Takdir Cinta Arsi

Takdir Cinta Arsi
Arsy gelisah


__ADS_3

Sherly mengadukan hal itu kepada mama atas perlakuan Bilal terhadap nya. Mama memang murka keinginan Bilal menyatukan mereka agar mereka bahagia juga memiliki keturunan.


" Tenang ya sherly nanti mama katakan pada Bilal".


" makasih ya ma, sherly sayang mama". Sherly memeluk mama Bilal dengan senang tersenyum smirk.


Bilal operasi hanya satu pasien tak perlu menunggu lama, niat hati ia ingin pulang namun mamanya mencegahnya. Sebelum pulang Bilal memang sengaja melihat mamanya dulu, karena tak ada pasien yang mendesak ia ingin pulang saja sebal ia melihat sherly yang tak mau pergi dari ruangan mamanya.


" Bilal sekarang itu sherly ini juga istri mu nak perlakukan ia dengan baik. Kamu kan tau apa kewajiban seorang suami".


" maaf ma, Bilal masih belum bisa menerima sherly. beri waktu bilal ya ma". Bilal akan menurut jika mamanya yang berkata.


". Mau sampai kapan Bilal mama menunggu keturunan dari mu, mau sampai mama tak bisa lagi melihat mu".


" ma jangan begitu anak itu anugerah Allah ma, jika Allah belum memberinya lalu kita bisa apa".


" Mama hanya sedang ikhtiar Bilal dan kuncinya itu ada pada kamu, Arsy tak bisa memberimu anak hingga sekarang makanya mama ingin sherly yang bisa mengandung cucu mama". Bilal mendesah ia tak ingin sebenarnya bertengkar dengan mamanya.


" Doakan saja Arsy ma pasti kami nanti akan punya anak."


" mau sampai kapan". Bilal terdiam memang kenyataannya Arsy belum bisa melahirkan seorang anak.


" Ma sabar ya ma benar yang di katakan mas Bilal memang mas Bilal belum bisa menerima sherly." Sherly dengan tampang yang sendu.


" Bilal pamit ya ma, Arsy sendirian di rumah".


" tidakkah kamu kasihan mama hmmm".


" Ada sherly juga papa yang menemani mama, Arsy di rumah sendirian ma".


" Ada suster kan yang menemaninya, kamu temani mama malam ini bersama sherly. jika kalian tak sering dekat bagaimana kalian bisa lebih akrab ".


" tapi ma." mamanya menghadap tembok ia ngambek, mode anak kecil.


Akhirnya Bilal menunggu mamanya malam ini ia tak jadi pulang dan jika Arsy tau jika mamanya di rumah sakit pasti ia akan meminta Bilal untuk menunggu mamanya juga.


" mas mau kopi." Sherly menawarkan kopi untuk nya.


" tidak terima kasih". ucap Bilal menolak Sherly.


" Biar lebih segar mas".

__ADS_1


" sudahlah Sherly kamu lebih baik istirahat biar aku yang menunggu mama".


" Aku juga ingin menunggu mama mas, ". Bilal tak bisa berbuat apapun Sherly ngotot di samping Bilal.


__


Sedang kan di rumah Arsy gelisah pikirannya tak tenang, entah apa ia pun tak tau padahal sejak tadi ia tidak memikirkan sesuatu yang berat.


" Kenapa bu tak tidur, dokter mungkin ada pasien urgent jadi tidak pulang". ucap suster yang melihat pergerakan Arsy yang gelisah.


" iya sus saya ngerti, saya tidak tau kenapa gelisah."


" istighfar bu, jika masih gelisah ambil wudhu shalat Bu".


Benar yang di katakan suster ia harus wudhu lalu sholat supaya tenang. Arsy kemudian beranjak dari ranjang nya turun ke kamar mandi, ia sebenarnya ingin mengirim pesan untuk suaminya Bilal namun ia urungkan takut mengganggu karena Bilal pasti sedang urgen jika tidak Bilal selalu berkirim pesan untuk nya.


" ya Allah tenangkan hati ini yang sejak tadi gelisah, Arsy tidak tau ada apa sebenarnya yang terjadi". lantunan doa Arsy adukan keluh kesah hanya kepada Allah sang pemilik diri.


