Takdir Cinta Arsi

Takdir Cinta Arsi
part 43. lahir


__ADS_3

Bilal masih terus menajamkan matanya dan konsentrasi nya dalam menangani pasien. Perasaan nya merasa tak enak sejak tadi ia teringat istrinya yang sedang ada di rumah.


Dokter spesialis kandungan menyarankan untuk melakukan operasi pada arsi untuk mengangkat bayinya. namun mereka belum bisa lakukan sebelum adanya persetujuan tanda tangan dari suami nya.


Arsi masih dalam keadaan tidak sadar karena dia begitu syok ketika tiba-tiba Sherly melakukan hal yang tak pernah terpikir oleh arsi. Arsi berfikir jika sherly datang untuk meminta maaf atas kejadian yang sudah terjadi.


Lampu di rumah operasi sudah mati menandakan jika operasi yang Bilal tangani sudah selesai. Ia mencuci tangan melepas sarung tangan lalu keluar ruangan untuk beristirahat. Namun di depan ruangan sudah ada suster yang menunggu dokter Bilal.


" dok maaf, dokter Aira ingin bicara dengan anda penting". Aira dokter spesialis kandungan baru bertugas beberapa bulan di rumah sakit di mana Bilal bekerja.


" ada apa ya, baik saya temui dia".


" mari dok saya antar ke ruangan nya." ucap suster ane.


Bilal pun berjalan membuntuti suster ane untuk ke ruangan dokter Aira. Dokter Aira sudah menunggu Bilal untuk memberikan keputusan.


Pintu di ketuk dan dokter Aira mempersilahkan suster ane dan Bilal masuk.


" maaf dok anda mencari saya." tanya Bilal .


" silahkan duduk dulu dokter Bilal ". ucapnya berusaha untuk tenang.


" begini dokter Bilal kami meminta persetujuan anda untuk melakukan tindakan operasi untuk istri anda segera ".


" istri saya apa maksud dokter." tanya Bilal menjelaskan apa yang ia dengar.


" istri anda ada di ruangan bersalin kondisi nya harus di ambil tindakan operasi cecar segera". ujar dokter Aira dengan tenang.


" ruangan bersalin kenapa bisa, istri saya di rumah saya tinggal ke rumah sakit tadi. Apa yang terjadi pada istri saya."


" dok bukan itu yang kita bicarakan saat ini tapi keselamatan istri anda dan bayinya lebih penting". Bilal terdiam sejenak ia sudah menduga terjadi sesuatu dengan istrinya.


" lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya dok". Ucap Bilal gemetar.


" baik kalau begitu tolong tanda tangani surat persetujuan ini dan saya akan segera lakukan tindakan operasi cecar." tegas Dokter Aira lega.


dengan tangan yang cukup gemetaran Bilal menandatangani nya. Lalu dokter Aira menyuruh tim nya untuk segera melakukan tindakan untuk arsi.

__ADS_1


Ada suster dan bodyguard yang menunggu di depan ruangan arsi, mereka meminta maaf kepada Bilal karena sudah kecolongan. Wajah polos dan perut besar Sherly membuat mereka luluh, awalnya benar-benar yakin jika itu sahabat arsi dari kampung.


Bilal menunggu di luar dengan cemas, toga bayi mungil yang mungkin berat badannya belum cukup akan terpaksa di keluarkan.


Hampir satu jam Bilal menunggu kabar dari dokter Aira, berharap jika semuanya akan baik-baik saja terutama pada istri nya arsi. Suster dan para bodyguard pun menunggu cemas juga.


Dokter Aira keluar untuk memberi kabar kepada Bilal, namun belum bisa masuk untuk melihat mereka masih membersihkan bayi dan ibunya dari sayatan pisau operasi. Darah yang pastinya akan menjadi saksi perjuangan mereka.


" bagaimana dengan istri dan anak-anak saya dokter." tanya Bilal masih panik.


" Alhamdulillah proses operasi berjalan dengan lancar, ketiga bayi anda juga selamat hanya saja mereka masih butuh perawatan intens berat ketiganya yang masih sangat kurang ". ungkap dokter Aira dengan senyuman.


" Alhamdulillah, Terima kasih banyak dokter. Lalu bagaimana dengan istri saya".


