
•Buona Lettura•
Hari ini adalah hari yang menyenangkan. Dimana Michael tengah berendam bersama Cilla. Tangan nakal Michael mulai berkeliaran kemana-mana. Cilla hanya diam dan gugup. Ia menggigit bibir bawahnya menahan suara desahan. Michael tahu, Cilla sedang menahan sesuatu. Michael tersenyum, ia mengecup bahu mulus itu begitu wangi dan menyegarkan. Michael sudah tak sabaran menghabisinya. Michael melihat sebuah cincin yang melingkar manis nanti indah di jari Cilla.
"Miki...jangan...uhh..." suara desahan imut yang berhasil lolos. Cilla merasakan jari Michael sedang menyelinap ke liangnya.
"Sstt, kau semakin indah baby girl, aku hanya membersihkannya saja" bisik Michael menggoda. Lidahnya menjilat sensual pada bagian leher Cilla. Cilla memejamkan matanya.
"Tapi...uhh...jangan...seperti...uhh...ini..."
"Telanjur" Michael melancarkan aksinya. Ia begitu rindu seluruh tubuh Cilla. Sepertinya ia sudah kecanduan. Milik Michael sudah menegak sempurna. Cilla bisa merasakannya dibawah sana.
"Mau melakukan se*s?" tawar Michael vulgar. Cilla mengangguk mau malu-malu, sudah lama mereka tidak melakukan hal bergairah ini.
Mendapatkan persetujuan dari Cilla. Michael mengambil sabun beraroma mawar. Cilla melarangnya.
"Miki bolehkah aku membersihkannya dulu" ucap Cilla pelan nyaris tak terdengar. Michael membisikkan sebuah jawaban tepat di telinga Cilla.
"Biarkan aku saja yang membersihkannya. Jarimu tidak akan sampai sayang, tapi dengan milikku semuanya akan bersih tenang saja" Michael membaluri miliknya dengan sabun.
Michael mengangkat pinggul Cilla. Miliknya lansung menegak keatas dengan gagah. Perlahan-lahan ia memasukinya.
JLEB...
"Sakit...Miki..." lirih Cilla. Michael mencondongkan sedikit kepalanya. Justru ia terhipnotis dengan raut wajah Cilla yang menggemaskan. Michael memacu nya dengan waktu tempo lambat. Ia sengaja melakukan ini.
"Miki...yang...kencang..." pinta Cilla lirih.
"Baiklah sayang, mari kita membuat skor" Michael menggendong tubuh Cilla. Ia menggunakan gaya baru. Gaya ini sangat disukai untuk perempuan bertubuh mungil. Michael menaruh Cilla di atas meja keramik halus. Cilla terlentang pasrah. Michael mulai maju mundur. Perlahan tapi pasti. Michael lansung menghantamnya sampai menuju inti.
"Aaaaaa...." teriak Cilla frustasi. Michael menghantam dinding kuat itu. Baru saja sepuluh menit, Michael keluar. Tapi dia tidak merasakan lelah. Ia kembali terus memacu dan memacu sampai puas.
**
__ADS_1
"Miki...ampun...ahhhh" Cilla sudah kewalahan menangani nafsu buas kekasihnya yang sekarang telah menjadi calon suaminya.
"Sst...sebentar lagi aku akan sampai...ohhh...yeah..."
Dengan buasnya. Michael mencium dan menjilat payuda*a montok Cilla. Rasanya sangat manis, apalagi di tambah keringat. Sensasi yang luar biasa.
"Ahhhh...I love you...baby girl..." Michael mendiamkan miliknya tertancap di dalam sana mengeluarkan ****** ***** yang berhasil membanjiri seluruh isinya.
"Aaaahhhh...hangat...huh..." Cilla mendesah lelah. Sekujur tubuhnya lemas tak berdaya. Michael mengeluarkan miliknya. Ia tersenyum melihat cairannya keluar begitu banyak. Tangan Cilla memegang luar va**na. Ia menjilat sisa-sisa cairan Michael berpaduan cairannya.
"Apa kau menyukainya?" tanya Michael. Keringat berhasil membanjiri tubuhnya.
"Suka" jawab Cilla ceria. Sungguh Michael benar-benar hebat dan ganas dalam urusan ini.
