
Mama datang di bukakan pintu oleh suster karena bibik sedang ke pasar, dokter Bilal meminta bibik membelikan buah naga. Minuman kesukaan Bilal, banyak banget manfaat dari buah naga ini selain untuk menghilangkan sembelit juga bisa mengontrol gula darah, mencegah kolesterol, penuaan dini masih banyak lagi manfaat untuk buah naga ini.
" ada apa ya Bu."
" saya mau bertemu dengan Bilal." ucap mama langsung masuk ke dalam, suster bingung ia tak berani mencegahnya.
" maaf Bu dokter Bilal sedang istirahat ia tak bisa di ganggu maaf ya Bu."
" kamu ini baru bekerja beberapa bulan di sini sudah berani melarang saya, saya itu mau ketemu anak saya tolong bangunkan". suster diam ia benar-benar tak berani melakukannya. suster tadi sudah di beri jangan sampai ada yang ganggu.
" maaf Bu saya ngga berani".
" gitu aja ngga berani, bilang saja mama nya yang datang ia tak akan marah ada saya di sini," suster hanya menundukkan wajahnya ia benar-benar tak berani.
" maafkan saya Bu".
Mama kesal ia langsung saja naik ke atas untuk bertemu Bilal. Mama mengetuk pintu beberapa kali padahal Bilal belum lama terlelap. Arsi mendengar ada yang mengetuk-ngetuk pintu ia lalu bangun, di pakainya jilbab instan miliknya kemudian turun untuk membukakan pintu.
" Mama..." arsi terkejut mama nya membangunkan hingga naik ke atas.
" kalian ini jam segini sudah molor".
" maaf ma semalam mas Bilal tak tidur karena ada operasi pasien, sekarang sedang istirahat ".
" ya sudah kalau begitu mama pulang saja,"
" apa mama ada perlu sama mas Bilal, akan arsi bangunkan ma".
" tidak perlu". mama langsung keluar tanpa basa-basi apapun dengan arsi, arsi sangat merasakan perubahan mama mertuanya itu.
__ADS_1
" apa hanya karena aku belum bisa memberikan keturunan untuk nya mama jadi tak bersikap seperti itu." sedih itu yang arsi rasakan. ia kembali masuk ke kamarnya setelah melihat mama pergi.
Ia tau sebenarnya mama sangat menyayangi Bilal terbukti saat Bilal istirahat mama tak membangunkan nya. Arsi menaikkan selimut Bilal yang turun ia memandangi wajah suaminya yang teduh, ia tau suaminya sangat mencintai nya lebih dari apapun. Arsi merasa bersalah karena belum juga memberikan anak, ini hamil yang ketiga berharap bisa sampai melahirkan.
Bilal menggeliat ia mengernyit kan dahinya saat merasa kan tak ada pelukan arsi. Bilal membuka matanya terlihat arsi masih duduk di tepi ranjang melamun.
" sayang kenapa bangun".
" tadi mama ke sini mas tapi langsung pulang".
" mama, ada perlu apa sayang."
" arsi juga ngga tau katanya mampir, ia juga tak meminta arsi untuk membangunkan mas Bilal". ..
" ya sudah sini tidur lagi, mas tak akan nyenyak jika tak memelukmu sayang." ucap Bilal menarik arsi pelan. arsi mengikuti apa yang Bilal mau.
****
Begitulah yang mama alami ia ingin jika Bilal segera punya anak, sifatnya yang berubah mungkin karena setiap di luar orang selalu bertanya mana cucunya. Mental mama seakan terganggu dan ketika melihat arsi rasa tak suka mulai merajai.
" Ma mampir ke rumah Bilal tidak." tanya papa ia sudah pulang dari kantor lebih awal.
" iya cuma sebentar, Bilal sedang istirahat semalam ia ada operasi". jawab mama ikut duduk di sofa ruang televisi.
" tapi ada arsi kan ma, bagaimana kehamilan nya ma." papa juga antusias ingin punya cucu, harapan nya hanyalah ada Bilal seorang.
" ada tapi mama langsung pulang saja."
" ngga ngobrol dulu sama menantu ".
__ADS_1
" ngga pa mama capek jadi langsung pulang". ucap mama tak ingin membahas nya.
" Mama tu sekarang kenapa sih terlihat banget perubahan sikap mama terhadap arsi ".
" ngga tau pa, mama hanya ingin bilal cepat punya anak itu aja sih pa. malu tiap hari di tanya jika ketemu teman tentang cucu sedangkan mereka sudah punya cucu semua." ungkap mama.
" adanya cucu atau tidak Allah yang mengizinkan ma, mungkin memang Bilal saat ini harus fokus dulu dengan pekerjaan nya. mama tau ngga siapa yang bilal tangani semalam hingga ia siang ini lelah harus istirahat." mama menggeleng.
" Anak dari pejabat ma, Bilal masih menjadi sorotan karena ia yang menangani pasien itu. jika anak pejabat itu berhasil sembuh anak kita Bilal akan menjadi dokter terkenal ma. mungkin itu juga Allah menunda anak untuk Bilal, karena Allah ingin membuat Bilal sukses dalam karirnya dulu. kita doakan saja untuk kebahagiaan Bilal ma, mama liat kan Bilal itu sangat bahagia hidup bersama asri." kata papa panjang lebar untuk menenangkan istrinya.
Orang tua mana yang tak ingin cepat punya cucu, tapi Semua itu kuasa Allah kita hanya bisa ikhtiar saja. arsi dan Bilal pun selalu ikhtiar, karena arsi bukan mandul namun janinnya belum bisa di lahirkan.
" kalau untuk sukses itu pasti pa, mama senang jika Bilal sukses karirnya jadi bagus. tapi kalau tak punya anak untuk apa, siapa yang akan meneruskan silsilah keluarga kita pa".
" Allah akan memberikan nya suatu saat nanti ma, mama lihatkan Bilal dan arsi tak pernah menyerah meski sudah beberapa kali mereka kehilangan bayinya". .
" mudah-mudahan di kehamilan arsi yang ketiga ini bisa sampai melahirkan ya pa."
" aamiin, tapi mama jaga sikap ya supaya arsi menantu kita satu-satunya tidak stres. ia sudah cukup berat ma menahan beban batin, ia pun seperti kita hancur saat tau jika janinnya tak bisa di selamatkan. mama kan wanita pasti tau bagaimana perasaan nya".
" harapan mama terlalu tinggi pa, kan papa tau anak kita hanya Bilal saja. besar harapan mama untuk punya cucu."
" iya ma papa mengerti, arsi dan Bilal juga sedang berusaha ".
" jika saja dulu bilal menikah dengan Sherly pasti sudah punya anak". mama dulu sangat setuju dengan sherly tapi tidak dengan papa, apalagi Bilal langsung menolak nya.
" ma jangan begitu kebahagiaan Bilal ada pada arsi bukan sherly, kita tak boleh bicara seperti itu mungkin inilah yang Allah tetapkan untuk mereka. yang ikhlas ma itu akan membuat hati mama tenang ". mama belum bisa menerima apa yang papa ucapkan kemudian mama berlalu masuk ke kamar ia juga cukup lelah.
___..
__ADS_1
bersambung