
Pakkk...
Tamparan itu di berikan Zahra untuk Sherly cukup kuat, geram rasanya apalagi saat Zahra mendengar jika arsi di beri obat bukan penguat kandungan melainkan penggugur.
Sherly mengaduh kesakitan, jika di lihat pasti pipi Sherly akan merah karena Zahra begitu kuat menamparnya. tak ingin berlarut karena di sini posisi Sherly terpojokkan ia lalu pergi melajukan mobilnya. sedang kan Zahra dan arsi lalu masuk ke mobil Bilal.
Dengan cepat mobil di lajukan ke rumah sakit, para perawat pun berlarian untuk menolong mamanya Bilal. Bilal beranjak ikut masuk ke ruang UGD untuk memeriksa mamanya, di luar ada Abah, umi juga Faras sedang menunggu sedangkan Zahra datang belakangan bersama arsi membawa mobilnya Bilal.
Rasa panik ada di hati semuanya takut jika terjadi apa-apa pada mama, tangan arsi dingin ia tak ingin mertuanya kenapa-napa. Zahra memegang tangan arsi untuk menenangkan. Sekitar tiga puluh menit Bilal keluar dari ruangan ia langsung mendatangi istrinya.
" bagaimana mama". tanya arsi, semua pun ingin mendengar jawaban dari Bilal.
" Alhamdulillah mama hanya syok saja, butuh istirahat dulu tadi mas suntikkan obat tidur agar pikirannya tenang". ucap Bilal mengecup kepala arsi tak ingin istrinya itu panik. Hanya Sherly yang tak ikut datang ke rumah sakit entah kemana ia berada.
" Aku tak habis pikir kenapa Sherly begitu tega melakukan hal itu" ucap Faras ia orang yang pertama kali kesal mendengar kata poligami menikah lagi.
" obsesi mas, ia terlalu terobsesi dengan Bilal hingga ia seberani itu melenyapkan bayi yang tidak bersalah ".
" aku akan menceraikan dia." ucap Bilal.
" memang itu harus, apa kamu mau memelihara ular dalam kehidupan mu". ucap faras sebenarnya ia juga kesal dengan Bilal.
" pikirkan mama mas". ucap arsi lagi.
" tidak sayang mama pasti akan mengerti, perbuatan Sherly sudah keterlaluan ".
" ya memang, laporkan saja ia pada polisi ". kata Faras geram.
__ADS_1
" jangan mas, kita selesaikan dengan kekeluargaan ". ucap arsi karena ia tak mau menyimpan dendam.
" Ya ampun arsi kamu masih kasihan sama wanita ular itu, biarkan saja dia masuk penjara".
" kasihan dokter Sherly reputasi dia bisa hancur." arsi masih saja terlalu baik.
" biarkan saja kenapa kamu berfikir seperti itu, itu ulah dia sendiri. itu bisa di katakan pembunuhan".
" mas kecilkan suaranya". pinta Zahra. lalu Faras diam, arsi masih kekeh jika ia ingin masalah ini di selesaikan dengan kekeluargaan.
waktu sudah sore, Faras dan Zahra pamit kasihan tiga bocil yang ia tinggal sejak tadi. meskipun di rumah ada orang tua Faras tetap saja Zahra selalu mengasuh anak-anak nya sendiri. Sedangkan Abah dan umi, Bilal menyuruh nya untuk pulang karena tak baik berlama di rumah sakit. ada papa nya Bilal yang akan menjaga mamanya juga arsi dan dirinya
Bilal selalu merengkuh jemari arsi tak ia lepaskan sedikit pun. terdengar suara tangis dari dalam, papa langsung mendekat ternyata mama yang sudah siuman namun ia langsung menangis. Bilal dan arsi pun mendekat dengan Bilal masih memegang tangan arsi, sebenarnya arsi takut. takut jika mama Bilal ngamuk seperti tadi lagi mencaci dirinya.
Sorot matanya mengarah ke arsi, lalu arsi merasa takut tangannya mencengkeram kuat tangan Bilal. Bilal tau jika istri nya ketakutan, Bilal tetap menarik arsi mendekati mamanya.
