Takdir Cinta Seorang Misanris

Takdir Cinta Seorang Misanris
10. Aku Sudah Menikah


__ADS_3

"Kerja bagus!"


Kata Zayyad yang saat ini sedang berkomunikasi dengan Bakri melalui earphone bluetooth nya.


Sedangkan kedua tangannya fokus menyetir.


"Apa!"


"Kakek menyuruh mu untuk mengatur perpindahan mereka di vila ku?"


"Kenapa kakek tidak mengatakan hal ini padaku lebih dulu"


"Baiklah! Dilantai bawah ada dua kamar tamu yang kosong. Atur itu untuk mereka"


Dan sambungan telepon terputus.


Zayyad dengan kesal memukul setang setirnya.


Sebenarnya beberapa hari yang lalu ia sudah menugaskan Bakri untuk merancang rencana bagaimana caranya ia nanti menikah, tanpa terhubung sedikit pun dengan mempelai wanita.


Dan cincin yang berukuran sangat pas dan terkunci di jari setelah Alina memakainya, ternyata itu juga adalah bagian dari rencana Bakri.


Dengan begitu ia tidak perlu memakaikan cincin tersebut setelah prosesi ijab kabul.


Setelahnya Bakri sudah mengatur pertemuan bisnisnya tepat setelah proses ijab kabul selesai.


Karenanya ia dapat meloloskan diri sekarang.


Sejauh ini ia merasa sangat puas dengan kinerja asisten pribadinya yang merangkap sekretaris nya itu.


Tapi entah kenapa ia merasa sedikit tidak bahagia.


Karena pada akhirnya Bakri gagal menghentikan rencana kakeknya yang membawa dua wanita asing itu pindah ke vila nya.


Memikirkan hidup dengan dua orang wanita di vila besarnya. Entah kenapa mood nya langsung buruk.


Zayyad pun pada akhirnya sampai ke perusahaan dan melakukan pertemuan bisnisnya.


Setelah itu ia langsung memutuskan untuk pergi ke sesuatu tempat.


Tapi sebelum itu ia diam-diam bertukar mobil dengan Bakri.

__ADS_1


"Perlengkapan seperti biasa sudah kau atur?"


Tanya Zayyad yang sudah menyerahkan kunci mobilnya pada Bakri.


"Sudah pak!"


Zayyad pun akhirnya masuk kedalam mobil rental yang disiapkan Bakri pada situasi tertentu yang ia butuhkan.


Didalam sana Bakri sudah menyiapkan beberapa barang untuk penyamarannya.


Zayyad mengambil kumis palsu dan memakainya. Memasang rambut wig keriting dan mengenakan kacamata hitam.


Dengan begitu ia siap menyalakan mesin mobil dan pergi.


Mobil tersebut berhenti tepat di sebuah praktek kecil.


Zayyad pun keluar dan masuk kedalamnya.


Seorang pria paruh baya langsung menyambut kedatangan nya.


"Tuan Zayyad"


Keduanya berjabat tangan.


Pria paruh baya tersebut mempersilakan nya duduk di sofa. Biasanya ada asisten yang membantu nya di ruangan.


Tapi setelah mengetahui kunjungan Zayyad, ia sudah menyuruh asistennya itu pergi.


Sekarang di tempat praktek nya itu hanyalah dirinya dan Zayyad.


"Dokter Malazi sekarang aku sudah menikah"


Malazi adalah nama pria paruh baya itu. Ia merasakan psikiater biasa di kota Y tapi memperoleh kepercayaan besar dari seorang Zayyad yang merupakan salah satu orang besar di kota Y.


Tentu saja Malazi tidak lagi terkejut dengan pernyataan Zayyad.


Ia sudah mendengar kabar pernikahan nya yang biasa saja di rumah sakit di surat kabar.


"Jadi dok apa yang harus kulakukan? Sekarang aku akan tinggal bersama dua wanita asing di kediaman ku, yang satu istri ku dan yang lainnya adalah ibu mertuaku"


Sebenarnya rumor yang beredar tentang Zayyad tidak sepenuhnya salah.

