Takdir Cinta Arsi

Takdir Cinta Arsi
mengutarakan keinginan


__ADS_3

Rencana mama untuk menikahkan Bilal dan sherly sudah bulat, ia tak peduli jika Bilal menolak. mama akan tetap memaksanya bagaimana pun caranya sherly harus menikah dengan Bilal. mama berjalan ke rumah sakit untuk menemui Bilal, padahal saat ini Bilal masih ada di rumah operasi pasti mama akan menunggu lama. tak menyurutkan niat mama untuk rencananya datang ke rumah sakit.


Dua jam berlalu akhirnya Bilal pun keluar ruangan, Bilal kembali ke ruangannya ia akan bebersih dirinya dan cuci muka. di dalam sangatlah panas karena ia bekerja sungguh serius.


" mama kapan datang ". Bilal langsung Salim mencium tangan mama nya.


" sejak dua jam lalu, mama sengaja menunggu mu". ucap mama santai mengikuti Bilal masuk ke ruangan nya.


" ada apa ma penting banget sampai mama betah menunggu Bilal".


" iya Bilal sangat penting ini demi kebahagiaan mu dan kelanjutan hidupmu".


" apa maksud nya ma, Bilal sekarang sudah sangat bahagia bahkan sangat bahagia. punya mama dan papa yang masih sehat selalu juga ada Arsi cinta Bilal." ucap Bilal sembari tersenyum ia lalu duduk di kursi empuk nya.


" Bahagia tanpa anak, kamu munafik Bilal".


" ma tolong jangan bahas itu ma, Bilal sudah membicarakan nya dari dulu kan ma kita masih berusaha. dan sekarang Bilal masih sama bahagianya. arsi wanita yang sangat Bilal cintai ma".


" Persetan dengan cinta Bilal, arsi tak bisa memberimu anak Bilal". ucap mama dengan penekanan nada yang tinggi.


" arsi tidak mandul ia bisa hamil hanya saja kami kurang beruntung untuk cepat bisa memiliki anak. Bilal dan arsi masih terus mencobanya ma hingga ia hadir dalam perut arsi nanti ".


" mama ngga mau Bilal kamu harus menikah lagi, dalam agama kita punya istri lebih dari satu di perbolehkan Bilal. kamu tak kan kehilangan arsi nantinya "


" ma mungkin arsi akan sanggup menerima semuanya karena dia wanita saliha tapi tidak dengan Bilal ma, Bilal tak mau melakukannya meski arsi setuju."


" kamu jangan keras kepala Bilal, umurmu semakin tua Bilal mau sampai kapan kamu menunggu arsi hamil lagi. kamu bilang dokter Zaskia memberinya waktu tiga bulan agar arsi bisa hamil lagi. tapi kenyataannya mana, hingga sekarang arsi belum hamil lagi. mama kecewa sama arsi Bilal, umur pernikahan kalian sudah tiga tahun lebih". ungkap mama dengan nada tinggi.


" ma Bilal mohon sabar ya ma, Bilal yakin arsi akan bisa melahirkan darah daging Bilal".


" sabar terus, mama tak bisa sabar lagi Bilal". mama langsung keluar ruangan Bilal ia pergi dengan kemarahan nya.


" astaghfirullah mama". Bilal tak ingin mengejar mama nya karena ini d rumah sakit tak ingin dirinya jadi tontonan, ia membiarkan supaya mama nya tenang dulu.


' kenapa mama Setega itu apa salah arsi, hanya karena belum memberikan cucu untuk nya ia sangat marah. padahal arsi itu istri dan menantu yang sangat baik.' batin Bilal.

__ADS_1


Bilal jadi teringat istrinya ia takut mamanya datang ke rumah untuk mendesak arsi. Bilal lalu menelepon arsi ia merindukan sosok istri nya yang melihat senyumnya saja Bilal merasa bahagia.


" katanya ada operasi mas sudah selesai". suara ceria arsi terdengar.


" iya sayang sudah selesai kamu sedang apa."


