Takdir Cinta Arsi

Takdir Cinta Arsi
perasaan bersalah Bilal


__ADS_3

Bilal memandang foto istri nya arsi yang ia jadikan sebagai foto profil di handphone nya, air mata itu semakin deras menetes. kini sherly sudah sah menjadi istrinya meski istri sirih. Bilal menanggung tanggung jawab yang amat besar, arsi juga sherly.


" Bagaimana aku akan menjalani rumah tangga ku bersama Sherly bahkan sama sekali aku tak mencintai apa mungkin aku bisa melaksanakan kewajiban ku untuk nya". ucap Bilal yang hanya ia dengar sendiri.


" ya Allah apa yang harus aku katakan kepada Arsy aku tak akan mungkin sanggup melihat Arsy sangat kecewa. aku tak ingin kehilangan Arsy ya Allah, kenapa jalan hidupku jadi begini." ucap Bilal lagi ia memukul tembok yang tak pernah salah itu.


Bilal rasanya ingin pulang segera, tapi mamanya di rawat di rumah sakit ia tak akan mungkin pulang begitu saja.


_


" sekarang kamu sudah sah menjadikan menantu mama Sherly, panggil mama ya ". ungkap mama nya Bilal.


" iya ma Alhamdulillah".


" Kalian akan tinggal di mana nanti". tanya mama.


" Kemungkinan akan tinggal di apartemen saja ma, mas Bilal pasti tak akan mau tinggal di rumah orang tua Sherly akan lebih nyaman jika di rumah sendiri." terang Sherly.


" Di manapun mama tidak masalah, jangan lupa cepat berikan mama cucu ya."


" pasti itu ma, sherly akan cepat berikan mama cucu." kebahagiaan benar-benar terpancar oleh keduanya. tanpa mengingat bagaimana hancurnya hati Bilal.


" Bilal kemana tadi sherly." tanya mama


" seperti nya ada di ruangan nya ma, ia pasti sedang membaca data pasiennya".


" temanilah suamimu katakan padanya agar ia istirahat ini sudah terlalu malam".


" baik ma". lalu Sherly berjalan menuju ruangan Bilal, ia mencoba mengetuk pintu karena sejak tadi bilal menguncinya.


" mas biarkan aku masuk". ucap sherly lemah lembut.


" untuk apa kamu datang ke sini sherly, maaf aku belum bisa menemuimu ".


" mama mencari mu biarkan aku masuk".


Jika soal mamanya Bilal memang tak bisa menolak, ia takut jika terjadi sesuatu dengan mamanya. Bilal lalu membukakan pintu untuk sherly agar ia masuk.

__ADS_1


" mama mencari mu mas, ". Bilal tak menanggapi sherly ia kemudian berjalan menemui Mamanya.


' terima kasih ya Bilal akhirnya kamu menuruti keinginan mama".


" minum obatnya lalu tidur ma ini sudah malam". ucap Bilal ia menyiapkan obat untuk mamanya.


" mama berharap rumah tangga mu dan sherly bahagia apalagi jika nanti kalian punya anak pasti akan lebih bahagia ". ucap mama.


bilal hanya diam hanya di aminkan oleh Sherly seorang.


___


Pagi menjelang namun hari itu keadaan hujan gerimis, arsi bangun merasa kepalanya pusing. arsi memanggil suster ia terasa sulit untuk bangun.


" sus tolong ambilkan saya obat yang di beri dokter Zaskia, kepalaku pusing sekali sus."


" baik bu, apa perlu saya hubungi pak dokter Bu."


" tidak usah sus sebentar lagi mas Bilal juga akan pulang, ". karena dinas malam Bilal memang biasanya pulang di jam delapan.


Setelah selesai visit, Bilal lalu mengunjungi mamanya. namun mamanya belum bangun masih tertidur sangat pulas. Bilal hanya pamit kepada papanya bahwa ia akan pulang dan akan kembali lagi nanti jika ia mau.


