Takdir Cinta Arsi

Takdir Cinta Arsi
keguguran


__ADS_3

Hampir pukul lima sore Bilal baru selesai melakukan operasi, karena pasien lumayan banyak siang ini tiga kasus yang ia tangani. semenjak keahlian nya terekspos media Bilal semakin terkenal, mereka yang punya duit banyak minta di tangani oleh dokter Bilal langsung.


Bilal melepas jas putih kebanggaan nya juga meletakkan sneli di atas meja. Melemparkan tubuhnya di kursi sejenak ia menghela napas kemudian minum air putih yang setiap hari sudah ia siapkan di mejanya. Bilal kemudian mencari handphone nya ia ingin menghubungi arsi seperti biasa ia akan pulang dan menanyakan arsi ingin di bawakan apa.


Bilal terkejut melihat panggilan tak terjawab lumayan banyak, pertama di bukanya dari Faras kemudian dari handphone suster. Tapi tak ada satupun dari arsi, Bilal langsung menghubungi arsi berkali-kali namun tak di angkat nya. hp arsi memang tertinggal di rumah nya.


" ya Allah kemana arsi apa dia sedang tidur". Bilal lalu menghubungi suster.


" sus di mana Arsi istri ku". tanya Bilal langsung sampai ia tak mengucapkan salam, Bilal panik.


" ibu ada di klinik dokter Zaskia dok." Bilal terkejut pikirannya sudah tak lagi


" ada apa." teriak Bilal.


" ibu..." suara handphone di tutup Bilal langsung menutup nya ia tak ingin mendengar jawaban dari suster Bilal langsung menyambar kunci mobilnya menemui arsi di klinik. Klinik Zaskia sudah cukup besar sudah banyak dokter yang di tugaskan di sana. Bilal berlari secepat mungkin menuju mobil nya, hingga membuat orang heran.


" ada apa dengan dokter Bilal."


" tau tuh keburu banget seperti ada urgent".


" tapi ini lebih urgent dari pada pasiennya". ucap ana


Bilal melajukan mobilnya begitu kencang ia ingin cepat sampai di klinik dokter Zaskia. Jalanan ia terobos tak ada pikiran lain Bilal selain ingin cepat melihat arsi istrinya.


" ya Allah ada apa dengan arsi". pikiran Bilal sudah berkecamuk.


Sekitar sepuluh menit Bilal sampai, ia pun melihat mobil Faras ada di klinik. Bilal langsung menanyakan keberadaan istrinya di bagian informasi. Ia melihat Faras yang duduk di luar tapi tak melihat suster.


" mas Faras". ucap Bilal.


" syukurlah kamu sudah selesai, arsi ada di dalam".


" ada apa sebenarnya mas".


" kamu seorang dokter aku tau kamu pasti bisa menenangkan istrinya, masuklah Bilal". Bilal sudah mengerti apa yang di ucapkan Faras ia lalu masuk.

__ADS_1


Bilal melihat arsi sedang terbaring lemah di sana ada Zahra dan suster. mengetahui Bilal datang suster dan Zahra kemudian keluar.


" sayang..." ucap Bilal.


arsi tak menjawab namun ia malah menangis ia tak sanggup menoleh ke arah Bilal di palingkannya wajahnya ke kanan. Bilal merasa teriris hatinya melihat orang yang di cintai nya kembali menangis.


" sayang..." tangisan itu semakin terisak dari arsi ia tak bisa menahannya.


Di peluknya arsi oleh Bilal, arsi justru tambah menangis begitupun Bilal ia menitikkan air matanya. namun segera ia hapus tak ingin jika arsi istrinya tau.


" maafkan arsi mas, anak kita.. hiks hiks".


" sudah sayang tidak apa-apa kita masih bisa mencobanya jangan menangis".


" tapi mas, maaf kan arsi".


" iya sayang tak perlu ada yang di maafkan". Bilal mengurai pelukannya di hapusnya air mata arsi, pilu hati Bilal melihat arsi menangis tiada henti.


