Tamat

Tamat
Stagione 2: Essere preso


__ADS_3

•Buona Lettura•


"Miki...berhentilah..." Cilla menjauhkan kepala Michael yang terus menyelinap di lehernya.


"Apa yang kau masak sayangku?" tanya Michael, tangannya merayap masuk ke dalam baju Cilla.


"Miki...berhentilah..." Cilla mematikan kompor. Tubuhnya berbalik bersama tangan Michael.


CUP


"Miki..." rengek Cilla. Bibirnya tiba-tiba dikecup tanpa aba-aba.


"Sstt..." Michael memberi isyarat diam. Kedua tangannya beralih menangkup pipi Cilla. Cilla hanya diam tanpa melawan.


Michael menatap wajah Cilla lekat-lekat. Hatinya berdebar-debar dikala bercampur rasa yang membuncah. Entah kenapa perasaannya benar-benar sulit untuk diungkapkan. Yang jelas ia mencintai Cilla.


Cilla turut menatap Michael. sorot tajam itu berubah menjadi sendu. Cilla berkedip berulang kali. Karna canggung Cilla menggigit bibir bawahnya. Michael melihat pergerakan raut wajah itu. Lebih tepatnya di bibir bagian bawah.


"Apa kau sedang menggodaku?" tanya Michael. Sejenak jarinya menyapu bibir Cilla.


Refleks Cilla dibuat salah tingkah. Rona wajahnya menambah kesan menggemaskan. Pria ini sukses berhasil memporak-porandakan hatinya. Padahal Michael hanya menyapu lembut bibirnya. Namun dampaknya sangatlah besar untuknya.


Michael melirik ke arah masakan. Asap mengepul. Aroma yang tercium kuat menusuk indra penciuman. Michael nyaris meneteskan air liurnya.

__ADS_1


Cilla menyadari tatapan Michael terfokus pada masakannya. Senyumannya mengambang, dengan sigap Cilla mengambil satu piring yang telah ia tuangkan nasi goreng khas Indonesia.


"Ini" Cilla menyodorkannya. Michael hanya diam memperhatikan nasi beiringan asap mengepul. Michael menyuapkan satu sendok ke dalam mulutnya. Cilla khawatir rasa masakan itu.


"Sialan, ini benar-benar nikmat, astaga perut berdemo, aku harus segera mengisinya" batin Michael.


Michael merampas makanan itu dari tangan Cilla. Cilla terbengong. Padahal makanan itu untuknya. Tapi tak apalah, Cilla memilih membersihkan alat-alat masakan.


Michael melahap rakus. Rasanya begitu mantap tak ada tandingannya. Apalagi pedasnya yang mengalahkan pedas Italia.


Tanpa ia sadari. Nasi goreng sudah bersih dari piring. Michael merenggut kesal. Perutnya berteriak lapar. Mau tak mau Michael kembali ke dapur untuk meminta lagi.


Cilla yang sedang merapihkan piring-piring. Alangkah terkejutnya saat berbalik melihat Michael memakan nasi goreng satu piring penuh takaran raksasa.


"Cilla bersiaplah, aku mau membawamu ke suatu tempat" ucap Michael tanpa menoleh, pandangannya fokus pada nasi goreng tengah ia ambil.


Cilla duduk manis di kursi meja makan. Cilla menopang sikutnya, dagunya ia taruh di kedua tangannya.


**


"Silahkan signore" ucap sang desainer butik Yunani. Sang desainer itu bernama Apollo. Hati Apollo berteriak bahagia, kedatangan Michael lah yang membuat hatinya bahagia seperti ini. Bahkan saat Michael masuk kedalam pun, Apollo sengaja merapatkan tubuh dengan Michael. Sedangkan Cilla hanya melihat-lihat gaun-gaun mewah.


"Apol, keluarkan karyamu yang paling terbaik!" titah Michael tegas. Apollo mengangguk.

__ADS_1


Michael duduk di kursi sofa empuk. Ia mengambil sebuah majalah fashion paris. Jari-jarinya terus membuka tiap halaman buku menujukkan model-model terlaris. William hanya menatap datar saja. Tubuh mereka seperti jarang makan.


Cilla menoleh kesamping. Keningnya berkerut kebingungan, melihat Michael nampak duduk santai. Cilla menghampirinya.


"Kenapa duduk?" tanya Cilla polos. Michael mendongak.


"Duduklah."


Cilla pun duduk di samping Michael. Akan tetapi Michael menarik lengannya hingga Cilla terduduk di pangkuan Michael.


"Sayang...kau mau tidak menikah denganku?" Michael menjilat bibir Cilla. Cilla yang polos meringkuk ketakutan. Ia takut Michael akan menyerangnya sampai puas.


"Kenapa kau diam?" tanya Michael lembut. Cilla tersipu malu.


"Astaga, aku sudah tak sabar menunggu malam pertama kita baby girl, kau mau?"


"Maksudmu?" tanya Cilla.


"Malam yang indah dan bergelora sayangku" Michael sengaja tidak mengucapkan kata-kata vulgar.


Cilla hanya diam. Jarinya saling menaut hingga membentuk pola aneh. Michael yang gemas lansung menindih Cilla di kursi sofa.


"Ini sig, whattt!!!" pekik Apollo histeris melihat Michael hendak bercinta dengan seorang gadis.

__ADS_1


•Continua•


Sorry ya dikit...Nanti bakal up besok karna lagi bareng ma family. Jangan lupa komen dan vote yaa...


__ADS_2