Takdir Cinta Arsi

Takdir Cinta Arsi
Part 38


__ADS_3

Hanya menghabiskan infus semalam mama hari ini pun akan pulang. Mama ingin menyelesaikan masalah nya dengan Sherly karena mama yang memaksa Bilal mama sendiri yang akan memisahkan.


Arsi sesekali ke kamar mandi ia menahan agar semuanya tak panik, tapi tetap saja tak bisa di sembunyikan mual itu makin menjadi. arsi berlari lagi ke kamar mandi di ikuti Bilal sang suami berusaha memijat tengkuk leher arsi agar sedikit berkurang.


" istirahat ya apa kamu bawa obatnya". tanya Bilal.


" ngga mas kita kan belum pulang, semua obat ada di tas arsi kemarin langsung saja arsi ke sini ngga bawa tas, handphone arsi juga ketinggalan".


" mas ambilkan obatnya dulu, kamu minum lalu gigit biskuit sedikit demi sedikit supaya rasa mual berkurang ". arsi mengangguk mengikuti arahan Bilal suaminya.


" banyak istirahat ya arsi, di kehamilan trimester pertama itu wajar jika kamu mual dan muntah ". ucap mama.


" iya ma, arsi tak apa-apa ". arsi tersenyum ia tak ingin manja hanya karena ia hamil.


Bilal kembali lagi membawa obat pengurang rasa mual untuk arsi. Di siapkan nya air putih kemudian Bilal membuka yang masih terbungkus. Arsi meneguk air perlahan dan obat itu masuk lewat tenggorokan. Bilal mengusap-usap punggung arsi agar merasa nyaman.


" kita pulang sekarang tak sabar mama ingin semuanya cepat selesai". ucap mama.


" iya tapi mama harus banyak istirahat ya."


" mama akan istirahat jika sudah selesai, antar mama ke apartemen shsely sekarang juga". ucap mama ia turun dari ranjang sendiri.


Bilal bergegas mengantar mamanya pulang, papa dan arsi mengikuti nya dari belakang. Mama punya semangat yang berapi-api ingin melabrak Sherly.


_


Sherly terbangun dari tidurnya ia merasakan tubuhnya yang remuk kepalanya pusing. Sherly mengerjapkan mata serasa hawa dingin menyapu tubuhnya. Saat itu memang Sherly tak memakai sehelai benang pun, membuatnya terbelalak dan menarik selimut nya untuk menutupi tubuh nya. terdengar gemericik air dari kamar mandi.


" kenapa ini, kenapa aku tak memakai pakaian dan itu". Sherly menunjuk pakaian laki-laki yang masih berserakan di lantai.


" hai sher sudah bangun." Bimo mengeringkan rambutnya dengan handuk.


" ada apa ini Bimo apa yang kamu lakukan". teriaknya.


" kamu tak ingat kamu yang menginginkan semua ini Sherly sayang aku hanya mengimbangi mu saja semalam karena kamu merajuk terus tiada henti. mana bisa aku melihat tubuhmu yang mulus itu terpampang di depan mataku". Sherly melempar bantal mengenai muka Bimo.


" bajingan kamu Bimo jadi kamu memanfaatkan semua ini, aku kira kamu teman yang peduli". Sherly menitikkan air mata.

__ADS_1


" aku peduli padamu Sherly, jika aku tak peduli ku biarkan kamu tersiksa dengan birahimu".


" kenapa kamu tak tinggalkan aku saja Bimo, kenapa kamu justru malah melakukan ini mengambil keperawanan ku. kamu tau aku bersuami Bimo".


" suami. memang kapan kamu menikah Sherly ada-ada saja kamu saja masih perawan gitu". Sherly terdiam ia tak bisa mengatakan nya.


" pergi kamu dari rumahku Bimo pergi ".


" tenang honey tenang aku akan bertanggung jawab ". ucap Bimo mencoba memeluk sherly.


" tanggung jawab katamu, lebih baik aku tak mengenalmu sama sekali Bimo ". luluhan air mata itu terus mengalir.


" aku akan menikahi mu Sherly aku akan segera melamar mu , aku yakin orang tua mu akan setuju". Bimo percaya diri dengan kekayaan yang ia miliki. Sherly merangkul lututnya ia menangis tersedu.