Setelah selesai Arsy beranjak lagi ke ranjang di lihatnya handphone, Arsy senang Bilal mengirimkan pesan jika ia tak pulang malam ini sedang di rumah sakit ada urgent. senyum Ardy tersungging hatinya merasa lega, kemudahan ia kembali terlelap.


__


Zahra dan Faras pagi ini akan mengantar Rafa masuk ke sekolah, Rafa sudah begitu rapi dengan pakaian nya.


" nenek Rafa sudah besar berarti sudah boleh pacaran". neneknya terbelalak mendengar ucapan Rafa.


" pacaran apa itu pacaran nak".


" jalan berdua sama cewek makan sama minum". kakeknya yang mendengar tertawa.


" apa kamu suka seperti itu".


" ngga nek, ogah ah cewek itu reseh". kembali kakeknya yang mendengar tertawa.


" sayang dalam ajaran agama kita pacaran tidak boleh, Rafa saja tak suka kan. iya bener cewek itu reseh dan ribet. Pacaran itu di perbolehkan setelah kita menikah nanti jika sudah dewasa seperti umi dan Abi. ". jelas neneknya.


" Gitu ya kenapa di tiktok begitu ya nek "


" itu pelajaran tak baik sayang, yang begitu jangan di ikuti ya, skip saja tontonan yang tak baik. Kenapa Rafa nonton yang seperti itu". tanya umi menyelidiki.


" tak sengaja nek, kemarin waktu di sekolah saat Rafa mainan sama Naira temen Rafa bilang jika Rafa pacaran "

__ADS_1


" Nah itu kan makanya Rafa kalau mainan sesama muhrim saja supaya tak terjadi fitnah begini".


" Habisnya nek Naira itu reseh deket terus sama Rafa". Nenek mengusap kepala Rafa.


" sayang tugas kamu sekarang belajar yang pinter menghafal yang banyak, setelah dewasa nanti sukses baru menikah. Nah setelah menikah Rafa baru boleh pacaran ". Rafa manggut-manggut.


" baik nek Rafa ngerti"


" ngomongin apa sih umi jadi kepo ". Zahra keluar bersamaan Faras akan berangkat mengantar Rafa .


" anakmu ini benar-benar pintar ".


" pintar, anak Abi harus pintar dong sayang ". ucap Faras mengusap kepala Rafa.


" Abi rambut Rafa acak-acakan nih nanti tak kelihatan keren ". semuanya tertawa melihat tingkah Rafa.


" maaf Abi sengaja." Rafa cemberut.


Rafa lalu keluar beranjak naik mobil setelah ia Salim dengan nenek dan kakeknya.


" Kalian harus hati-hati melihat pergaulan Rafa dan juga ketika ia bermain gadget nya, jangan lupa untuk mengawasi ia sangat pandai". kata umi memberi tahu Zahra dan Faras.


" oh ya emang apa yang Rafa katakan umi". tanya Zahra.


" katanya sudah besar sudah boleh pacaran nek". neneknya menirukan gaya bicara Rafa. justru Zahra dan Faras tertawa.


" astaghfirullah anak itu, iya umi Zahra akan awasi".


" Berangkat yuk sayang nanti keburu siang." Faras menggandeng tangan Zahra begitu mesra, kedua anak lainnya sedang bermain bersama suster di atas.


Rafa duduk di depan bersama sopir sedangkan Faras dan Zahra duduk di belakang dengan tangan yang saling bertaut. Kehidupan nya bahagia setelah melewati masalah rumah tangga yang lumayan pelik, Zahra dan Faras kini benar-benar saling mencintai.


" Sayang nanti mas pulangnya agak terlambat ada klien yang minta bertemu sore". Faras mengusap kepala Zahra lalu Zahra bersabda di dada milik suaminya.


" iya mas tak apa kasih kabar saja nanti ya mas".


" iya jika mas belum kasih kabar kamu yang telepon mas dulu".


" iya mas insyaAlloh". tak lama mobil sampai di depan sekolah Rafa. Faras dan Zahra mengantar hingga di depan kelas.


""

__ADS_1


bersambung


__ADS_2