
"Kamu ingat dulu kamu pernah menolong seorang anak kecil yang ingin menyelamatkan seekor kucing?,, anak kecil itu adalah Delon"
Cita hanya terdiam karena sedang berusaha mengingat-ingat kejadian yang di bicaran Deren, namun dalam bayangan ingatan Cita tidak pernah menyelamatkan seorang anak cowo yang ingin menyelamatkan seekor kucing, yang ada dalam ingatannya adalah dia menolong seorang anak cewe yang berusaha bunuh diri.
"Kayanya kalian salah orang deh,, karena aku gak pernah nolong anak cowo yang aku tolong waktu itu anak cewe yang mau bunuh diri"
"Hahaha,, jadi selama ini kamu kira kaka ku itu cewe,, haduh kalau aja dia tau kalau kamu menganggap dia sebagai cewe" (tertawa sambil mengeluarkan sebuah liontin dari sakunya)
"I,,ini liontin milikku,, bagai mana bisa liontin ini ada sama kamu,, jelas-jelas liontin ini hilang setelah aku menolong anak cewe itu"
Deren tertawa sampai terpingkal-pingkal, Cita yang melihat itu merasa bingung "Apa yang lucu,, aku gak lagi ngelawak tau (sambil merebut liontin itu dari tangan Deren)
"Gak papa,, lucu aja karena selama ini kamu ngira Delon itu cewe sedangkan Delon menemukan liontin ini dan dia kira kamu memberikan ini ke padanya "(sambil menunjuk liontin yang kini masih ada di genggamannya karena Cita gagal rebutnya)
__ADS_1
Cita masih kebingungan dia berusaha keras memproses apa yang sedang di katakan Deren dan berusaha sangat kuat mengingat apakah dulu dia pernah bertemu dengan Delon.
Deren yang melihat ekspresi Cita yang kebingungan itu langsung menjelaskan kepada Cita.
"Jadi gini dulu rambut Delon emang agak panjang karena dia dulu takut sama tukang cukur,, tapi sekrang dia sudah gak takut lagi kok makanya dia berubah dari cewe ke cowo,, hahaha,, dulu Delon tidak pernah ingin bunuh diri tapi dia ingin menyelamatkan kucing yang tersangkut di dahan pohon dekat jendela kamarnya di rawat,, tapi dia hampir terpeleset dan benar-benar akan meninggal bila dia terjatuh karena saat itu dia di rawat di lantai 4,, tapi untung ada pangeran yang menyelamatkan tuan putri,, hahaha"
Wajah Cita memerah karena malu pernah menggap Delon sebagai cewe dan salah paham karen mengira Delon dulu ingin bunuh diri, di tambah Cita ingat waktu ia menyelamatkan Delon , dia tidak sengaja memeluk tubuh kecil Delon.
"GAK LUCU TAU (teriak Cita saking malunya),, wa,,waktu itu aku masih kecil jadi aku gak tau,, dan siapa yang kamu panggil pangeran dan tuan putri"
"Bisa-bisanya kamu ngehina kaka kamu sendiri yang kini tengah terbaring lemas,, ati-ati karma itu tak semanis kurma"
"Oke,, oke sekarang kita bicara serius,, dulu karena liontin itu Delon bisa terus semangat untuk bertahan hidup,, tapi kini tubuhnya semakin melemah,, satu-satunya cara adalah menemukan Shèng xuè huā,, tapi satu-satunya orang yang memiliki itu sudah tiada,, tapi sebelum dia tiada dia memberikan bunga itu pada anaknya,, menurut informasi anaknya kini tinggal di Indonesia"
__ADS_1
"Tunggu apa itu Shèng xuè huā,, lagi itu bahas negara mana?"
"Itu bahasa Cina,, artinya bunga darah suci"
"Kamu bilang orang yang punya bunga itu ada di Indonesia kan,, jadi ayo kita cari"
"Aku sudah berhasil menemukan dia tapi dia mengajukan satu syarat yang sulit"
"Syaratnya apa?"
______________________________________
Saya gak tau ya bunga itu ada beneran apa gak ,, saya cuma ngehalu gak jelas aja😅
__ADS_1
______________________________________