Tamat

Tamat
#Cerita


__ADS_3

*Hari minggu*


"Cita sayang kenapa akhir-akhir ini kamu kelihatan murung"


"Mami,, °hiks°,, beberapa hari yang lalu Cita menyatakan perasaan Cita kepada Delon tapi,, tapi dia menatap Cita dengan jijik itu artinya Delon benci sama Citakan?,, setelah itu dia tidak terlihat lagi di sekolah bahkan dia sampai tidak masuk sekolah,, °hiks°,, mami apa Delon benci Cita?,, °hiks°,, apa~apa sekarang Cita sama Delon gak bisa kaya dulu lagi,, °hiks°" (curhat sambil menangis)


Mami memeluk Cita untuk menenangkannya sambil berkata "Sayang,, Delon gak akan benci Cita,, Cita ingat kan beberap waktu lalu kamu dan Delon menghabiskan waktu bersama,, mungkin Delon hanya terkejut karena Cita tiba-tiba menyatakan perasaanya kepada Delon"


"A,,apa Cita melakukan kesalahan saat sedang menghabiskan waktu bersma Delon?,, i,,iya mungkin karena itu dia jadi benci Cita,, ta,,tapi apa,, kesalahan apa yang Cita buat sampai dia membenci Cita?"


°Tok,, tok,, tok° tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, kemudian ada salah satu anak panti yang membukakan pintu.


"CITA ADA DELON" (teriak salah satu anak panti itu)


"Kak Jia gak bohongkan"


"Ngapain aku harus bohong"


Mendengar itu Cita langsung berlari dengan air mata yang masih membasahin pipinya dan memeluk sosok cowo yang sedang ada di depan pintu panti asuhan Melati.


Cowo tersebut langsung melepaskan pelukan Cita sambil berkata "Lepas aku jijik di peluk sama cewe,, lagian kamu membuat jasku basah "


°Deg°


Mendengar perkataan cowo itu hati Cita terasa begitu sakit.

__ADS_1


Air mata Cita menetes dengan derasnya.


Di saat Cita masih bersedih tiba-tiba ada bodyguard yang menariknya masuk ke dalam mobil.


"Tunggu kalian mau bawa Cita kemana" (teriak mami dan kak Jia)


"Maaf tapi kami meminjam Cita sebentar,, kami hanya akan memberitahukan sebuah fakta"


*Beberapa saat kemudian Cita sampai di rumah sakit*


"Ke,, kenapa kalian membawaku ke sini"


"Dasar gadis yang merepotkan,, dari tadi tidak bisa diam,, aku hanya ingin membawa mu menemui Delon"


"Aku Deren adik kandung Delon kami memang saudara kembar"


"Apa Delon yang asli sedang sakit"


"Ya,, dan penyakitnya bukanlah penyakit biasa,, aku akan langsung menujukan bagai mana keadaan Delon dan aku akan menjelaskan semuanya,, tapi aku tidak bisa jamin kalau kamu masih akan memcintai kakaku jika kamu tau semua kebenarannya"


"Aa,,apa,, kebenaran apa?"


Deren hanya diam dan terus berjalan menuju suatu tempat, Cita terus mengejarnya sambil memberikan banyak pertanyaan


Setelah mereka sampai di suatu rungan VIP, di ruangan itu Cita melihat sosok cowo yang ia cintai tengah terbaring lemas dengan banyak peralatan di tubuhnya.

__ADS_1


"DE,,DELON" (Cita berteriak histeris)


"Hais kamu benar-benar merepotkan,, sebaiknya kamu mengusap air matamu itu (sambil memberikan saputangan),, aku akan menjelaskan semuanya,, tapi kamu tidak boleh menyela,, kamu harus mendengarkan ku sampai selesai"


"Baik"


"Jadi sebenarnya kakaku sudah jatuh cinta sama kamu sejak kalian masih kecil,, saat itu di rumah sakit ini juga kalian bertemu...


belum selesai Deren bercerita Cita langsung menyelanya dengan mengajukan pertanyaan kepadanya


"Hah!,, kami sewaktu kecil sudah pernah bertemu di rumah sakit ini tapi kapan,, aku tidak ingat pernah bertemu dengan dia sebelum di sekolah"


"Cih,, sudah aku bilang jangan menyela saat aku sedang bercerita,, dan sebenarnya yang bertemu denganmu pertama kali itu adalah aku karena saat itu Delon tiba-tiba merasa sakit dan langsung di larikan ke rumah sakit"


"Syukurlah,, berarti cowo ngejengkelin itu bukan Delon,, tapi..


Deren yang kesal dengan reaksi Cita langsung menyela ucapannya dan berkata dengan kesal "Apa kamu bilang"


"Ma,,maaf"


"Baik aku akan melanjutkan ceritaku tapi kamu jangan menyelaku,, jika kamu sekali lagi menyela ucapanku maka kamu tidak akan pernah tau cerita tentang Delon"


"Baik aku tidak akan menyela lagi"


Deren akhirnya menceritakan sebenarnya penyakit apa yang diderita Delon.

__ADS_1


__ADS_2