Takdir Cinta Seorang Misanris

Takdir Cinta Seorang Misanris
37. Menyingkir Dari Tubuh Suamiku


__ADS_3

Alina yang sudah sampai ke perusahaan. Di sambut dengan sangat sopan oleh para karyawan yang semua nya adalah pria.


Karenanya ia hanya berjalan begitu saja tanpa menghiraukan satupun sapaan dari mereka.


Para karyawan tidak begitu mengambil pusing. Mereka hanya beranggapan kebanyakan nyonya kaya memang selalu seperti itu. Sombong dan tidak ramah.


Sampai di lantai lima puluh. Alina terus berjalan menuju ruangan Zayyad berada hanya untuk menangkap beberapa keributan didalamnya.


Prang..


Itu terdengar seperti benda pecah belah yang baru saja dibanting ke lantai.


Brak!


Seperti tumpukan kertas dan dokumen yang jatuh bertebaran di atas lantai.


Alina merajut sepasang alisnya, tangan nya sudah memegang daun pintu. Ketika ia membuka nya.


Pemandangan ruangan yang kacau menyambut matanya. Vas bunga yang sudah pecah, cangkir yang sudah hancur berkeping-keping dan dokumen serta kertas-kertas yang berserakan di atas lantai.


Belum habis sampai disitu, Alina kembali di kejutkan dengan pemandangan dua orang yang bergulat di atas sofa.


Seorang pria yang sudah terkulai lemah di sofa dengan kemeja atas nya sudah separuh terbuka. Diatasnya ada seorang wanita yang menindih nya.


Wanita itu terlihat sangat liar dan menggoda. Ia terlihat begitu agresif mencium seseorang di bawah nya. Dan pria yang sudah tak berdaya itu masih berjuang keras untuk menghindar.


Pandangan Alina jatuh ke meja menemukan jas putih yang tak lagi asing di matanya. Lalu menurunkan pandangan nya kebawah, sepasang high heels bewarna merah menyala berserakan bersama sepatu hitam milik pria.


Ketika melihat kembali ke sofa. Alina melihat wanita itu sudah berpindah pada kaki telanjang Zayyad. Dia menjulurkan lidahnya dan menjilati telapak kaki itu penuh hasrat.


"Alina..."


Terdengar suara lirih yang memanggil namanya.


"T-tolong aku Alina..."


Tatapan Alina jatuh pada Zayyad. Kondisi nya sama persis dengan malam ketika ia melihatnya duduk di pojok dapur dengan tubuh bergetar ketakutan.


Matanya yang biasanya terlihat jauh dan asing. Itu seperti ratapan seorang bocah yang memohon pertolongan. Bibirnya yang coklat kemerahan bergetar. Mulutnya sesekali terbuka nyaris seperti hendak muntah.


Dahinya sudah basah dengan keringat. Dan bulu matanya yang bergetar lemah. Tampak seperti sayap kupu-kupu yang patah dan siap menyerah untuk terbang.

__ADS_1


"T-tolong.." Kelopak mata nya jatuh tertutup. Kepalanya terkulai, Zayyad sudah kehilangan kesadarannya.


"Aku tidak menyangka akan bertemu seorang wanita yang sangat liar di sini"


Alina akhirnya berjalan masuk dan menutup pintu dengan rapat.


Wanita itu berhenti menjilati kaki Zayyad. Karena ia begitu sibuk dengan pekerjaannya tadi, ia sampai tidak menyadari bahwa sudah ada orang di dalam ruangan.


Meletakkan kaki Zayyad, ia menoleh pada Alina.


"Menjilat telapak kaki seorang pria, tidakkah itu menjijikkan?" Alina mengomentari tindakan wanita itu dan bergidik.


"Kamu tidak perlu mencampuri urusan saya" Wanita itu merasa tak senang karena kesenangan nya di ganggu. "Lebih baik pergi dari ruangan ini sekarang" Katanya lagi dengan tatapan sedikit menggertak.


Alina yang melihat itu hanya mengangkat dagunya sambil memberi tatapan angkuh. "Jika aku tidak mau?"


"Saya akan menyuruh Zayyad untuk memecat karyawan yang sangat tidak sopan seperti kamu" Katanya dengan nada yang mengancam.


"Pftt.." Alina menekan perut nya tak sanggup menahan tawa.


Melihat Alina yang tertawa wanita itu semakin merasa tidak senang. Dia dengan marah berkata. "Kau pikir aku bercanda?"


"Apakah perusahaan ini memiliki karyawan wanita, hem?"


Lalu jika bukan karyawan, siapa wanita yang ada di hadapannya ini?


