
•Buona Lettura•
Michael dan Bean berhasil selamat meskipun pakaian mereka basah. Michael dan Bean dijemput oleh helikopter milik mafia Michael.
"Apa yang kau lakukan Michael? Kenapa kau membawaku kesini? Aku ingin pulang kerumah?" tanya Bean bertubi-tubi seraya berjalan di samping Michael.
"Diam dan jangan banyak berbicara" ucap Michael dingin.
Bean terdiam seketika saat hendak protes. Lebih baik diam daripada melanggar.
Mereka berdua melangkah berjalan melewati tiap penjuru ruangan. Bean baru pertama kali melihat tempat yang sangat mengerikan, dimana pajangan terpajang itu dihiasi dengan tengkorak manusia. Bean menatap tak percaya. Apa ini mimpi mengerikan?
"Jangan banyak melamun Bean, perhatikan jalanmu" ucap Michael seakan dirinya tau temannya sedang melamun. Bean langsung mengerjapkan matanya berkali-kali. Lamunannya buyar seketika.
"Maaf" hanya ucapan itu saja yang keluar dari mulut Bean.
Mereka berdua masuk kedalam ruangan. Dimana para mafioso telah berkumpul layaknya rapat. Tapi Michael menggunakan prinsip seperti ini. Karna kesopanan merupakan ciri khas Michael tersendiri.
"Ciao" ucap Michael menggunakan bahasa Italia, setelah mengucapkan hal itu ia mendaratkan bokongnya tepat di kursi kebesarannya. Sedangkan Bean ia hanya duduk berjajar bersama para mafioso lainnya.
Yang benar saja, mereka semua ini model atau mafia.
Bean memandang orang-orang yang begitu serius menatap Michael yang sedang di depan. Bean melihat pakaian mereka layaknya koboi versi jas. Sedangkan dirinya hanya memakai baju yang basah kuyup bersama Michael.
"Scusate, Oggi discuteremo il piano di attacco e per favore ascolta attentamente! (Hari ini kita akan membahas rencana penyerangan, dan mohon dengar baik-baik)" ucap Michael tegas.
"Pronto signore (Baiklah tuan)" ucap mereka serempak.
"Qui attaccheremo la mafia della Triade che si trova attualmente in Indonesia. Sai che Mario se n'è andato, quindi prenderò Bean come la mano destra, spero che lo accetti. (Disini kita akan menyerang para mafia Triad yang saat ini berada di Indonesia. Kalian tau Mario sudah tak ada jadi aku akan mengangkat Bean sebagai tangan kanan, saya harap kalian mau menerimanya)" Michael menunjukkan Bean dengan jari telunjuknya.
__ADS_1
Para mafioso menoleh orang yang signore tuju. Mereka semua memandang Bean dan bertepuk tangan.
PROK...PROK...PROK...PROK...
"Abbastanza! Passiamo al nocciolo. A partire da stasera andremo in aereo nel sud-est asiatico. E discuterò questo piano. Gruppi da A a G, ogni membro contenente 25 persone e già elencato con il leader membro. Voglio che il membro B contrabbandi una droga lì dentro come esca senza nominare il gruppo mafioso. E gli altri hanno attaccato la base con un tiratore a lungo raggio almeno due persone per gruppo tranne il gruppo B. (Cukup! Kita beralih ke inti. Mulai malam ini kita berangkat ke Asia Tenggara menggunakan jalur udara. Dan saya akan membahas rencana ini. Kelompok A sampai G yang setiap anggota berisi 25 orang dan sudah tercantum dengan pemimpin anggota. Aku ingin Anggota B menyelundupkan sebuah narkoba ke sana sebagai pancingan tanpa menyebutkan nama kelompok mafia. Dan sisanya menyerang markas dengan satu penembak jarak jauh minimal dua orang setiap kelompok kecuali kelompok B)."
Para mafioso mengangguk mengerti. Sedangkan Bean, ia hanya diam ia tidak begitu mengerti dengan bahasa yang diucapkan Michael.
