
•Buona Lettura•
"Bean kejar dia! Jangan sampai lolos!" Michael berlari mengejar Xander Xiao yang nampak berlari kewalahan bersama para mafiosonya.
"Tenang saja akan kutangkap dirinya" Bean berlari sembari menembak para mafioso Triad.
DOR...DOR...DOR...
Lima mafioso Triad berhasil dilumpuhkan oleh senapan Bean. Ia terus menembak dari jarak jauh tanpa ada perlawanan dari musuh.
Sedangkan Michael ia berlari kearah kanan untuk mengejutkan mereka.
TAP...TAP...TAP...HOH...HOH...HOH...
Napas Michael memburu beriringan dengan suara sepatu yang berlari. Ia sudah tak sabar menangkap bos sialan itu. Michael menambahkan kecepatan berlarinya.
TAP...BUGH...DOR...DOR...
Michael meloncat kearah tembok, menahannya dengan kaki kanannya, kemudian meloncat memukul wajah Xander layaknya gaya pegulat Amerika bernama Roman Reigns, dan menembak para mafioso yang berdampingan dengan Xander. Kini ia sisakan Xander dengan wajah yang berdarah. Xander mengusap kasar pelipisnya yang sobek akibat pukulan Michael. Ia berdiri mengeluarkan pisau dan menyerang Michael. Dengan sigap Michael memasang sikap kuda-kuda dan mematahkan tangan Xander, lalu membantingnya jatuh ke tanah. Pisau itu terhempas ke tanah.
KRETEK...
"AAAA...." teriak Xander saat tangannya di putar paksa hingga menimbulkan bunyi patah tulang.
Michael menendang sikut lengan Xander cukup keras, sehingga membuat sang lawan berteriak kesakitan.
"Akhirnya kita bertemu Xander, bagaimana kabarmu, aku senang sekali bertemu denganmu" Michael berjongkok guna berbicara dengan sang lawan yang berbaring di tanah dengan tubuh gemuknya. Sangat mudah bagi Michael melawan orang itu.
"Cih, kau sangat menjijikkan orang Italia" ejek Xander dengan meludahi wajah Michael. Michael hanya tersenyum ia mengusap bekas air liur itu dan membuangnya ke sembarang arah.
BUGH...
"AAAA...." teriak Xander saat miliknya di tendang cukup keras.
"Ups, maaf, aku tak sengaja" seolah-olah tak bersalah. Justru Michael sangat senang melihat lawannya tak berdaya.
"AAAA...." raungnya yang teramat pilu. Dengan santai Michael menarik kaki itu kemudian menyeret tubuh Xander. Xander merasakan panas di bagian tubuh belakangnya terutama bokongnya yang panas akibat diseret paksa.
"Hahaha, akhirnya kita mendapatkannya Michael" tawa Bean senang seraya bertepuk tangan dan berjongkok.
PROK...PROK...PROK...PROK...PROK...
"Akhirnya kita bertemu, senang bertemu denganmu bodoh" Bean melontarkan ejekan.
"Kalian berdua manusia hina, aku akan membunuh kalian" Xander dengan beraninya menantang Bean, dengan santai Bean meladeninya.
"Rasakan ini" Xander berdiri dan melayangkan pukulan kearah muka Bean.
BUGH...
__ADS_1
Bean hanya diam tanpa membalas pukulan Xander yang berhasil mengenai wajahnya, namun pukulan itu tak ada rasanya sama sekali.
"Pukulanmu lemah" ejek Bean lalu membanting tubuh Xander.
BUGH...
"Kau" tunjuk Xander hendak berdiri namun sekujur tubuhnya teramat sakit. Sehingga tubuhnya kembali merosot kebawah.
"Dasar payah hahaha" Bean menertawakan Xander yang nampak lemah. Ternyata begitu mudah melawan Triad. Pantas saja para mafia Michael terkenal dengan pembunuhan secara diam-diam.
Michael menyuruh para mafioso untuk membawa Xander ke Italia. Michael merampas semua harta Xander yang lumayan cukup banyak, dan sisanya ia donasikan untuk panti asuhan.
"Bean terimakasih telah ikut bergabung dengan mafiaku, aku akan memberimu imbalan yang tak bisa kau tolak" ucap Michael sembari berjalan.
"Apa kau bohong? Apa yang kau kirim?" tanya Bean sudah tak sabaran.
"Banteng Meksiko, Bugatti, satu vila untukmu. Kita berlibur bersama nanti" jawab Michael sembari mengunci senapannya.
"Hahaha apa kau bercanda? Mana mungkin kau memberiku itu semua? Satu motor saja bagiku sudah cukup" Bean menganggap hal ini adalah candaan.
"Hartaku tidak akan habis, dan semua harganya hanya satu permen" Michael mengucapkan semua itu dengan santai.
"Apa kau memberiku semuanya bekas huh?" tanya Bean curiga.
"Jawabannya tidak, semuanya keluaran baru" ucap Michael berdehem.
