Takdir Cinta Arsi

Takdir Cinta Arsi
Part 32


__ADS_3

Bilal sengaja mematikan handphone nya namun ia sudah berpesan jika ia sedang tak enak badan agar rumah sakit tidak menghubungi nya. Bilal menunggu arsi keluar namun tak kunjung keluar, ia takut terjadi apa-apa dengan arsi tapi ia tak bisa berbuat apapun selain menunggu. semua memang kesalahan Bilal jika saja ia menolak permintaan ibunya pasti semua tak akan terjadi seperti ini.


Abah pulang ia heran melihat Bilal yang tertidur di sofa karena juga lelah tubuhnya juga pikirannya tak ingin mengganggu lalu Abah langsung masuk saja ke dalam. umi Salim melihat Abah pulang dari mengajar di pesantren.


" mau di bikinkan kopi Abah."


" tak usah mi, Abah ingin langsung istirahat saja. oh ya umi kenapa Bilal tak tidur di dalam malah meringkuk di sofa." umi diam tak menjawab, sebenarnya tak ingin kabar buruk itu langsung suaminya ketahui karena Abah yang baru pulang.


" mereka bertengkar". ucap Abah langsung. umi hanya mengangguk.


" soal apa umi hingga arsi sampai pulang ke rumah."


" Abah istirahat dulu ya nanti umi ceritakan"


" sekarang saja umi, mana bisa Abah terlelap sedangkan pikiran Abah masih memikirkan anak Abah". umi menghela nafas di berikan nya minum air putih dulu kepada Abah agar tenang.


" Bilal menikah lagi".


" lalu arsi tak setuju, kan arsi sudah tau hukumnya jika laki-laki boleh punya istri lebih dari satu dan wajar jika Bilal ingin punya keturunan lalu ia ingin menikah lagi."


" Abah bukan gitu ceritanya, tapi pernikahan mereka tersembunyi tanpa arsi ketahui itulah yang membuat arsi marah kepadanya."


" astaghfirullah... kenapa bisa begitu kenapa Bilal tak jujur saja sama arsi, Abah lihat Bilal itu sangat mencintai arsi."


" ceritanya panjang Abah ini juga bukan kemauan Bilal semua karena mamanya, mamanya mencoba menyayat nadinya hingga memaksa Bilal menikahi dokter Sherly ". ucap umi menjelaskan.


" dokter Sherly teman Bilal itu." umi mengangguk.

__ADS_1


" astaghfirullah kenapa jadi begitu bagaimana pun juga seharusnya Bilal izin dulu sama arsi. Abah yakin arsi akan mengizinkan nya Abah tau siapa arsi".


" semua sudah terjadi bah, mungkin saat itu juga Bilal tak ada pilihan lain. juga Bilal sangat mencintai arsi hingga ia tak ingin arsi sakit hatinya. Sedangkan pernikahan ini hanya siri bilal tak mencintai Sherly dan berniat menceraikan Sherly setelah ibunya benar-benar sembuh "


" astaghfirullah kenapa bisa begitu menikah itu bukan permainan".


" Bilal tak ingin terus-menerus berbuat dosa karena tak bisa memberi nafkah batin makanya ia ingin menceraikan Sherly secepatnya ".


Abah mengusap gusar wajahnya tidak tau jika anaknya mengalami masalah sepelik ini. umi mengusap bahu Abah untuk menenangkan nya.


" istirahat dulu Abah, jangan terlalu di pikirkan ingat kesehatan Abah semua masalah pasti ada jalan keluarnya mereka sudah dewasa pasti bisa menyikapi setiap masalah yang terjadi ". terang umi tak ingin jika sakit gejala jantung Abah kambuh lagi.


Abah lalu berbaring di temani oleh umi, agar Abah tenang. Abah punya riwayat gejala sakit jantung hingga umi selalu menjaga kesehatan Abah dengan baik.