"Kamu ****** tua!" Gertak Alina dengan tidak sopan. Tak peduli yang di hadapannya itu lebih tua darinya. Melihat tindakan kejinya saja cukup menghilangkan rasa respeknya.


"Menyingkir dari tubuh suamiku"


Kali ini wanita itu tercengang. Matanya terbelalak lebar tak percaya. "S-suami mu?" Ia tidak pernah menyangka akan bertemu dengan istri Zayyad dalam keadaan seperti ini.


Alina yang melihat wanita itu yang masih belum bergerak. Dengan tak sabar mendatangi nya. "Berhenti mengotori suamiku" Katanya sambil menarik tangan wanita itu hingga terhuyung jatuh ke lantai.


Alina mengambil jas Zayyad yang ada di atas meja, lalu menutupi tubuhnya yang sudah separuh terbuka. Tapi ia sangat terkejut ketika melihat leher dan tulang selangka nya yang halus sudah penuh dengan memar bekas gigitan.


Wanita tua itu ternyata sangat buas!


"Kau berani melakukan ini padaku?" Wanita itu merasa sangat murka di perlakukan seperti itu.


"Kenapa tidak berani?" Alina dengan angkuh melipat kedua tangan di depan dadanya.

__ADS_1


Wanita itu hilang kesabaran terus berdiri. Ia mengambil langkah kedepan siap untuk menampar pipi wanita berhijab di hadapannya.


Tapi Alina dengan sigap menangkap pergelangan tangannya. "Bukankah seharusnya aku yang menamparmu?" Matanya menyala dengan api ketidakpuasan. "Karena sudah berani melecehkan suamiku"


"Kau tau aku ini siapa?"


"Siapa kamu bukan urusan ku" Alina menjatuhkan tangan wanita paruh baya itu dengan kasar. Lalu menepuk kedua tangannya berkali-kali sambil bertiup, seperti baru saja membersihkan debu dan kotoran di tangannya.


Wanita paruh baya itu menekan amarah nya, rahangnya mengeras dan tangan nya terkepal. Wanita berhijab itu sungguh berani memperlakukannya seperti kotoran.


"Lihat saja!" Wanita itu menyunggingkan bibirnya dengan senyum iblis. "Perlakuan mu ini, aku akan membalas nya"


Wanita itu dengan kesal mengambil tas tangannya yang ada di atas meja kopi. Walau kesenangan nya tertunda karena wanita berhijab itu tapi setidaknya ia sudah mendapatkan apa tujuannya.


Alina mendapatkan keganjilan dari situasi ini, tanpa sengaja pandangan nya jatuh pada tas tangan wanita paruh baya itu yang ternyata ada lubang kecil di sudut nya.


Memusatkan pandangan nya lebih jauh, Alina menangkap lensa kamera di dalamnya.


Tepat ketika wanita itu sudah melangkah pergi kearah pintu. Alina berlari untuk merebut paksa tas tangan itu dari tangan si wanita paruh baya.


"Kau-" Wanita itu terkejut dengan apa yang baru saja di lakukan Alina. "Kembalikan tas ku!"


"Baik" Alina tersenyum sedang tangan nya merogoh isi dalam tas dan mengeluarkan sebuah kamera kecil.


"Bibi anda sudah tua, kenapa masih melakukan tindakan keji seperti ini?" Alina menggeleng-gelengkan kepalanya.


Tangannya menjatuhkan kamera kecil itu kelantai. Mengangkat kakinya, ia menginjak benda itu sampai hancur.


"Kamu-"


"Apa?" Alina mengangkat wajahnya dengan angkuh. "Jika kau tidak senang dengan kamera mu yang sudah hancur" Bibir Alina melengkung tersenyum mempesona. "Aku dapat menggantikan nya dengan yang lebih baik dari ini, bagaimana?"


Habis sudah! Wanita itu merasakan otaknya mendidih seakan hendak pecah. Semua kerja kerasnya barusan hancur karena wanita berhijab yang sombong itu.


"Tunggu pembalasan ku"


Dengan deru nafas yang menggebu, menekan gejolak api amarahnya, ia membuka pintu dan pergi.


"Aku akan menunggu nya bibi.." Alina berteriak keluar, terlihat sangat puas bermain.


___

__ADS_1


Halo, bagaimana kisah Alina dan Zayyad sejauh ini? Sebenarnya TCSM adalah versi pendek dari 'Ikatan Yang Ditakdirkan' yang publish di PF lain. Semoga versi pendek ini dapat menghibur 🥰🥰


__ADS_2