" tak ingin melihat ibumu bangun dulu Bilal." tanya papa.


" jika mama bangun Bilal tak akan mama ijinkan pulang pa, Arsy di rumah pasti sudah menunggu Bilal. katakan saja pada aku pulang mau istirahat, Bilal ngantuk sekali pa" ucap bilal ia tak mau bertemu Sherly, karna jika ia melihat sherly kebencian dalam hati itu muncul kembali.


Mama bangun terasa perut nya sangat lapar, hujan gerimis membuat nya nyaman sekali untuk tidur. Mama memindai matanya melihat siapa yang menunggu nya di dalam.


" Bilal dan sherly mana pa " tanya mama.


" Bilal pulang ma, ia ngantok ingin istirahat tidur semalaman ia menunggu mama tidak tidur. Sherly ia ada praktek pagi ini ma, mama sarapan ya lalu minum obat itu pesan Bilal tadi. kita sarapan dulu." mamanya menuerut kemudian makan.


Sesampainya di rumah Bilal tak melihat arsi, ia langsung saja naik ke atas. Bilal berpapasan dengan suster yang akan turun membawa makanan serta minuman.


" Sus istri saya kenapa "


" ibu pusing dok sejak bangun tidur tadi". ucap suster.

__ADS_1


" kenapa tak langsung hubungi saya"


" ibu melarang dok, kata ibu dokter segera akan pulang".


" walaupun ibu melarang jika istri saya sakit kamu langsung saja hubungi saya setidaknya kirim pesan". kata Bilal berlalu masuk.


" maaf dok iya".


Bilal masuk ke kamar ia melihat Arsy yang sedang memijat kepalanya, Arsy bersandar di kepala ranjang. Hati Bilal begitu tercubit kala ia mengingat pernikahan siri nya semalam. Ia beristighfar berkali-kali.


" sayang ada apa kenapa tak langsung hubungi mas hmmmm...." Bilal mendekat Arsy langsung meraih tangannya untuk Salim Bilal lalu mengecup kening sang istri.


" tidak apa-apa mas Arsy hanya pusing saja". senyum itu terus Arsy sungging kan.


" walaupun hanya pusing seharusnya kamu langsung hubungi suamimu ini. sayang mas tak ingin kamu kenapa-napa".


" iya mas, Arsy ngerti tapi beneran Arsy tidak apa-apa hanya pusing sedikit habis minum obat nanti juga sembuh mas". ucap Arsy manja, ia meletakkan kepalanya di dada suaminya di peluknya Arsy seakan Bilal tak ingin melepasnya. Bilal sungguh takut jika Arsy tau pernikahan nya dan Arsy meninggalkan Bilal.


" sudah minum obat sayang". di belainya kepala Arsy, Bilal menyelipkan anak rambut yang melambai ke depan.


" sudah mas, sarapan lalu Arsy minum obat".


Kembali Bilal menciumi puncak kepala Arsy. Arsy melerai pelukannya ia akan turun.


" mau ke mana sayang, istirahat saja di sini" Bilal menahan Arsy.


" mau siapin mas Bilal air untuk mandi, bikinin kopi juga. mas udah ngopi ". Bilal lalu menarik Arsy.


" tak usah mas siapin sendiri saja, kamu istirahat di sini. memang belum ngopi nanti mas bikin sendiri, jangan bandel Arsy istirahat saja ya sayang ". Bilal merebahkan tubuh Arsy agar ia rebahan saja lalu mengecup kening nya.


memang sedikit berubah sikap Bilal tak henti-henti nya ia mencium puncak kepala Arsy namun Arsy tak menyadari nya. Arsy hanya menyangka jika Bilal memberi perhatian karena Arsy sedang sakit.


" mas, i love you". Bilal tersenyum ia lalu mencium bibir manis istrinya.


" i love you to sayang" Bilal mengusap kelapa Arsy lali ia mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.


***$

__ADS_1


__ADS_2