
Abah Hasan dan umi menjenguk arsi di rumah sakit, di peluknya erat arsi oleh abahnya. Abah ikut sedih mendengar kabar ini ia jadi teringat Najwa yang rela mencarikan Rahim untuk suaminya. Di usapnya kepala Arsi sembari Abah memberikan doa untuk anaknya.
" Semua kuasa Allah nak, mungkin memang belum saatnya kamu di amanahi seorang anak. Allah masih menginginkan kalian untuk berdua dulu menikmati masa pacaran kalian setelah halal." ucap Abah Hasan menjelaskan agar arsi tak begitu merasa bersalah.
" iya Abah mungkin memang itu maksud dari Allah ini untuk kebaikan kita". jawab Bilal ia benar-benar ikhlas.
" Allah menguji kalian bukan karena tidak sayang dengan kalian tapi karena kalian orang-orang yang kuat. akan ada keindahan setelahnya nak, kebahagiaan yang abadi. Bersyukur lah Allah masih mengujimu untuk mengukur sebagai mana keimanan kalian, di setiap ujian ada pahala untuk kalian ". Abah ingin keduanya kuat.
" maafkan arsi Abah".
" mintalah maaf sama Allah nak, Allah maha pemaaf ". arsi mengangguk Abah kemudian mengusap air mata anaknya.
" Abah dan umi menginap ya". pinta arsi juga Bilal.
" Sebenarnya Abah ingin nak, tapi ada kewajiban yang harus Abah tunaikan. dan arsi pasti sudah tau apa itu." abahnya adalah seorang pemimpin pondok pesantren ada ribuan santri yang begitu membutuhkan nya.
" iya Abah arsi mengerti, ".
" Lapangkan pikiranmu nak jangan di buat terlalu memikirkan, masih ada Bilal suamimu yang harus kamu urus. kewajiban seorang istri melayani suaminya dengan baik." arsi mengangguk ada kekuatan dari orang tuanya hingga ia bisa berfikir lebih terang lagi.
Mama datang bersama papa, papa langsung memeluk menantunya tapi tidak dengan mama ia bermuka sinis. Bilal tau kekecewaan mama nya tapi bagaimanapun juga itu bukan kehendak nya ataupun arsi tapi Allah yang belum mengizinkan mereka memiliki momongan.
" Bagaimana keadaan mu nak". tanya papa mengusap kepala arsi.
" Alhamdulillah pa lebih baik". papa tersenyum ia tau bagaimana hancurnya hati arsi ketika mengetahui jika ia keguguran kembali.
" jangan terlalu di pikirkan ya, kalian masih bisa mencobanya lagi. jangan bersedih yang teramat, Allah sedang menguji kalian". papa dan Abah saling berpelukan menyapa.
" Sudah singgah dari tadi kiyai." tanya papa sopan.
__ADS_1
" Alhamdulillah sudah sejak satu jam yang lalu".
" maaf saya baru datang, saya sedang di luar kota saat Bilal memberi kabar". terang ayah ia datang tak cepat dari besannya.
" iya Bilal sudah memberitahu kami, tak apa pak. Alhamdulillah arsi sudah lebih baik tinggal pemulihan saja". sejak hari itu mama nya sudah tak mempunyai sikap manis lagi terhadap arsi.
***
Arsi sudah di perbolehkan untuk pulang keadaan nya sudah membaik namun dokter meminta agar arsi menjaga jarak untuk hamil lagi. dokter memberikan waktu sekitar enam bulan agar rahim benar-benar siap kembali, karena melihat kejadian yang lalu arsi sudah dua kali keguguran. Saat ia keguguran bukan dokter Sherly yang menanganinya tapi dokter umum yang berjaga saat itu.
" Sayang bangun sudah siang". karena masih ada masa nifas Bilal tak membangunkan arsi hingga siang. arsi membuka matanya ia menggeliat, di bukanya hordeng jendela oleh Bilal. matahari masuk ke celah cendela langsung menyoroti arsi. Bilal tertawa melihat arsi yang berusaha menutupi matanya.