__ADS_1


Kabar ia seorang gay itu jelas sekali tidak benar.


Tapi rumor yang mengatakan nya memiliki sisi abnormal, yaitu ketakutan pada wanita. Itu benar adanya.


"Sudah saatnya anda membiasakan diri untuk berhubungan dengan wanita. Bagaimana pun anda tidak dapat terus menghindar di sepanjang kehidupan anda. Gynophobia adalah sebuah ketakutan yang membuat anda sedikit abnormal dari pria kebanyakan. Tapi bukan berarti anda akan selamanya hidup dengan ketakutan itu"


Zayyad jika bisa sangat ingin hidup menjadi pria normal seperti yang Malazi katakan.


Tapi apa daya? Ia sejauh ini sudah mencoba keras untuk mengusir ketakutannya. Tapi sayangnya ia tidak dapat melakukannya.


"Lalu apakah anda sudah mempunyai solusi terbaik untuk saya?"


Malazi sebagai psikiater biasa sebenarnya sangat kompeten. Apalagi itu di dukung dari semua pengalaman kerja nya bertahun-tahun.


Tapi ini adalah pertama kali ia menangani kasus seperti Zayyad. Dan ia dapat merasakan itu sedikit sulit untuk ia tangani.


Ia sudah menyuruh Zayyad untuk mencoba mencari psikiater lain. Tapi pria itu bersikeras menolak.


"Pembiasan. Mungkin ini sedikit sulit untuk anda lakukan tapi saya harap tuan Zayyad mau mencobanya"


"Apa itu?"


"Konsepnya sangat sederhana. Seseorang yang awalnya tidak pernah berjalan kaki tentunya sangat menghindari aktivitas tersebut, karena dalam pikirannya, ia tau betapa melelahkan nya berjalan kaki dan itu hanya akan membuat 'tulang kakinya seakan patah' dan pegal. Tapi setelah seseorang itu mencoba membiasakan diri terhadap itu, tentu pada awalnya ia merasakan seperti apa yang ia pikirkan sebelumnya.


"Tapi setelah ia terbiasa melakukan nya secara terus-menerus, tubuh nya perlahan akan membentuk adaptasi khusus terhadap 'jalan kaki' yang pada akhirnya ia tidak akan merasa mudah lelah dan pegal lagi serta perasaan 'tulang yang seakan patah' tidak akan muncul lagi dalam pikirannya"


"Jadi dalam diri anda ini menyimpan ketakutan terhadap wanita, karena anda sudah lama menjaga jarak anda dengan mereka dan mengklaim bahwa mereka semua itu buruk dalam pikiran anda. Tapi cobalah sekarang untuk melakukan beberapa interaksi ringan dengan wanita, tidak perlu terlalu langsung, anda dapat memulai nya dengan beberapa kontak mata dan bicara sepatah kata"


"Mungkin awalnya anda akan merasa gelisah dan takut, tapi setelah anda membiasakan diri dengan itu. Tubuh, kesadaran dan pikiran anda akan ikut beradaptasi dengan kebiasaan anda, secara perlahan ini akan menghapus segala pikiran buruk anda terhadap wanita dan anda akan semakin membiasakan diri terhadap mereka"


"Tapi dok saya masih tidak mampu menyingkirkan pengalaman buruk itu dari ingatan saya"


"Bagaimana pun situasi saya tidak sama dengan seseorang yang tidak terbiasa berjalan kaki. Seseorang yang tidak terbiasa berjalan kaki itu hanya memikirkan aktivitas itu melelahkan, tapi situasi saya berbeda. Pikiran buruk saya terbentuk karena pengalaman masa lalu saya"


Mendengar penuturan Zayyad. Malazi mau tidak mau mengangguk kan kepala setuju.


"Tapi bagaimana pun juga pada akhirnya anda butuh pembuktian untuk menyangkal pikiran buruk anda terhadap wanita"


Dan konsultasi mereka pun berakhir sampai disitu.


___

__ADS_1


__ADS_2