Arsi membuka pintu ingin keluar menemui uminya sejak tadi ia belum menemui umi. Melihat Bilal ada di depan pintu arsi langsung masuk untuk menutup pintu kembali namun Bilal memaksa untuk membukanya. arsi tak kuat menahan hingga Bilal bisa menerobos masuk, lalu di kuncinya pintu itu oleh Bilal dan kuncinya ia lemparkan ke sembarang arah agar arsi tak keluar.


" mas mau bicara dulu sayang, mas mohon maaf kan mas".


" maaf kan mas arsi semua tidak seperti yang kamu pikirkan mas terpaksa menikahi sherly ". Bilal memaksa memeluk arsi.


" bukan itu mas, sudah ku katakan tempo dulu jika mas mau menikah lagi silahkan aku tak melarang nya tapi bukan begini caranya mas kamu mengkhianati ku". ucap arsi tegas.


" maafkan mas, malam itu mas kalut tak bisa berfikir lagi mama mencoba untuk bunuh diri ia menyayat nadinya. mama meminta mas untuk menikahi sherly dengan alasan ingin cucu." tes... Air mata arsi luruh sebenarnya ia ingin mengatakan berita bahagia itu jika ia saat ini hamil tapi di urungkan nya oleh arsi.


" apa seorang yang tidak bisa memiliki anak itu terlihat hina mas ". Bilal melerai pelukannya ia mengusap air mata arsi.


" tidak sayang sudah ku katakan sejak dulu aku tak peduli jika kita tak akan punya anak, tapi mas tak bisa melawan mama".

__ADS_1


" ini bukan antara aku dan Sherly mas tapi mas dan mama". ucap arsi ia tak menyalahkan siapapun ia juga merasa bersalah karena pernikahan nya belum mendapatkan anak bertahun-tahun wajar saja jika orang tua Bilal menginginkan anak karena Bilal anak satu-satunya.


hening


Bilal tak bisa membela keduanya, di satu sisi arsi wanita yang di impikan nya sejak lama ia sangat mencintai arsi di sisi lain mama adalah orang tuanya dan surga nya bilal ada pada mamanya.


" lebih baik kita bercerai mas". Bilal langsung mengangkat wajahnya.


" itu tak mungkin arsi, aku tak akan pernah melakukan nya sekalipun tak akan". ucap Bilal mulai menitikkan air mata.


" tapi aku tak bisa jika harus kamu bohongi lagi mas rasanya sakit bagaikan belati itu menusuk hatiku mas." ucap arsi sedikit meninggikan suaranya.


" maafkan mas arsi, mas janji akan menyelesaikan ini secepatnya."


" tapi bagaimana dengan mama mas, "


" aku tak akan kehilangan nya arsi, jika aku melepaskan mu aku akan kehilangan mu selamanya tapi mama apapun yang terjadi ia tetap mama ku."


" kenapa baru sekarang kamu sadar mas, kemarin saat kamu mengucapkan ijab kabul untuk sherly apa yang kamu ingat". arsi kembali menangis.


" maaf kan aku sayang maaf." Bilal tak bisa membendung air matanya ia juga merasa sakit melihat air mata arsi yang selama ini ia jaga agar tidak tumpah akhirnya mengalir tanpa henti.


" ceraikan arsi mas".


" tidak" arsi menutup wajahnya ia menangis Bilal memeluk Arsi erat, arsi memberontak namun Bilal kekeh memeluk arsi erat.


" jangan katakan itu lagi sayang, aku mencintaimu sangat mencintai mu aku tetap mempertahankan mu sayang". tangis arsi semakin kencang ia menahan agar suaranya tidak terdengar hingga keluar ia yakin jika abahnya sudha pulang.

__ADS_1


Arsi menyembunyikan kehamilan nya tak ingin memberitahu kan dulu kepada Bilal. Sengaja ia melakukan karena baginya semua sudah terjadi Bilal sudah menikah dengan Sherly meski Bilal mengatakan akan mengakhiri pernikahan nya bagi arsi Bilal sudah berkhianat.


bersambung


__ADS_2