
•Buona Lettura•
"Jangan bersedih lagi, secepatnya aku akan kembali jika semuanya telah selesai" Michael mengecup bibir Cilla penuh kasih sayang. Cilla mulai membalas ciuman panjang perpisahan itu penuh makna.
"Jaga dirimu baik-baik baby girl, jika kau bosan, kau boleh mengelilingi negara ini di kawal dengan mafiosoku" Michael kembali mengecup bibir itu.
"Aku pergi dulu, aku mencintaimu Cilla" Michael menyudahi ciumannya yang ada nanti kebablasan. Michael menempelkan keningnya dengan kening Cilla. Mata mereka saling beradu menyiratkan sebuah cinta melalui tatapan.
"Aku mencintaimu Miki" balas Cilla tanpa malu mengecup hidung mancung Michael sebentar. Dan tangannya tak sengaja menyentuh pelan senjata Michael.
"Jangan menggodaku baby girl, atau hari ini aku akan melakukannya seharian" peringat Michael jika sudah menyangkut tentang hal menggairahkan.
"Dasar mesum" Cilla terkekeh melihat wajah Michael yang mulai bergairah, karena tangannya tadi sengaja menyentuh pelan senjata Michael. Segera Cilla menghindari tangannya sebelum singa bangun dari kandangnya.
"Hey, kapan kita berangkat bung? Kau ingin aku gosong terpapar sinar matahari" protes Bean menunggu di mobil, ia sebenarnya iri melihat sepasang kekasih itu tak kunjung berpisah, sedangkan dirinya, Bean hanya menjadi kucing penonton siaran lansung.
Michael menoleh, ia memberi isyarat sebentar. Yang mana Bean menghentakkan kakinya kesal.
"Sepertinya temanmu kesal Miki" Cilla memandang teman Michael yang sedang protes sendirian di sana.
"Tak usah pikirkan dia" Michael mengalihkan pembicaraan dengan gadisnya, akan ada hal yang ia susun setelah kepulangan dari negara paman Sam.
"Baiklah, jaga dirimu baik-baik Miki" Cilla memeluk erat tubuh Michael. Kepalanya menyusup mencari kenyamanan, tak sengaja hidungnya menghirup parfum Michael yang mewah dan terkesan elegan. Michael mengenakan jas hitamnya lengkap dengan kaca mata hitamnya yang berada di dalam saku celana.
"Kamu pun, makan yang banyak, agar tubuhmu semakin besar dan menggoda" bisik Michael. Cilla mencubit pipi Michael dengan gemas.
"Aw" pekik Michael merasakan tarikkan pipinya.
"Rasakan itu tuan mesum" ejek Cilla yang tersenyum senang melihat Michael berteriak kesakitan. Padahal Michael hanya berakting saja. Demi membahagiakan hati gadis itu, ia rela melakukan apa saja demi menjaga perasaan gadis itu terhadapnya.
"Aku pergi dulu" Michael mencium kedua pipi bulat Cilla. Tangannya menggiring koper yang berisi pakaiannya. Michael berjalan menghampiri Bean yang sedang merokok.
"Terimakasih telah menungguku" ledek Michael, kemudian mengitari mobil memasukkan kopernya ke dalam bagasi belakang mobil.
Bean menoleh, segera ia menyesap rokoknya yang hampir habis. "Kau membuatku kesal" kemudian mengeluarkan asap yang mengepul wajah Michael.
Michael merasakan asap rokok yang menerpa wajahnya, "Itu sudah menjadi tugasmu."
"Ck, kau pikir aku bodyguard?" tanya Bean mengangkat satu alisnya.
"Lebih tepatnya tangan kananku" Michael mengeluarkan kaca mata hitamnya dibalik saku celananya, lalu memasangkan di wajahnya.
__ADS_1
"Mari kita lakukan misi."
_________________________
Penerbangan dari Polandia menuju Amerika cukup memakan waktu yang banyak. Michael sedang sibuk mengatur rencana penyerangan sembari melihat pergerakan sang musuh melalui radar di laptopnya saat ini ia gunakan.
"Michael, apa kau yakin kita akan menang?" tanya Bean, perasaannya tak karuan pergi ke sana.
"Kita harus yakin menang" ucap Michael serius dengan tatapan fokus pada layar laptop.
"Aku takut kita kalah dan mati sia-sia" Bean duduk di samping Michael. Jari Michael yang bergerak lincah mengetik pesan para mafioso Italia yang sedang beroperasi di Amerika. Namun setelah mendengar ucapan temannya Michael berhenti mengetik.