" pergi kamu Bimo pergi dari sini aku tak ingin melihat mu lagi."


" okey aku akan pergi tapi esok aku akan datang kembali untuk bertanggung jawab atas kehamilan mu sherly aku yakin di dalam sana ada benih dari ku." ucap Bimo merasa senang.


" tak akan, aku tak akan hamil. akan ku gugurkan kandungan ini jika itu anakmu". Bimo mendekat ia mencengkeram wajah sherly.


" kalau sampai kamu melakukan itu tak akan ku biarkan hidupmu tenang dan keluarga mu Sherly". Sherly ketakutan ia tak pernah melihat sisi kejam Bimo tapi kini Bimo benar-benar melakukan nya tak peduli dengan Sherly yang menangis sejak tadi.


" akan ku buat kamu mencintai ku sherly Karan aku sejak lama mencintai mu dan menginginkan hal ini terjadi. aku melakukan nya atas dasar cinta bukan hanya nafsu belaka, aku ingin memiliki mu seutuhnya sherly. Esok aku akan datang ke rumah orang tuamu dan menceritakan semuanya". Sherly terbelalak tak mungkin itu apa yang akan orang tua lakukan padanya jika itu sampai terjadi.


Suara bel berbunyi saat mereka masih bersitegang, Bimo lalu mengambil semua pakaian nya yang berserakan di lantai.


" jangan keluar Bimo biarkan aku saja." ucap Sherly namun Bimo tak peduli ia keluar.


Di bukanya pintu apartemen oleh Bimo, tapi ia tak mempersilahkan masuk.


" mana sherly". tanya mama langsung tanpa basa basi.


" ada perlu apa anda kemari." tanya Bimo lagi.


" aku mau menyelesaikan urusan ku dengannya, siapa kamu berada di Apartemen sherly."


" aku kekasihnya calon suaminya". Bilal langsung mendongak ke atas melihat wajah Bimo seutuhnya.

__ADS_1


" baguslah berarti Dil semuanya jelas aku akan langsung menalak Sherly, talak tiga." ucap Bilal.


Sherly pun keluar dari dalam ia terkejut melihat Bilal dan mamanya datang.


bugh...


satu layangan tinju di lemparkan oleh Bimo kepada Bilal, Bilal terpental karena cukup keras.


" jadi benar kamu suaminya, jadi kamu yang bernama Bilal yang semalam sherly sebut-sebut namanya".


" Bimo apa yang kamu lakukan ". teriak Sherly ia mencoba menghalang Bimo.


" laki-laki seperti itu sherly hingga kamu tak menerima cintaku ".


" hentikan dia suamiku."


" bukan ia sudah bukan istriku, maaf sherly aku tak bisa melanjutkan pernikahan kita aku talak kamu dengan talak tiga." tak tanggung Bilal menalak Sherly ia tak ingin terus berlarut.


" apa maksudmu Bilal apa salahku kamu tak adil belum kamu memberi hak ku kamu sudah langsung memberi keputusan itu." kata Sherly.


" pertama kamu telah melakukan pembunuhan atas bayi yang ada dalam kandungan istriku kedua saat ini kamu berada dalam ruangan bersama orang lain jelas bukan muhrimmu dan tak tau apa yang terjadi semalam pada kalian". ucap Bilal karena ia melihat tanda merah berada di leher sherly tanpa sherly ketahui.


" aku tidak berbuat sama Bimo, ia hanya berkunjung saja".


" kamu tanya apa buktinya lebih baik kamu berkaca Sherly". ucap Bilal.


" aku tak mengira kamu sebusuk itu Sherly".


" ma maafkan Sherly ma Sherly mencintai mas Bilal ".


" aku tak Sudi punya menantu seperti mu". ucap mama marah.


" jangan ceraikan aku Bilal."


" kata-kata ku sudah tak bisa aku tarik lagi Sherly, lebih baik lanjutkan hubungan kalian ke pernikahan dari pada dosa kalian makin besar. hubungan ini berakhir sampai di sini jangan pernah lagi mendekati keluargaku" ucap Bilal.


Bilal dan semuanya lalu pergi Sherly teriak ingin menyusul Bilal namun Bimo mencegahnya.

__ADS_1


__


bersambung


__ADS_2