" masih dalam masa pemulihan dan belum siuman ". ucap dokter Aira.


" Saya bisa liat dokter ".


" sebentar jika sudah selesai silahkan adzani ketiga anak dokter". Senyum Aira mengembang ikut bahagia melihat tiga bayi mungil tumbuh di dalam Janis bersamaan.


" sama-sama dokter ini sudah menjadi tugas kita kan." Lalu dokter Aira pamit pergi ke ruangan nya.


Tak lama ketiga bayi mungil itu di keluarkan oleh suster untuk di adzani, meneteslah air mata Bilal ketika perjuangan nya bertahun-tahun akhirnya Allah kabulkan. Hingga suara Bilal bergetar mengadzani ketiga bayinya secara bergantian.


" sehat-sehat ya sayang kita berjuang bersama kalian harus sehat, kalian lah kekuatan ibu kalian " ucap Bilal mendekat kepada ketiga bayi mungil tersebut.


Karena bayi harus di inkubator mereka segera di masukkan ke dalam lagi. Tak bisa di luar terlalu lama.


Bilal lalu masuk ke dalam setelah dokter mengabarkan jika istri nya arsi sudah siuman. Bilal pun bergegas menemui nya memberi kekuatan untuk sang istri itu.


" sayang maafkan mas ya " ucap Bilal masuk menciumi wajah Arsi memberikan kekuatan untuk arsi yang masih terlihat sangat lemah.


" mas mana anak-anak". Tanya arsi, yang ia pertanyakan terlebih dahulu tentang anak-anaknya.


" mereka sehat sayang hanya saja masih harus di inkubator karena kurang berat badan mereka. Kita doakan mereka supaya sehat ya sayang lekas bisa pulang bersama kita". ucap Bilal menenangkan.


" arsi ingin melihat mereka mas".

__ADS_1


" iya sayang setelah kondisimu pulih ya, sekarang kamu masih sangat lemah". Ucap Bilal yang melihat memang benar-benar dalam kondisi lemah.


" Sherly mas datang tiba-tiba menyayat perut arsi, mereka ngga salah mas karena sherly dengan wajah polos dan perut besar nya mengatakan jika ia teman arsi ". ucap arsi menangis ia mengingat kejadian itu uang menurut nya cukup menakutkan.


" iya sayang, Sherly sudah di amankan di kantor polisi kamu tenang ia tak akan ke mari menemui kita lagi.".


" bagaimana dengan perut nya mas kasihan dia, anak dia mas apa akan lahiran di kantor polisi."


" itu perbuatan dia sayang biar dia yang menanggung dosanya, kamu sekarang jangan pikirkan itu ya. Pikirkan kesehatan kamu terlebih dahulu sayang ".


" tapi mas".


" sudah tolong ya, anak-anak lebih membutuhkan mu sayang kamu harus lekas sehat demi mereka ". kecupan hangat mendarat di kening arsi.


Arsi lalu di pindahkan ke ruang rawat inap VIP, Bilal lalu menghubungi keluarga nya mama nya dan orang tua arsi.


Mereka pun cukup karena kehamilan arsi belum saatnya melahirkan, namun tragedi tadi membuat arsi harus mengeluarkan bayinya.


" mas seperti siapa mereka".


" seperti mas juga seperti kamu sayang." ucap Bilal mengupas kan buah apel untuk arsi.


" arsi ngga sabar melihatnya mas."


" iya nanti jika dokter mengizinkan kembali ya sayang dan kamu sudah mudah untuk bergerak".


" sakit mas." ucap arsi.


" tahan ya, itu karena bius nya habis". arsi mengangguk.


" makan yang banyak, banyakin protein sayang supaya jahitannya pun cepat pulih." kata Bilal menyuapi arsi.


" mas berapa tahun jarak nanti arsi bisa hamil lagi."


" maaf sayang mas mengambil keputusan untuk mengangkat rahimmu karena sudah tipis, sangat beresiko jika kamu hamil lagi. kita sudah punya tiga jagoan sayang buat mas itu sudah lebih dari cukup ". Bilal berdiri dan mengecup kening arsi lagi. jujur arsi sebenarnya merasa kecewa bayangan nya untuk punya anak lagi musnah.


__

__ADS_1


__ADS_2