"Hmmm...mari kita berendam" Michael mengajak Cilla ke bath up.
"Miki...aku...lelah..." rajuk Cilla minta digendong. Michael membalik, melihat Cilla yang memelas seperti itu membuat Michael ingin merasakannya kembali.
"Kemarilah sayang" Michael menggendong lagi tubuh ringan Cilla dengan satu tangan. Perlahan-lahan Michael meletakkan tubuh itu, mengingat tubuh calon istrinya kelelahan. Setelah menaruhnya, baru Michael masuk.
"Ahhh" lega Michael merasakan air hangat yang harum. Cilla duduk dipangkuan Michael sembari mengusap busa-busa ke dada bidang Michael.
"Akupun" Michael mengusap lembut puncak kepala Cilla.
"Kau kemana saja sayang? Sudah lama aku merindukanmu? Kau begitu hilang tertelan bumi."
"Tapi aku merasa senang sekali, kau telah menjadi calon istriku, tinggal satu jenjang lagi kita bersama sayang. Aku sudah tak sabar membuat anak-anak yang lucu nantinya, seperti kamu sayang lucu menggemaskan" Michael membayangkan rumah impiannya yang ada di Indonesia di penuhi oleh gelak tawa dan tangisan anak kecil.
Cilla terharu mendengarnya. Ia begitu bersyukur. Selama ini ia berdoa kepada Tuhan. Dan Tuhan memberinya rintangan berat yang harus ia lalui. Tapi Cilla pantang menyerah. Sekarang kebahagiaan telah melingkupi mereka berdua.
"Cilla, apakah kau mencintaiku?" tanya Michael.
Cilla menatap mata Michael serius. Ia melihat sebuah tatapan cinta. Cilla mengangguk.
"Akupun, cup" Michael mengecup bibir Cilla.
"Sayang, sekali lagi, boleh" Michael memelas penuh harap. Miliknya tegak kembali. Cilla melirik ke bawah. Milik Michael muncul di balik air hangat. Kemudian beralih berhadapan dengan tatapan Michael. Dengan senyuman menggoda, Cilla mengulum barang besar dan berotot milik Michael.
__ADS_1
Dan terjadilah kenikmatan di dalam kamar mandi.
**
"Bean terimakasih telah membantuku selama ini" ucap Michael tulus.
Bean tersenyum. "Sudah sepatutnya aku membantumu."
Michael mengangguk. "Bagaimana keadaan Romeo?" tanya Michael. Saat ini ia belum mendengar kabar Romeo.
"Dia sudah membaik."
Mendengarnya membuat Michael bernafas lega. Akhirnya semua musuh telah ia tumbangkan. Kini kebahagiaan menyambut mereka.
"Kapan kau memiliki kekasih Bean?" tanya Michael.
Bean menjawab. "Sepertinya sudah saatnya aku mencari kekasih, aku akan mencarinya di desa, seperti kau menemukan cintamu di desa."
"Baiklah, itu ide yang bagus" Michael menepuk pundak Bean.
"Aku tahu, sepertinya aku terkena penyakit pedofil sepertimu Michael..." Bean mengambil sebuah permen diatas meja.
"Hahaha, itu bukan pedofil bodoh, aku mencintainya penuh ketulusan" Michael turut mengambil permen.
"Tapi sama saja, aku sudah tidak sabar" Bean membayangkannya. Dia terpesona dengan gadis yang pertama kali ia temui sedang memanen buah.
"Ck, aku harap dia mau menerimamu yang sudah tua" Michael sedikit terkekeh, namun karena sebuah permen yang hampir keselak. Michael tertawa di dalam hati saja.
Bean melirik sinis kearah Michael. "Bukannya kau juga sudah tua bedebah."
"Meskipun aku sudah tua, tapi dalam urusan ranjang aku tak pernah lelah."
"Cih, segitu saja bangga" Bean mendelik kesal. Bean mencibir Michael. Michael melempar sebuah bungkus permen. Michael lansung beranjak lincah dari kursi.
"Aw, dasar sialan, tunggu aku bedebah" Bean berlari mengejar Michael.
•Continua•
__ADS_1
Bagaimana setelah membaca capitolo ini? Jangan lupa komen yaa...