
Semenjak insiden perut Angga yang di tinju Nur, kini mereka menjadi lebih akrab,
Kabar tentang Angga yang masuk rumah sakit karena tinju seorang gadis kecil membuat banyak orang tidak percaya,
Dulu Angga di juluki iblis kecil, karena sejak dulu dia selalu menang melawan siapapun, bahkan melawan orang yang lebih besar dan lebih kuat pun ia tetap akan menang,
Dulu Angga sangat di takuti di desannya, karena itu banyak orang yang tidak percaya bahwa sang iblis kecil di kalahkan oleh seorang gadis kecil dan karena itu mereka ingin membuktikannya secara langsung dengan melawan Nur,
Namun setiap orang yang melawan Nur berhasil ia kalahkan dengan telak, dan membuat orang-orang di desa itu tercengang, dan akhirnya tidak pernah meremehkannya lagi,
Nur kini di juluki raja iblis kecil sedangkan Angga di juluki ratu iblis kecil, julukan itu di dapat karena Angga pernah di kalahkan Nur,
Orang-orang di desa itu sangat menyegani pasangan iblis itu, namun anehnya semenjak berita itu menjadi heboh, Nur selalu mengenakan jaket,
setiap kali Angga bertanya mengapa Nur mengenakan jaket Nur selalu tersenyum dan tidak mengatakan apapun.
Angga yang biasanya suka bolos sekolah sekarang malah dia yang datang paling pagi ke sekolah, karena hari ini Nur akan masuk sekolah kembali setelah melewati masa skorsing, itu lah alasan Angga datang pagi sekali.
Saat langkah kaki Nur akan memasuki kelas, terdengar suara Angga yang tengah mengeluh kepadanya,
"Lama amat sih lu datangnya"
"Yang penting kali ini gua gak telat kan" (jawab Nur)
"Tapi lu buat gua nunggu lama" (keluh Angga) dalam hati Angga bergumam Karna gua kangen sama lu Nur makanya pas gua tau lu bakal masuk sekolah, hari ini gua sampe bangun subuh.
"Sapa suruh nunggu gua,, haih,, belum juga gua duduk lo udah ngomel gak jelas aja" (ucap Nur yang kesal)
__ADS_1
"Ya udah sini duduk,, eh muka lo kok pucet sih" (tanya Angga)
Tapi Nur tidak menjawab dia hanya terus diam sambil menatap ke luar jendela yang berada di sebelah Angga
"Gua tau gua ini ganteng tapi jangan di pandangin terus" (goda Angga)
"Dih ni anak,, gak kapo kayanya,, udah gua bilang jangan ke ge'eran jadi orang,, orang gua lagi liatin jendela,, coba deh lo liat dari jendela yang ada di sebelah lo itu" (ucap Nur)
"Liat apaan" (tanya Angga)
"Liat betapa bebasnya burung-burung itu berterbangan,, sedangkan gua...
Belum sempat Nur menyelesaikan ucapannya tiba-tiba dia jatuh pingsan, Angga yang panik langsung membawa Nur ke UKS,
Di UKS, betapa terkejutnya Angga mendengar perkataan petugas UKS tentang alasan Nur pingsan dan juga karena ia melihat badan Nur penuh dengan luka-luka, mungki ini alasan mengapa Nur selalu mengenakan jaket.
Nur belum sadar sepenuhnya tapi Angga terus memberikan pertanyaan secara bertubi-tubu kepada Nur,
"Haih,, kamu ini,, aku baru sadar udah di kasih pertanyaan be~jibun gitu,, sampe aku bingung mau jawab yang mana" (ucap Nur sambil tertawa kecil)
"Lah ni anak kenapa ketawa,, aku tuh gini karena khawatir sama kamu tau!!" (tegas Angga)
"Pfft,, kamu lucu ya,, awal kita ketemu kamu orangnya kaya dingin gitu eh sekarang malah jadi bawel gak ketulungan" (ledek Nur)
"Siapa coba yang buat gua jadi kaya gini hah!" (timpal Angga)
Di saat Angga bertanya tentang yang sebenarnya terjadi padanya, Nur hanya terus mengalihkan pembicaraan, tapi Angga tidak menyerah ia terus mengajukan pertanyaan be~runtun yang sama berulang kali,
__ADS_1
"Haih,, ya lo emang bener,, alasan gua pake jaket buat nutupin badan gua yang penuh luka ini,, dan soal gua yang kekurangan protein itu karena gua jarang makan,, gua juga gak mau kaya gini,, tapi gimana,, gua gak di bolehin makan bukannya gua yang gak mau makan,, aaggghh udah lah percuma gua cerita ke lo" (Nur menceritakan sambil menangis tersedu-sedu)
"Nur,, sebenarnya ada apa,, siapa yang yang nyiksa kamu kaya gini?,, siapa yang gak bolehin kamu makan?,, ceritain semuanya ke gua,, gua bakal bantu lu" (tanya Angga sambil menggoyang-goyangkan badan Nur)
"Jangan goyangin badan gua,, kepala gua jadi pusing nih" (tegur Nur)
"Ya maap" (ucap Angga sambil melepaskan tangannya dari badan Nur)
"Sekarang lu cerita sebenernya ada masalah apa?" (tanya Angga)
"Haha,, percuma gua cerita ke lo,, cuma buang-buang tenaga sama waktu,, dah lah mending ke kelas sekarang,, gua udah gak papa" (berjalan dengan sempoyongan dan hampir terjatuh lagi namun di tangkap oleh Angga)
"Gak bakal percuma,, gua pasti bisa bantu lu Nur,, tapi lu harus cerita ke gua,, dan mending lu tidur lagi,, badan lu masih lemes tuh" (pinta Angga)
"Percuma Nga,, percuma karena orang yang buat gua kaya gini itu lo,, lo tau sejak berita lo yang masuk rumah sakit karena gua,, gua jadi sering ngadepin orang yang ngajak gua kelai,, lo...
Belum selesai Nur bicara Angga menyela ucapan Nur "Hah?,, lu gak ad alesan lain,, iya gua tau karena berita itu lu jadi sering kelai,, tapi lu kan selalu menang dan bahkan orang yang ngelawan lu yang terluka,, sekarang bahkan gak ada lagi yang berani sama kita,, cerita yang sejujurnya Nur plis (pinta Angga dengan paksa)"
"Haha,, Angga sang iblis kecil yang tadinya dingin jadi bawel banget ya" (ledek Nur)
"Nur plis,, lu jangan ngerubah topik pembicaraan" (pinta Angga)
"Kenapa sih lo kepo banget sama kehidupan gua,, kenapa Nga,, padahal gua gak pernah ikut campur urusan lo" (keluh Nur, tanpa sadar air matanya menetes kembali)
"Oh,, oke,, lu bener gua terlalu ikut capur ya" (Angga berjalan pergi meninggalkan Nur)
Setelah Angga tidak terlihat lagi, di dalam UKS Nur terus menangis sambil berulang kali mengucapkan kata yang sama yaitu kata maaf.
__ADS_1