" tidak ma, bukan salah mama". dengan lembut arsi mendekat dan mencium tangan mama. Bilal mengusap kepala arsi, ia bahagia kini mamanya sadar.
" mama telah di butakan oleh keinginan mama sendiri, tanpa tau sebenarnya bukan kamu yang bersalah. Benar kata Bilal kamu itu berlian". ucap mama.
" Arsi tau posisi mama bagaimana seorang ibu menginginkan hal itu untuk anaknya, arsi yang seharusnya minta maaf ma."
" tidak nak, mama sangat malu dengan orang tuamu nak." lalu arsi memeluk sang mertua.
" Bilal ceraikan saja Sherly, mama tak mau punya menantu yang seperti iblis itu. mama tak menyangka jika ia sejahat itu dengan kita."
" iya ma secepatnya pasti, untung saja pernikahan kami hanya siri jadi tak akan kesulitan untuk mengurus surat menyurat nya. inilah yang selalu Bilal katakan sejak dulu ma, jika Bilal sangat ingin memiliki berlian itu selamanya". Bilal mencium kepala Arsi.
__ADS_1
" iya sayang mama juga akan ikut menjaga berlian itu". mama tersenyum di ikuti papa yang sejak tadi hanya melihat adegan mereka.
" mama tau kabar baiknya, arsi hamil ma kita berdoa semoga Allah menjaga janin arsi dan bisa melahirkan anaknya Bilal. Dokter Zaskia yang akan menjadi dokter pribadi Arsi ". mama kembali menitikkan air mata
" Alhamdulillah mama senang mendengar nya, mama tak akan meminta lagi jika memang arsi tidak akan melahirkan anakmu mama tak akan memintamu menikah lagi. cukup arsi lah menantu mama seorang berlian yang harus di jaga ". Bilal tersenyum senang.
" aamiin ma, terima kasih ".
" kamu memang sejak dulu menurut sama mama bilal, mama sungguh malu pada kalian Karana ego mama banyak orang yang tersakiti ".
" mama jangan pikirkan itu lagi ya, sekarang mama sembuh dulu". mama mengangguk.
__
di tempat lain Sherly marah dengan uring-uringan ia lempar semua barang yang ada di apartemen nya. Sherly berteriak sekencang nya, usahanya tidak membuahkan hasil justru malah kacau.
Sherly menghubungi temannya Bimo yang menjadi temanya selama ini. Bimo pun senang ia membawa minuman keras seperti permintaan sherly. Sherly ingin melupakan segalanya untuk masalah nya hari ini.
Tak sadar Sherly terus meneguk minuman keras itu hingga mabuk tak sadarkan diri. Dengan bringas Bimo memanfaatkan Sherly ia meniduri Sherly karena memang sejak lama Bimo sebenarnya menyukai Sherly.
Sherly masih meracau matanya terasa rabun yang ia lihat bukanlah Bimo di depannya tapi wajah Bilal. Sherly pun meracau dengan terus menyebut nama Bilal, Bimo tak peduli malam itu yang ada di pikiran Bimo yang penting ia bisa menguasai Sherly seutuhnya.
Detik kehancuran Sherly juga saat ini, Bimo benar-benar menghancurkan hidup Sherly. hingga malam itu menjadi malam terindah untuk Bimo. Bimo adalah pengusaha sukses, perusahaan ayahnya sangat besar ia menyukai sherly sejak duduk di bangku SMA. namun Sherly hanya menganggap Bimo sebagai teman dan anak dari rekan bisnis orang tuanya.
Keduanya kelelahan dengan adegan ranjang yang tak tau berapa kali Bimo melakukan nya karena Sherly juga membalas permainan Bimo. Akhirnya keduanya ambruk Sherly tidur lebih dulu, lalu Bimo memeluk Sherly kemudian mereka tertidur berdua hingga pagi menjelang. Sungguh tabiat Sherly memang sangat buruk bukannya bertaubat justru minuman keras yang menjadi pelariannya.
--
__ADS_1
bersambung