Takdir Cinta Arsi

Takdir Cinta Arsi
konferensi pers


__ADS_3

Bilal akan mengadakan konferensi pers sebelum Zuhur sekitar jam 11, karena setelah Zuhur nanti ia akan melakukan operasi lagi. pasien menumpuk Bilal harus mengatur jadwal nya lagi, belum ada dokter profesional setidaknya menggantikan Bilal untuk mengoperasi pasien.


Meja sudah di gelar berada di depan rumah sakit, jika ini tak segera di lakukan akan menghambat semuanya. rumah Bilal akan di penuhi karyawan juga rumah sakit, itu tak akan membuat Bilal nyaman. biasanya orang jika di puji senang tapi Bilal tidak karena bukan dia sepenuhnya yang bekerja di rumah sakit ini ada banyak asisten nya yang ikut masuk untuk membantu nya mengoperasi.


Dengan seksama wartawan berjejer di depan di mana Bilal akan bicara. Tidak ada yang spesial karena Bilal hanya berbicara sebentar dan hanya membuka dua sesi tanya jawab. menurut nya ini tak begitu penting masih penting para yang sedang menunggu nya untuk melakukan operasi.


Lega rasanya sudah selesai kini wartawan sudah puas dengan jawaban Bilal jika semuanya baik dan pasien menjadi baik tak ada yang serius. Supaya wartawan tak begitu kepo lagi, namun siapa sangka nama bilal mencuat di media. televisi sosmed majalah dan koran, bahwa dia bisa menolong anak pejabat itu yang kecelakaan parah. Karena menyangkut anak pejabat jadi berita ini langsung booming nama Bilal jadi terkenal wajahnya terpampang sempurna.


Seperti biasa sebelum masuk ke ruang operasi Bilal menelepon istrinya terlebih dahulu, untuk nya arsi adalah semangat hidupnya.


" Assalamu'alaikum mas sudah makan." arsi langsung mempertanyakan asupan makan suami, arsi tak bisa bebas lagi untuk keluar ia sangat menjaga kandungan nya.


" wa'alaikumsalam sayang Alhamdulillah sudah, kamu juga sudah kanm jangan lupa minum obat lalu istirahat ya." arsi tersenyum, itulah yang sangat di rindukan Bilal senyuman arsi.


" iya mas sudah ini juga mau istirahat".


" ya sudah baik-baik sayang istirahat yang cukup mas mau masuk ruang operasi".


" iya mas fokus ya saat masuk." Bilal mengangguk ia tersenyum untuk istri tercintanya kemudian Bilal pamit untuk mengoperasi pasien.


Jumlah terbanyak saat ini adalah kasus penyakit diabetes yang mengharuskan pasien di operasi karena sudah fatal. Mereka dengan pola makan yang sembarangan menyebabkan maraknya penyakit ini.


" bismillahirrahmanirrahim tim semua sudah siap".


" iya dok". ..


" kita berdoa dulu ya". semua menunduk dengan doa keyakinan masing-masing.


itulah Bilal ia selalu melakukan ritual doa sebelum masuk ke ruangan. Semua tim sudah siap mereka masuk dengan tugasnya masing-masing.


***


Arsi di rumah gelisah ia tak bisa tidur, pinggangnya terasa sakit perutnya mulai melilit. Di lihatnya jam masih menunjukkan pukul dua pasti Bilal masih berada di ruang operasi tak mungkin ia akan menghubungi nya. tapi arsi sudah tak bisa menahannya, ia berteriak memanggil suster. Suster tergopoh-gopoh masuk ke kamar arsi.

__ADS_1


" ada apa Bu". suster melihat arsi sudah meringis.


" sus perut saya sakit sus". ucap arsi.


" tahan Bu saya telponkan dokter Bilal dulu".


" ia tak akan mengangkat dokter Bilal masih berada di ruang operasi."


" astaghfirullah terus gimana ini bu".


terdengar bel berbunyi tanda ada seseorang bertamu, suster bingung mau menolong arsi tapi bagaimana ia tak bisa menghubungi Bilal.


" buka pintunya sus ada tamu." arsi sembari meringis.


" iya Bu, tapi ibu tidak apa-apa ".


" siapapun itu minta bantuan ya sus perut saya sakit sekali." suster berlari turun berharap itu bantuan.