" Sudah siang mas, kenapa tak bangunkan arsi". Bilal menyelipkan rambut arsi yang sedang acak-acakan.
" Kamu tidur nyenyak sekali sayang, mas tak tega bangunkan kamu". Bilal mendaratkan kecupan selamat paginya.
" tapi kan mas harus kerja arsi belum menyiapkan sarapan ".
" kenapa mas tak kerja terus pasien mas bagaimana ". arsi tak ingin pasiennya menunggu mereka butuh penanganan segera.
" mas ambil cuti sayang ada dokter lain juga ada dokter praktek yang sedang magang jadi mas di izinkan untuk cuti selama tiga hari". ucap Bilal ia menuntun arsi ke kamar mandi agar istrinya mencuci muka lalu gosok gigi.
" terus mas nanti jika ada pasien darurat ". Bilal tersenyum ia menyiapkan sikat gigi dan odolnya untuk arsi.
" Ada dokter lain yang juga ahli sayang, kamu jangan khawatir ya". Bilal sengaja ambil cuti ia ingin menemani istrinya pasca kuret kemarin, ia ingin istrinya tidak stres memikirkan keguguran bayinya.
Bilal menuntun arsi hingga ke meja makan, sudah ada susu juga sarapan untuk arsi. arsi terbelalak kaget semua makanan sudah Bilal hidangkan di meja.
" Mas masak, kenapa semuanya lengkap sepagi ini". tanya arsi ia tak percaya jika suaminya yang memasak.
__ADS_1
" bibik sayang. mas hanya mbantu saja, kamu taukan mas bisanya hanya makan." arsi terkekeh benar yang Bilal katakan, karena Bilal anak satu-satunya ia sedikit di manja oleh mamanya.
" terima kasih mas, arsi lapar". senyum terukir dari wajah arsi saat itu, Bilal jadi sangat lega. tak tau jadinya jika Bilal tinggal bekerja arsi akan memikirkan hal yang sudah berlalu dan tak bisa di pertahankan lagi.
Bilal menyuapkan sarapan nya untuk arsi, kemarin arsi makan hanya sedikit saja Bilal tau itu. pagi ini dengan suapan dari tangannya arsi makan cukup banyak.
" habiskan sayang". Bilal terus menyuapinya.
" mas tidak makan".
" nanti setelah kamu, sekarang permaisuri harus habiskan makanannya". arsi tertawa saat Bilal mengatakan permaisuri untuk nya. bibik yang sedang bersih-bersih melihat pasangan itu menitikkan air mata.
" ya Allah beri kebahagiaan untuk dokter Bilal dan mba arsi, mereka orang-orang baik". doa bibik saat melihat keduanya tertawa lepas.
" Sayang arsi kenyang, gantian mas yang makan arsi suapin ya".
" Mas bisa sendiri sayang".
" jangan dong ngga akan adik jika mas makan sendiri, arsi suapin". arsi mengambil alih sendok yang ada di tangan Bilal kemudian balik menyuapi suaminya.
" mas harus habiskan juga biar kuat, kuat hadapi kenyataan". hati Bilal terasa tercubit seharusnya kata-kata itu di tujukan kepada arsi tapi justru sebaliknya arsi sembari tertawa sehingga tak sadar dengan ucapannya.
" terima kasih sayang, sudah menjadi istriku yang sangat baik. mas sangat mencintaimu sangat sayang".
" arsi juga mencintai mas Bilal yang selalu membuat arsi damai. mas laki-laki yang belum pernah arsi temukan di dunia ini".
" tak akan pernah sayang karena mas Bilal nya arsi cuma ada satu di dunia ini." keduanya kembali tertawa seolah mereka lupa atas kejadian kemarin.
Pagi itu di iringi canda tawa yang indah, pagi yang indah menurut Bilal. karena arsi bisa lupa atas kemarin apa yang telah ia alami. keduanya lalu mandi bersama, sengaja Bilal lakukan agar arsi seharian ini tertawa bersamanya.
__ADS_1
bersambung ....
mohon tinggalkan jejak ya