
•Buona Lettura•
Michael dan Bean sepakat untuk pergi ketempat perhiasan. Semua ide ini adalah Michael yang buat. Sebenarnya Bean ingin pergi ke club, namun Michael mencegahnya.
"Untuk apa kau pergi ketempat perhiasan huh?" tanya Bean sebal.
"Ada sesuatu yang ingin ku berikan padanya, dan menikahinya ketika dia berulang tahun" jawab Michael dengan perasaan senang. Ia akan membelikan sebuah cincin untuk Cilla, sebagai lamaran.
"Dasar buta cinta, ternyata kau masih mencintainya, apa yang unik darinya?" tanya Bean.
Michael memutar bola matanya. "Dia berbeda dari yang lain."
"Karna peraw*n" tebak Bean.
"Tidak" sahut Michael singkat.
"Astaga, aku tau isi pikiranmu signore Italia" kekeh Bean.
"Diamlah dan fokus pada jalanan" Michael malas mendengar ucapan teman sialannya.
Bean tertawa mendengar kekesalan temannya. "Hahahaha, begitu saja kau marah."
"Aku tidak marah" Michael mulai kehabisan kata-kata jika sudah berdebat dengan temannya.
"Mengaku saja" Bean menjulur lidahnya. Untungnya Michael sedang menoleh kearah jendela, sehingga Bean bisa mengejek pria itu.
"Sekali lagi kau mengejek, lidahmu akan kuledakkan" ucap Michael datar.
Sontak Bean terkejut dan membuang mukanya ke sembarang arah. Tangannya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Lama sekali, apa kita tersesat?" tanya Michael, ia mengecek ponselnya untuk memastikan mereka tak tersesat.
"Mu-mungkin" balas Bean gelagapan. sesekali matanya melirik kearah ponsel Michael yang baru.
Michael menolehkan kepalanya, matanya terkejut melihat Bean melirik ponselnya. "Dasar bodoh, kau ingin melihat privasiku!" Michael mematikan ponselnya dan memasukkan kedalam saku.
Bean nyengir tak jelas. "Siapa tau kau punya wanita cantik" ucap Bean asal dengan pandangan kembali menatap ke depan.
"Ck, mereka semua bekas, sepertinya otakmu perlu ku cuci" oceh Michael.
"Hahaha, mana mungkin aku mau."
__ADS_1
"Bukannya kau mencintai seorang gadis Jepang huh" Michael mulai mengingat-ingat dimana seorang gadis Jepang itu mencintai Bean secara terang-terangan.
Bean terbatuk mendengarnya. "Uhuk...uhuk...uhuk...aku tak menyukai gadis culun itu."
"Kau yakin, dia masih tersegel" Michael sengaja menggoda temannya.
"Ck, percuma hanya tersegel jika tubuhnya tidak menarik" kesal Bean.
"Dasar, cobalah siapa tau gadis itu mengubah dirimu, bahkan kemarin dia mengirim pesan padaku menanyakan nomormu."
"Jangan berbohong aku tidak percaya."
"Baiklah tak masalah" dengan tenangnya Michael mengucapkan hal itu.
Cih, gadis ingusan, aku tidak menyukai seorang gadis, sudah culun, bahkan bercinta pun tak akan puas.
_________________________
Di siang hari, musim salju mulai mengguyur Polandia. Para salju mulai menyelimuti mansion. Cilla menyeruput coklat panas dengan jaket tebal menempel lekat tubuh mungilnya sebagai penghangat tubuhnya.
Cilla hanya diam termenung di dalam mansion. Dimana foto Michael yang kini sedang terpajang dengan senyuman terukir indah. Yang mana Cilla mengusap foto itu.
Tangisan yang pilu membuat Cilla harus tetap semangat dan kuat menghadapi semuanya. Ia sangat berharap kedatangan Michael. Ya Tuhan aku merindukan pria itu.
Dirinya begitu bosan, akhirnya Cilla memilih keluar dari kamarnya.
"Signora, anda mau kemana?" tanya bibi May melihat Cilla turun dari tangga menggunakan pakaian hangat.
Cilla menengok ke sumber suara, ia melihat bibi May sedang menghampirinya.
"Bibi aku ingin keluar sebentar bolehkah?" tanya Cilla sembari menautkan kedua jarinya.
"Boleh, tapi jangan jauh-jauh signora" jawab bibi May tenang.
Mata bulatnya menatap wajah bibi May yang sedang tersenyum. Yang mana Cilla bertepuk tangan ria. Ia lansung berlari keluar mansion dan meluapkan semua kebosanannya dengan salju itu.
"Yuhuuu" teriak Cilla riang. Akhirnya dia bisa merasakan salju.
Cilla bergulingan disekitar halaman mansion yang cukup luas.
Biarkan hati ini sakit, setidaknya Cilla melupakan rasa sakit hatinya dengan rasa senang yang melingkupinya.
__ADS_1
_______________________
"Michael pelankan langkahmu" protes Bean berusaha menyamakan langkah kakinya dengan Michael.
"Dasar payah cepatlah" Michael sudah tak sabaran mengejutkan gadis yang ia cintai. Ia akan mengejutkan Cilla nanti dengan cara menggairahkan.
"Tunggu aku hosh...hosh...hosh..." napas Bean berburu sangat cepat.
"Dasar lemah" Michael menarii kopernya masuk kedalam pesawat pribadinya. Bean lansung masuk menyusul.
"Kau gila! Kau seperti kucing yang tak sabaran melakukan se*s saja" Bean sangat kesal sampai mengejek temannya.
"Duduk dan diamlah" Michael menggosok kedua telinga yang panas.
"Dasar kau ini" Bean duduk di sebelah Michael dengan perasaan kesal.
Michael mengecek ponselnya sebentar. Ia melihat notifikasi laporan dari bibi May tentang sehari-hari Cilla. Hatinya sedih mengingat gadis itu menangis dan meraung namanya ketika tidur. Michael sangat bahagia mendengar hal itu. Gadisnya ternyata telah membalas perasaannya, sudah saatnya Michael akan menata keluarga bersama gadis yang ia cintai.
"Bean apa kau tidak ingin menikah?" tanya Michael.
Bean menoleh, "Menikah hal yang paling rumit dalam hidupku."
Michael sudah bisa menebak jawaban kawannya. Bean selalu hidup sendirian tanpa orang tua yang meninggalkannya akibat badai masalah. Sehingga orang tua Bean bercerai dan meninggalkan Bean di rumah sendirian. Bean tinggal di Brazil. Awalnya Bean bertemu dengan Michael yang sedang memukul orang-orang. Bean melihat aksi Michael yang begitu hebat dalam bertengkar. Ia pun turut ikut kedalam aksi itu, tapi wajah Bean babak belur. Michael menghabisi semua orang-orang itu. Setelah menghabisi mereka Michael menghampiri Bean. Dan mengobati luka di wajah Bean.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Bean melihat Michael melamun.
Michael lansung tersentak. "Ti-tidak ada" jawabnya asal.
"Jangan banyak melamun" peringat Bean.
"Iya cerewet" sinis Michael.
Pesawat milik Michael meninggalkan Indonesia lansung menuju Polandia. Michael sudah tak sabaran ingin mengejutkan Cilla di kamar mandi pada pagi hari. Dan melakukan hal yang sangat erotis, dirinya begitu merindukan gadis itu.
Maafkan aku Cilla menyakitimu, sekarang aku akan membahagiakanmu dengan menikah denganku dan bahagia bersama.
•Continua•
Bagaimana perasaan teman-teman setelah membaca capitolo ini? Jangan lupa komen yaa
__ADS_1