" lagi main sama bunga ada suster tuh yang bantu arsi". arsi menghadap kan layarnya ke suster, suster pun tersenyum.


" jangan lelah ya sayang, minta bantu yang lain saja jangan kamu selesaikan sendiri". ucap Bilal ia bahagia melihat istrinya kembali ceria.


" iya mas, arsi hanya belai saja. kalau sudah selesai cepetan pulang ya mas".


" tumben kamu nyuruh mas cepat pulang, ada apa sayang". arsi tersenyum.


" tidak ada apa-apa mas, hanya saja kangen apa ngga boleh".


" ya boleh banget dong sayang, okey mas akan lekas pulang. mau di bawain apa, atau pengen makan apa."


" martabak manis saja mas seperti nya enak."


Bilal berjalan keluar ia akan pulang karena memang sudah selesai tak ada pasien darurat lagi, kalau pasien yang rawat dengan luka tak serius ada dokter-dokter yang bisa menangani nya.


" Bilal tunggu..." teriak Sherly. namun Bilal terus berjalan lurus ia tak mau berbicara dengan Sherly.


" Bilal aku nebeng ya mobilku ada di bengkel". ucap sherly kemudian ia sudah berjalan beriringan dengan Bilal


" maaf Sherli aku tak bisa, aku akan mampir dulu ada yang perlu aku beli titipan istri ku".


" hanya nebeng ke depan saja".


" maaf aku bener-bener tak bisa". Bilal berlalu berjalan dengan cepat menuju mobilnya, Bilal tak ingin Sherly menyerobot masuk ke mobil seperti pernah ia lakukan dulu.


" Bilal, dasar sombong. ia sangat berubah semenjak menikah, liat saja sebentar lagi kamu akan luluh denganku Bilal". ucap Sherly dengan sinis.


Bilal melajukan mobilnya dengan cepat ia tak ingin Sherli makin mendekat, Sherli berdiri di pinggir jalan menunggu taksi.

__ADS_1


Bilal tersenyum manis saat yang ia butuhkan ternyata sudah ada, martabak manis mang Aceng sudah mangkal tak perlu menunggu.


" mang martabak nya tiga ya". ucap Bilal.


" eh pak dokter udah lama tak kelihatan lagi sibuk ya, sekarang mah jadi dokter terkenal pasti makin tak banyak waktu".


" maaf mang jika istri saya minta saja belinya, udah lama ya mang".


" Kemarin mamang lihat televisi, wajah dokter Bilal mah tersorot. hebat dokter bisa nyembuhin anak pejabat yang parah." kata mamang sembari mulai memasak martabak nya.


" yang nyembuhin Allah mang saya hanya perantara saja."


" tapi mah keren dokter Bilal tetapkan yang usaha, keren sukses terus tak dokter."


" aaminn makasih mang". Bilal selalu ramah kepada siapapun tak memberi batas kedekatan.


" sehat selalu untuk dokter dan istrinya, semoga apa yang dokter harapkan Allah kabulkan".


" aamiin ya rabbal alamin"


" nih martabaknya manis penuh cinta untuk istri." Bilal tersenyum bisa wae mamang ini.


" permisi ya mang makasih banyak."


" sama-sama dokter." Bilal membayar nya kemudian ia pamit pulang.


Bilal senyum-senyum ingat ucapan mamang, martabak manis penuh cinta untuk istri. Bilal memang sangat mencintai istrinya ia tak akan pernah tega menyakiti arsi sedikitpun.


Arsi masih berada di depan ia sibuk dengan bunga-bunga nya di temani bibik, suster juga mamang kebun. Kesenangan arsi jika di rumah itu di taman kecilnya yang di buatkan Bilal, ia sangat suka merawat bunga-bunga nya dengan lembut. selayaknya hati arsi yang begitu lembut, bagi Bilal arsi adalah segalanya selain mama nya. Istri yang ia nantikan setelah bertahun-tahun ia berdoa untuk arsi agar di pertemukan kembali.


___


dukung othor ya pembaca


like, komen, hadiah dan vote.

__ADS_1


__ADS_2