"Silahkan, dan simpan air liurmu baik-baik aku takut kau tercengang" Michael berhenti sebentar kemudian menekan tombol merah.
DUAR...DUAR...DUAR...
Markas Triad meledak dan hangus. Selesai sudah dendam yang terbalaskan kini nama Triad sudah tak ada lagi. Michael tersenyum kini ia bisa menyiksa Xander si pelaku pembunuh orang tuanya.
Kegelapan akan menemanimu Xander Xiao, nikmatilah fasilitas terbaikku, aku tak akan mengecewakanmu.
"Bean aku ingin membangun sebuah tempat tinggal bergaya Italia klasik untuk gadisku" Michael membuka pintu mobil Bugatti berwarna hitam pekat.
"Apa? Kau gila! Kita baru saja selesai berperang, apa kau tak mau pergi ke club?" tanya Bean seakan tak habis pikir.
Michael berdiri sejenak, kedua tangannya ia masukan kedalam saku. "Club adalah tempat orang-orang penikmat kelas rendahan" kemudian masuk kedalam mobil. Disusul pula oleh Bean.
"Hey, bukankah kau juga kelas rendahan dulu?" Bean kembali mengejek Michael.
"Itu dulu, sekarang tidak lagi, rasanya sangatlah hambar, lebih baik menghabiskan waktu bersama orang yang kita cintai" Michael memasang seatbelt.
"Hahaha, kau sepertinya sadar huh? Lalu apa kau akan meninggalkan pekerjaan ini" tanya Bean mulai menghidupkan mesin mobil.
BRUM...BRUM...BRUM...BRUM...
"Tentu saja aku akan meninggalkan pekerjaan ini, aku tak mau anak-anakku menjadi seorang penjahat sepertiku" balas Michael menjawab pertanyaan Bean. Bean menepuk tangan sebagai hadiah.
__ADS_1
"Aku suka gayamu Michael, hanya demi keluarga tercinta kau berubah, kau sangat mirip dengan mendiang ayahmu" Bean melajukan mobilnya di atas kecepatan sedang.
"Ayahku memang sebuah panutanku, dan ibuku merupakan orang yang kucintai seumur hidupku, dialah yang telah berjuang melahirkanku ke dunia keras ini" Michael menitikkan air mata, ia mengingat dimana masa-masa kecilnya di sayangi dan di cintai oleh semua orang sebelum kejadian tragis itu merenggut semuanya.
"Kau benar Michael, jika kita tanpa orang tua, kita akan tumbuh menjadi seorang yang tak tau arah jalan" Bean merasakan air matanya mengalir di pipi tegasnya.
Dendam demi dendam Michael telah lalui, sekarang kebahagiaan yang akan menghampirinya. Ia sudah tak sabar ingin menikahi Cilla si gadis desa yang berhasil membuatnya jatuh cinta. Meskipun gadis itu membalasnya dengan cara tersiksa. Tapi Michael akan bertanggungjawab hal itu.
"Kita akan kemana Michael?" tanya Bean seraya menoleh dan kembali memandang kedepan.
"Apa kau ini malam hari bukan?."
"Tentu, lalu masalahnya apa?" tanya Bean kebingungan.
"Aku ingin merenovasi sebuah villa yang sudah ku bangun lama menjadi klasik berkelas."
"Ini sudah malam bodoh, kau ingin kita dikejar hantu-hantu" cibir Bean.
"Hantu omong kosong, akan ku tembak kepala mereka dengan Desert Eagle tahun 1965."
"Hahaha dasar koboi banteng hitam" ejek Bean sambil tertawa.
"Berhenti mengejekku teman sialan" dengan santainya Michael mengeluarkan pistol emas menodong kepala Bean.
"Kau ingin membunuhku sialan" Bean sengaja memancing emosi Michael.
"Berhenti mengejek sebelum kau akan kukirim ke penjara Brazil."
"Hahahaha, dasar pedofil" Bean mengejek Michael dengan sebutan baru yaitu pedofil.
"Aku tidak pedofil, ingat itu mulut bebek kelaparan" sinisnya.
Dan mereka saling mengejek di dalam mobil.
Sedangkan di Polandia
Cilla bangun dari mimpinya saat merasakan hawa dingin yang menyerang tubuhnya. Tubuhnya menggigil. Suhu udara di Polandia kian bertambah.
Cilla memasang dua selimut tebal dan menenggelamkan seluruh tubuh mungilnya dibalik tebalnya selimut itu.
Parfum Michael masih saja tercium kuat. Dan aroma itu sangat menghangatkan tubuhnya. Dirinya mendambakan Michael yang sedang memeluknya saat ini melawan dinginnya udara di luar.
Tapi itu semua khayalannya, tepat sudah seminggu Michael meninggalkan dirinya. Ia juga selalu menyalahkan dirinya telat membalas perasaan pria itu.
Aku menunggumu Miki.
•Continua•
Jangan lupa pada komen dan votenya yaa, biar authornya semangat up wkwkwk....
__ADS_1