
Hati bilal terasa di remas ia kini menghianati Arsy istri nya, bertahun-tahun ia mempertahankan cinta agar dirinya bisa memetik cinta itu. kini setelah cinta itu Allah tumbuhkan sempurna dalam hati Arsy, Bilal menodai nya dengan mudah. Bilal memang tak bisa memilih antara istri atau ibunya. demi kebahagiaan mama nya Bilal rela menuruti semua keinginan mamanya.
Di lihatnya Arsy yang sedang membaca buku, Arsy selalu membaca buku jika ia bosan melakukan sesuatu. Bukunya cukup banyak karena memang Arsy senang sekali mengoleksi buku.
" Mas, mau ke rumah sakit lagi".
" iya nanti sayang insyaallah sore, itupun jika kamu tak apa-apa".
" Arsy tak apa-apa mas ini juga udah sembuh."
" jangan berlaku sok kuat sayang, kamu masih lemah gini kok bilangnya sembuh".
" Arsy bisa kok mas, ngga apa-apa di tinggal kan ada mba suster nanti jika kenapa-napa langsung hubungi mas Bilal. di rumah sakit banyak yang membutuhkan mu mas". Bilal tersenyum lalu mengusap kepala Arsy, Arsy sangat peduli dengan semua pasien Bilal.
" ya sudah sekarang kita istirahat ya mas capek sekali, apalagi nanti sore harus praktek lagi". Lalu Arsy dan Bilal memejamkan mata dengan Saling berpelukan.
_
Dengan wajah berbinar Sherly berdandan lebih cantik ia ke rumah sakit untuk ke ruangan mama, berharap dirinya akan bertemu dengan Bilal dan iabdi perlakukan layaknya seorang istri. Sherly senyum-senyum sejak tadi ia kini menyandang status sebagai istri namun di sembunyikan tak ada satu orang pun yang tau kecuali keluarga inti saja dan saksi karena pernikahan nya sir.
" Ma Sherly bawakan sup ayam kampung untuk mama di makan ya". Sherly membukakan bungkusan yang ia bawa.
" Baunya saja tercium sedap pasti enak mama tak sabar untuk memakannya". ucap mama.
" habiskan ya ma".
" kok di habiskan untuk Bilal."
" Sherly sudah bawakan untuk nya ma ini bungkusan satunya". Sherly memberitahukan satu yang ia bawa.
" Sher rencana mau tinggal di mana bersama Bilal". tanya mama sembari menghabiskan sup nya.
" Terserah mas Bilal saja ma Sherly ikut, tapi kalau mas Bilal mau sih kita bisa tinggal di apartemen saja." ucap sherly sembari menyendokkan sup menyuapi mama.
" itu juga lebih baik, kamu buat pernikahan kalian ini benar-benar menjadi nyata ya. mama mau kamu cepat hamil sayang".
" iya ma doakan sherly ya ma". ungkap sherly terus terang.
__ADS_1
_
Arsy menyiapkan makanan untuk di bawa Bilal ke rumah sakit, ia ada operasi tapi sore hari. setelah ashar Bilal akan berangkat ke rumah sakit.
" Sibuk ngapain sayang harusnya kan kamu istirahat".
" Bawa belak ya mas biar tak keluar-keluar saat sore hari".
" kamu masak, mas bangun kamu sudah tak ada". Bilal duduk ia minum kopi yang sudah Arsy buatkan.
" tidak mas yang masak bibik Arsy hanya menemani saja". Arsy memasukkan kotak nasi ke dalam tas nya.
" Perbanyak istirahat mas tak mau kamu kenapa-napa, apalagi mas tak ada di rumah. nanti jika tak ada pasien darurat mas akan lekas pulang tapi jika tak pulang mas ada pasien darurat ya". ucap Bilal ia duduk menikmati makanan nya.
" iya mas tak apa, mas sangat di butuhkan kasihan pasien juga".
" Sayang kapan kita ada jadwal periksa ke dokter Zaskia". tanya Bilal mereka memang sedang melakukan program.