"E non farmi arrabbiare, usa il tuo potere intelligente per attaccare e risolvere questo rancore, e spero che voi tutti stiate bene con me. (Dan jangan membuatku marah, gunakan daya kepintaran kalian dalam menyerang dan menyelesaikan dendam ini, dan aku harap kalian semua selamat bersamaku)" sejenak Michael menghirup nafas dahulu, kemudian lanjut berbicara membahas penyerangan.
Mungkin orang akan tertawa mendengar hal ini. Mereka menganggap ini rapat mafia bukan rapat bisnis perusahaan.
"E questa è tutta la discussione. Io dico grazie (Dan itu saja pembahasannya. Saya mengucapkan terima kasih)" Michael mengakhiri rapatnya hari ini dengan para mafioso. Mereka semua bubar dan meninggalkan ruangan rapat.
"Michael, kau sangat hebat" puji Bean sembari berlari mengejar langkah Michael yang cepat.
"Terimakasih Bean, sekarang ikut aku ke mansion!" titah Michael.
Mereka berdua berjalan kearah parkiran dengan logo H.
"Dove stiamo andando, signore (Kita akan pergi kemana, tuan?" tanya sang pilot.
"Come di solito (Seperti biasa)" jawab Michael.
Pilot itu mengangguk mengerti kemana arah tujuan signore. Akhirnya mereka mulai meninggalkan markas.
"Michael apakah kita bisa?" tanya Bean, jiwanya tak karuan jika mereka bisa mengalahkan para mafia Triad.
"Jangan mengucapkan tidak bisa, aku yakin kita bisa menang, percaya padaku Bean" Michael memberikan kepercayaan melalui ucapan. Setidaknya rasa percaya menang itu ada melekat dihati.
__ADS_1
"Baiklah aku percaya, maaf tidak mempercayaimu Michael" ucap Bean menyesal mengatakan hal itu.
"Tidak masalah, kita sahabat, sudah sepatutnya kita bersama memerangi kerasnya dunia ini."
Bean tersenyum mendengarnya. "Kau memang sahabat terbaik Michael."
Michael hanya menanggapi dengan senyuman. Mereka melewati malam di negara Polandia. Helikopter terus melaju tanpa mereka sadari mereka sudah tiba di mansion milik Michael.
_________________________
"Kenapa?" tanya Cilla dengan perasaan yang sedih. Ia tak sanggup berpisah dengan pria ini.
"Maaf" Michael hanya mengucapkan kata-kata itu. Ekspresinya tak menunjukkan menyesal, hanya datar saja.
"Kau sudah mengungkapkan cintamu padaku meskipun aku belum membalasnya, tapi dengan mudahnya kau mengucapkan itu, kau pikir aku mainan huh! Dan aku benci kau Michael" Cilla menunjuk Michael dengan jari telunjuknya.
"Aku sudah tak mencintaimu, maaf, aku hanya menganggapmu sebagai mainan saja" dengan santainya Michael mengucapkan hal itu.
"Dan mansion ini menjadi milikmu dan aku akan memberimu uang tiap bulan" Michael berjalan melangkah kearah lemarinya dan mengemas pakaiannya.
"Hiks...hiks...kau tega...hiks...hiks...aku mencintaimu...hiks...Michael" Cilla mengucapkan kata cinta pada pria itu. Meskipun telat membalasnya.
Michael menoleh. "Simpan air matamu, aku akan pergi selamanya mungkin, tapi akan ada seseorang yang datang melamarmu nanti" Michael menarik kopernya dan meninggalkan Cilla begitu saja tanpa mengucapkan perpisahan.
Cilla menangis didalam kamar itu yang isinya penuh dengan kenangan dirinya dengan Michael meskipun waktunya dengan pria itu singkat, tapi pria itu berhasil membuatnya jatuh cinta.
"Michael, kau sudah siap?" tanya Bean.
"Kita berangkat!" titah Michael.
__ADS_1
•Continua•
Bagaimana setelah membaca capitolo ini? Jangan lupa komen.