" Semua adalah kuasa Allah sayang, kita tak berhak atas itu kita juga sudah sangat berusaha mungkin Allah belum mempercayakan itu kepada kita."


" itu menurut kita sayang tapi menurut Allah bukan yang terbaik untuk kita." arsi masih terus menangis Bilal lalu memeluknya kembali.


Dokter Zaskia masuk ia akan memeriksa arsi, karena arsi ini sepupu Faras jadi ia langsung yang akan menangani arsi langsung tak di alihkan ke dokter lain meski itu kliniknya.


" Dokter Zaskia." ucap Bilal dan hanya di beri senyuman oleh Zaskia.


" tenang arsi kamu masih bisa hamil lagi, nanti kamu bikin program ya tapi ingat rutin cek up langsung ke saya. saya yang akan menangani mu langsung, jangan bersedih masih ada harapan arsi juga masih muda masih bisa bikin kesebelasan". ucap Zaskia yang membuat arsi jadi tersenyum. Bilal senang melihat istrinya yang mulai tersenyum.


" iya sayang kita masih bisa mencobanya lagi, selama diri ini masih bernafas". arsi mengeratkan genggaman tangannya kepada Bilal.


" rahimmu sebenarnya cukup baik, tapi kenapa kamu sering sekali keguguran arsi apa obat yang di berikan oleh dokter tidak kau minum". Zaskia bertanya lagi padahal pertanyaan sudah ia lontarkan tadi kepada suster.


" saya rutin meminumnya dokter". ucap arsi.


" baiklah mungkin memang belum rezeki, untuk beberapa bulan kamu harus melakukan KB dengan meminum pil ini ya setelah tiga bulan boleh lepas untuk memancing kesuburanmu juga memberi jarak antara kehamilan dan kuret mu". arsi hanya mengangguk mendengar penjelasan dokter Zaskia.

__ADS_1


" baiklah arsi istirahat yang cukup malam ini sebaiknya kamu menginap di sini dulu esok boleh pulang." arsi mengangguk.


" terima kasih dokter." ucap Bilal kemudian.


Dokter Zaskia pamit ia juga akan mengontrol pasien lain kini Zahra dan Faras masuk ke dalam. Zahra merasa kasihan melihat keadaan arsi jadi mengingatkan dirinya dengan sosok almarhum Najwa.


" terima kasih mas Faras mba Zahra". ucap arsi.


" sama-sama sudah selayaknya kita menolong arsi, bagaimana keadaan mu".


" Alhamdulillah lebih baik mba".


" syukurlah arsi tetap semangat ya kamu masih punya harapan panjang". ucap Faras melihat adik sepupu nya itu terbaring lemah, arsi hanya bisa mengangguk.


" kebetulan mas Faras dan mba Zahra mampir ke rumah mas, arsi bisa langsung di bawa ke sini." ucap Arsi.


" terima kasih ya mba mas " keduanya mengangguk kemudian mereka berdua pamit untuk pulang karena sebentar lagi menjelang Maghrib kini ada suster dan Bilal yang menemani arsi.


Bilal memberi kabar kepada orang tua nya dan orang tua arsi jika arsi ada di rumah sakit.


" apa arsi keguguran lagi" tanya mama dari seberang telepon.


" iya ma maafkan kami".


" menjaga bayi yang masih dalam perut saja tidak becus". ucap mama kesal.


" astaghfirullah ma kami sudah menjaganya dengan baik mungkin ini belum rezeki kita ma, kita masih di minta untuk bersabar ".


" mama tak sabar Bilal ini sudah ketiga kalinya". ungkap mama.


Bilal terdiam dan ia menutup teleponnya tidak mau berdebat dengan mamanya, yang terpenting bagi Bilal ia sudah memberi kabar keadaan arsi. arsi tau pasti mama nya Bilal sangat marah, terlihat dari wajah Bilal yang muram setelah menelepon. Bilal sangat kecewa dengan orang tua nya, bukannya memberi semangat untuk Bilal justru menjatuhkan Bilal.


___


jangan lupa tinggalkan jejak ya dear

__ADS_1


__ADS_2