
°Ttrrriiiiiiiiinnggggg° suara alarm membangunkan Cita.
"Eh ini kan di kamarku,, tapi seingat ku,, aku sedang berada di dalam biang lala bersama Delon tapi kenapa sekarang aku bisa ada di kasur ku??",, JANGAN-JANGAN AKU HANYA BERMIMPI MENGHABISKAN WAKTU BERSAMA DELON,, HUAAA AKU JADI BENAR-BENAR GILA KARENA DIA (teriak Cita dengan penuh kebingungan, ia merasa tidak rela jika kebersamaannya dengan Delon hanya sebuah mimpi belakang) "
Di saat otak Cita sedang di penuhi pertanyaan, tiba-tiba ada yang melempar bantal ke arahnya.
"Eh ini bantal siapa?(tanya Cita dengan kesal)"
"Bantal ku kenapa?,, sini balikin cepat!!"
"Kak Jia kenapa ngelempar bantal ke Cita,, sakit tau!!" (tiba-tiba nadanya berubah lembut meskipun masih kesal)
"Masih nanya lagi kenapa!!,, kamu itu yang kenapa teriak-teriak ganggu tidur orang aja,, lagian kamu kemarin memang pergi sama Delon itu bukan mimpi"
Betapa senangnya Cita saat mendengar bahwa saat kebersamaannya dengan Delon bukan hanya sekedar mimpi belakang.
__ADS_1
"Wah kayanya kamu memang bener-bener jadi gila dah,, tadi teriak-teriak gak jelas sekarang senyum-senyum sendiri" (merinding kak Jia ketika melihat tingkah Cita)
"Ha,, eh,, itu,, kaka tau gak kenapa aku bangun-bangun udah di kasur,, soal nya seingatku,, aku sama Delon lagi ada di dalam biang lala"
"Delon yang menaruhmu di kasurmu,, karena kamu tertidur saat sedang bermain bersam dia" (jawab kak Jia dengan datar)
°Blusss° "Sepertinya jantungku akan meledak karena mendengar Delon yang mengantarku ke kasurku" (dalam hati Cita begitu bahagia)
"Cit,, meding kamu periksa ke dokter deh" (ucap kak Jia yang merinding karena melihat Cita senyum-senyum sendiri)
"Hah!!,, Cita sehat kok kak,, gak perlu ke dokter"
"Eh,, udah jam 6:45 aja,, tenang kak,, kak Jia kan tau kalau pak Maman selalu setia menunggu Cita"
"Dia bukan menunggu kamu tapi menunggu berita terkini tentang mami (menjawab dengan datar),, lagian kamu bisa-bisanya memanfaatkan mami"
__ADS_1
"Cita gak manfaatin mami,, Cita malah membantu mami supaya bisa dapat pasangan"
"Cihh"
*Di sekolah*
Saat jam istirahat Cita mengajak Delon ke taman belakanh sekolahnya,, di sana jarang sekali ada murid atau guru yang lewat, karena itu suasana di sekitar Cita dan Delon begitu sunyi hanya terdengar suara burung yang berkicau merdu.
"Kenapa kamu ngajak aku ke sini?"
"Emm,, itu sebenarnya,, AKU CINTA SAMA KAMU...
Belum selesai Cita mengutarakan isi hatinya cowo yang kini ada di depannya itu memberikan tatapam jijik sambil berlari pergi meninggalkan Cita.
°Deg° "Aaa,, apa barusan dia menatapku dengan tatapn jijik,, ta,, tapi mengapa,, apa karena aku deluan yang mengungkapkan perasaan ku kepadanya,, ta,, tapi bagiku mengungkapkan perasaan kepada cowo yang kita cintai itu juga merupakan hal yang sulit karena biasanya cowo duluan yang menyatakan perasaanya kepada ku,, aa,, apa mungkin dia tidak mencintai aku" (tanya Cita di dalam hati karena ia sekarang sedang di penuhi kebingungan dan tanpa sadar air matanya telah memenuhi pipi imutnya itu)
__ADS_1
*Saat yang sama di tempat lain*
"Hoekk,, sial karena mendengar kata cinta dari Cita perutku terasa mual,, TIDAK,, aku sudah tidak tahan lagi,, sebaiknya aku segera memberikan surat itu kepada Cita"