" lusa mas tapi kalau mas sibuk di rumah sakit Arsy biar di antar suster saja".
" mas berangkat dulu ya sayang, langsung istirahat jangan lelah ingat kata dokter Zaskia kita masih program ".
" mas ini sudah beberapa bulan tapi hasilnya belum nampak ".
" sabar sayang semua butuh perjuangan dan kesabaran jangan lelah untuk meminta kepada Nya juga untuk selalu berdoa". Bilal mengusap kepala Arsy lalu ia mengecup kening nya.
Arsy pun tersenyum Bilal selalu bisa menguatkan nya.
" mas pamit ya sayang". Arsy kemudian Salim.
" hati-hati mas jangan lupa makan".
" iya" di angguki bilal kemudian Arsy tersenyum di balas oleh Bilal sang suami.
Hatinya berasa teremas ketika melihat Arsy tersenyum, Bilal merutuki dirinya berkali-kali. Arsy istri salihah itu telah ia khianati, kejam begitu kejam dirinya menamainya.
" ya Allah apa yang akan terjadi jika Arsy tau, apakah dia akan meninggalkan ku. aku tak sanggup jika kehilangan nya, bertahun-tahun aku mengharapkan hal ini bisa bersanding dengan nya". ucap Bilal dalam perjalanan ke rumah sakit.
__ADS_1
Sherly sudah menunggunya di ruangan mama di rawat dengan sup yang telah ia bawa. Sherly masih berbincang asyik dengan mamanya.
" assalamu'alaikum". ucap Bilal saat masuk ia ingin menjenguk mamanya terlebih dahulu sebelum ia kembali bekerja.
" wa'alaikumsalam". jawab mama dan sherly bersamaan.
" gimana ma sudah baikan ". Bilal Salim kepada mamanya dan mengecup kening mamanya namun ia tak peduli dengan adanya sherly di sana.
Sherly berharap ia di sapa oleh Bilal namun Bilal cuek, ia tak peduli aka. adanya sherly di sana, membuat sherly geram saja. Bilal memeriksa keadaan mamanya sebelum akhirnya ia pamit untuk keluar dari ruangan. Sherly berjalan cepat untuk menyusul Bilal ke ruangan Bilal.
" ketuk pintu jika akan masuk, kamu tau kan kode etika di sini." ucap Bilal tak suka sherly datang menghampiri nya.
" Sejak tadi kamu cuekin aku Bilal, aku ini sekarang istrimu dan kamu tau hal itu". ucap sherly kesal.
" istri siri dan aku tidak menginginkan pernikahan ini mungkin pernikahan kita akan menjadi status saja". ucap Bilal ia mulai membuka berkas dengan riwayat penyakit pasiennya.
" apa maksudmu kamu sudah mengucapkan ijab kabul di depan penghulu".
" jika kamu tak suka silahkan ajukan cerai". Dengan ketus ucapan Bilal keluar begitu saja.
" baru semalam kamu mengikrarkan ijab kabul itu Bilal apa kamu tak ingin mencobanya dengan hubungan kita ini".
" maaf sherly aku masih belum bisa menerima pernikahan ini, kalau tidak mama yang mendesak ku ini semua tak akan pernah terjadi ".
" tapi Bilal...".
" maaf aku sedang memeriksa data pasien jika tak ada yang perlu di bicarakan lagi silahkan keluar sebentar lagi aku akan operasi ". ucap Bilal dengan tegas kepala nya langsung ngenyut mengingat akad semalam.
" aku sekarang istrimu Bilal tak bisakah sedikit saja kamu menghargai ku".
" Jika kamu ingin di hargai, keluar lah sebelum aku meminta satpam mengusir mu dari ruangan ku. aku sedang bekerja jadi tolong sekarang kamu lebih baik keluar".
Sherly lalu keluar dengan wajah kesalnya. Bilal tak bisa ia taklukkan begitu saja.
__
bersambung
__ADS_1