"Pemikiranmu sangat sempit Bean, kau tau kita pernah melawan badai masalah yang lebih besar dari ini" Michael mencoba mengingat-ingat masa-masa dimana mereka dihadang oleh para demonstran Italia saat itu.
"Aku tau, mungkin aku kekurangan tidur, aku tidur dulu Michael" pamit Bean beranjak dari kursi yang di tempati Michael. Michael menatap kepergian Bean yang mulai menghilang di balik pintu.
Karena hari sudah malam, Michael masih saja belum mengantuk, ia mencoba fokus untuk melihat semua gerak-gerik musuh. Dan tak ketinggalan dengan informasi dari para mafioso yang terus melaporkan setiap 30 menit.
Notifikasi terus muncul di layar itu. Michael mengeluarkan ponselnya untuk mengetahui keadaan gadisnya saat ini. Ia menelpon kepala pelayan yang bernama Harris.
"Ya signore, ada apa?" tanya Harris mendapatkan nama signore Michael menelponnya di tengah malam.
"Signora sedang di kamar" jawab Harris.
"Berikan ponselmu padanya, dan ubah panggilan menjadi video call!"
Harrison seakan mengerti, ia mengubah panggilan suara menjadi panggilan video. Lalu memberikan kepada Cilla.
Michael menyambungkan panggilan video ke arah layar laptopnya.
"Signora, signore Michael memanggil anda" Harris memberikan ponselnya kepada Cilla.
Cilla yang sedang membaca buku cerita, tiba-tiba aktivitasnya terganggu oleh suara panggilan Harrison. Cilla menutup buku ceritanya.
"Apa?" tanya Cilla menatap Harrison.
"Ini signora, signore Michael ingin melakukan video call dengan anda" Harrison memberikan ponsel canggihnya. Cilla tidak begitu mengerti dengan ponsel jaman sekarang. Cilla lansung menerimanya saja tanpan memikirkan apapun.
"Baby girl" sapa Michael disana.
Cilla yang mendengar suara jantan itu, segera ia menoleh menghadap ponsel. Wajah Michael sedang tersenyum manis kepadanya, yang mana Cilla dibuat memerah malu. Harrison yang tidak enak di situasi ini, ia memilih keluar tanpa pamit.
__ADS_1
"Miki!" pekik Cilla melihat wajah tampan itu terpampang jelas di ponsel Harrison.
"Apa kau merindukanku baby girl?" tanya Michael.
Cilla lansung menjawabnya. "Tentu, aku sangat merindukanmu walau baru beberapa jam saja."
Michael terkekeh mendengarnya. "Apa kau sudah makan?."
"Belum" Cilla menggeleng.
Michael lansung menatap tajam Cilla, yang mana Cilla dibuat salah tingkah.
"Kenapa belum makan?" tanya Michael yang masih menatap tajam.
Cilla seakan kehabisan kata-kata, ia harus mencari alasan yang kuat untuk mempercayai Michael. Cilla sedang berusaha menyusun alasan yang masuk akal. Michael yang masih tenang menunggu gadisnya memberi jawaban.
"Ehh, itu, Cilla sedang malas makan" ucap Cilla asal.
Yang mana Michael mengerutkan keningnya heran. "Apa kau sedang mengada-ngada? Jangan membohongiku Cilla, matamu sangat mudah ditebak lawan bicara."
Cilla berpikir gugup dengan raut wajah khawatir, sementara Michael tersenyum melihat tingkah laku gadis itu sangatlah menggoda baginya. Ia sudah seperti pedofil saja. Dimana pandangan Cilla yang begitu menggemaskan sedang dalam khawatir.
"Baiklah, sepertinya pekerjaan sedang menghantuiku, selamat malam baby girl, Ti amo" Michael mengakhiri video call nya dengan Cilla. Namun Cilla tidak tau menekan tombol yang mana, Cilla terus menggaruk kepalanya bingung.
"Kenapa hm?" tanya Michael.
Cilla hanya diam saja dengan raut wajah serius.
"Apa kau masih merindukanku? Baiklah kita video call satu malam saja bagaimana?" tawar Michael.
"Maksudmu?" tanya Cilla bingung.
"Kita saling bertatap di sini saja meski kita jauh, tapi aku tau, kau merindukanku baby girl" ucap Michael percaya diri. Kemudian membuka jasnya ia kenakan menjadi shirtless alias telanjang dada.
Cilla memerah wajahnya melihat tubuh kekar itu. Michael seperti orang utan baru keluar dari hutan.
•Continua•
Bagaimana perasaan teman-teman setelah membaca capitolo ini? Jangan lupa komen...
__ADS_1