingin kebahagiaan untuk Bilal, ia anak satu-satunya kita ma".
" untuk itu mama berharap keturunan dari darah daging Bilal pa bukan anak angkat". papa menghembus nafas kasar, Istri nya sangat keras kepala tak mau mendengarkan ucapannya. Papa tak mungkin melakukan apa yang mama katakan.
***
__ADS_1
Zahra sedang bersama ketiga anaknya yang sendang mengaji, ada guru ngaji yang datang satu Minggu empat kali dalam satu minggu. Faras lalu duduk di sampingnya memperhatikan ketiga anak nya yang sudah besar.
" mereka sudah besar sayang." ucap Faras masih memperhatikan ketiga anaknya.
" iya mas anak-anak Soleh kita." Zahra meletakkan kepalanya di bahu Faras , Faras kemudian merangkul nya.
" ada apa kamu nampak sedih sayang".
" arsi dan Bilal mas, Zahra jadi ingat mba Najwa".
" Najwa sudah bahagia di sana sayang, ia juga bahagia melihat anak-anak yang tumbuh dengan baik seperti yang ia ingin kan menjadi anak Soleh."
" iya mas kini Rafa sudah hafal 5 juz, Fathan sudha 3 juz dan hafidza sudah satu juz".
" nah apa yang membuatmu sedih sayang, tak baik. bersyukur dengan semua ketetapan yang ada, kehidupan kita sudah Allah gariskan dan pertemuan kita sudah Allah tulis di lauhul Mahfudz". Zahra tersenyum.
" tapi arsi dan Bilal mas bagaimana mereka nanti."
" kamu tadi dengarkan apa yang Zaskia katakan mereka masih bisa mencobanya lagi, belum dari sebuah akhir kehidupan sayang".
" tapi mas jika gagal lagi."
" kalau itu sudah tak di ragukan lagi mas, Bilal begitu mencintai Bilal"
" lalu apa yang kamu khawatirkan, Bilal menikah lagi seperti mas ." Zahra langsung menutup mulut Faras. Faras terkekeh ia tau jika istri nya tak ingin ini terjadi lagi, kini ia sudah bahagia dengan ketiga anaknya hidup dengan suaminya Faras.
" Jangan bilang seperti itu mas, Zahra tak menginginkan hal yang terjadi pada kita orang lain mengalaminya. tak semua orang bisa sabar dan kuat seperti mba Najwa."
" juga istriku yang saliha ini, bisa membuat akhirnya mas mencintai mu seutuhnya".
" tapi cinta mas tak hilang kan untuk mba Najwa."
" tidak akan pernah sayang, kalian berdua permaisuri hatiku." Zahra tersenyum ia tak ingin menggeser posisi najwa yang ada di hatinya Faras.
" umi hafidza sudah hafal surat Al Mulk." suara Hafidza mengagetkan keduanya.
" MasyaAlloh benar nak Alhamdulillah anak Soleh umi dan Abi ". Faras mengangkat anaknya berada di pangkuan nya.
__ADS_1
" boleh Hafidza minta es krim ". ucap hafidza dengan suara terbata karena belum begitu lancar.
" boleh sayang besok kita beli ya." ucap Faras mencium anak perempuan nya itu.
" Rafa sudah nambah satu juz umi, udah hafal enam." ucap Rafa kemudian setelah selesai mengaji...
" Fathan baru nambah setengah umi". ucap Fathan sendu.
" tidak apa-apa sayang, hafalan kalian sudah sangat banyak umi dan Abi bangga." Zahra memeluk ketiga anaknya. Faras sangat senang melihatnya begitu juga dengan umi dan abinya Faras yang masih sehat.
" pak Bu saya permisi." ucap ustadz barra yang menjadi guru private mengaji mereka mengganti kan ustadz Yusuf kala sedang mengisi kajian.
" iya ustadz barra saya terima kasih banyak." ..
" sama-sama pak Bu." kemudian ustadz barra pamit untuk pulang.
" Mas besok antarkan Zahra ke rumah Mak Ijah ya, kemarin jahit baju untuk Hafidza untuk acara di sekolah nya besok." hafidza masuk ke sekolah paud.
" iya sayang".
" anak-anak ayo cepat makan malam, nenek sudah buat makanan kesukaan kalian ini ".
" asyik mereka bertiga berlari menuju meja makan,". Faras dan Zahra pun bergandengan tangan menuju meja makan.
" aku mau pakai udang nek". ucap Rafa.
" Fathan sama ayam goreng saja."
" hafidza mau apa nak"
" telur nek di kasih kecap." makanan ini adalah makanan kesukaan Najwa waktu itu.
" makannya pelan-pelan sayang jangan terburu-buru, sudah baca doa belum."
" hafidza lupa umi." Rafa dan Fathan tertawa melihat tingkah lucu adiknya perempuan satu-satunya itu.
" ayo berdoa dulu biar makannya ngga di makan setan". hafidza lalu berdoa lanjut makan. Zahra menyiapkan makanan untuk Faras suaminya.
__ADS_1
___