" Kebetulan Bu tolong Bu arsi pak Bu." ternyata yang datang Zahra dan Faras kebetulan mereka lewat lalu mampir.


" bu arsi kesakitan perutnya Bu".


" ya Allah arsi, mas tolong arsi". kebetulan Faras dan Zahra tidak membawa anak-anak, Zahra mengantarkan makan siang ke kantor Faras. karena Faras tak banyak pekerjaan ia pulang bersama Zahra, sudah lama ia tak bertemu arsi kemudian mampir.


Zahra dan Faras berlari ke atas di lihatnya arsi yang meringis di ranjang.


" arsi kita ke rumah sakit, angkat mas Faras ya."


" arsi bisa jalan mba". ucap arsi ia tak mau di sentuh siapapun ketika masih sadar.


" Ya sudah kalau begitu, mas siapkan mobil." Faras pun berlari ke bawah menyiapkan mobil sembari menelpon Bilal tapi tak bisa.


" kemana sih Bilal di telepon tak di angkat". kemudian Faras langsung menghubungi Zaskia, dokter pribadi istrinya Zahra.

__ADS_1


Bersyukur Zaskia menjawab dan kebetulan ia ada di kliniknya. Zaskia menyiapkan apa yang di perlukan di kliniknya.


" ayo arsi kita ke rumah sakit ". arsi sudah tak sanggup berbicara ia berjalan di papah oleh suster dan Zahra, darah segar mengalir di kaki arsi, rasa sakitnya terasa teramat rasanya arsi tak bisa menahan lagi.


" istighfar ya arsi kita ke dokter Zaskia.". ucap Zahra namun arsi sudah tak berdaya ia tak bisa menjawab ucapan Zaskia.


" sus kemana Bilal hp nya tak bisa di hubungi." ucap Faras merasa kesal.


" kata Bu arsi dokter Bilal sedang operasi tadi sebelum operasi dokter Bilal menelepon".


" pantas saja tak bisa di hubungi, bertahan arsi". arsi hanya diam dia merasakan perutnya sangat sakit seperti orang mau melahirkan.


" bertahan Arsi ". ucap Zahra panik.


Faras melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia ingin segera sampai ke klinik Zaskia. karena ia tak tau selama ini arsi di mana melakukan cek.


Para suster datang membawa ranjang, arsi naik ke ranjang dan di dorong masuk ke ruangan UGD. sudah ada dokter Zaskia di sana, suster ikut panik.


" sebenarnya ada apa." tanya Zaskia melihat arsi lemas, arsi masih di infus oleh suster di klinik itu.


" Bu arsi sedang hamil, dan tadi tiba-tiba merasakan sakit perut." Zaskia langsung masuk menangani arsi.


Benar darah sudah mengalir di kaki arsi, Zaskia langsung menangani arsi. Zaskia tau suami arsi adalah dokter, ia yakin saat ini Bilal sedang ada di ruang operasi sehingga tak bisa di hubungi.


" maafkan saya arsi dokter Bilal saya harus menyelamatkan ibunya terlebih dahulu, janin kalian tak bisa di pertahankan". gumam Zaskia di ruang itu.


Dengan berat hati Zaskia mengeluarkan janin arsi, karena memang sudah tak bisa di pertahankan. Zaskia langsung membersihkan Arsi, lagi kuret di lakukan. Ketiga kalinya arsi harus kehilangan janinnya. Setelah selesai Zaskia pun keluar memberikan kabar untuk Zahra.


" bagaimana arsi dok." tanya Zahra langsung.


" Maafkan saya janinnya tak bisa di selamatkan, arsi perdarahan cukup hebat. tapi kenapa ini bisa terjadi, di umur janinya harusnya sudah mulai kuat". tanya Zaskia.


" sebenarnya Bu Arsi meminum obatnya rutin dokter, makanan pun dalam asupan gizi seimbang dokter Bilal sangat memperhatikan nya juga istirahat yang cukup. Bu arsi pun tak bisa melakukan pekerjaan apapun ". Zaskia berfikir mungkin memang belum rezeki arsi.

__ADS_1


Faras , zahra dan suster menunggu arsi di luar karena belum boleh di persilahkan masuk. Berharap Bilal segera selesai operasi dan melihat handphone nya, ia pasti akan syok dengan berita yang di peroleh nanti.


__$


__ADS_2