Tamat

Tamat
Stagione 2: Incontra è Proponi


__ADS_3

•Buona Lettura•


"Michael aku melihat sesuatu!" Bean menggoyangkan tubuh Michael. Michael tertidur di dalam helikopter. Karna rasa kantuk terus menyergapnya, akhirnya ia tertidur pulas tanpa sepengetahuan Bean.


"Hm...apa, apa, apa, apa,?" sahut Michael gelagapan. Matanya belum sepenuhnya sadar.


"Aku melihat gadis yang sedang memancing" Bean menoleh kearah Michael. Lagi-lagi Bean dibuat kesal. Ucapannya tidak begitu ditanggapi. Karna kesal, Bean menyentil hidung mancung Michael.


"Aw...shh" ringis Michael seraya mengusap pelan hidungnya. Michael mengalihkan kepalanya kearah Bean. Ia turut membalas sentilan itu.


"Sh**" umpat Bean menerima sentilan itu. Helikopter yang sedang Bean kendarai hampir saja lepas kendali. Untungnya Bean selalu waspada. Jika sampai hal itu terjadi, tamat riwayat mereka.


Michael melihat satu gadis sedang berlayar. Dari postur tubuh saja seperti gadisnya, akan tetapi yang ini agak sedikit berisi. Michael sedikit menyipitkan matanya. Ia berharap ini kenyataan.


Cilla mendongak menatap sebuah helikopter mendekat kearahnya. Sontak Cilla dibuat kaget bukan main. Cilla melempar batu-batu yang ada di perahu.


TUK...TUK...TUK...TUK...


Bean dibuat hilang kendali, pasalnya batu-batu itu bisa saja menembus kaca. Michael menarik ke belakang setirnya. Saat ini jarak helikopter dengan tubuh Cilla sedikit menjauh, untung saja tidak mengenal, jika mengenainya, maka tubuh Cilla terlempar ke dasar sungai.


"Bean, aku akan terjun" Michael hendak menyentuh pintu keluar, Bean mencegahnya.


"Kau gila huh! Kau ingin dimakan oleh ikan hiu!" Bean tidak terima temannya terluka. "Kita bisa menggunakan cara lain, pikirkan nyawamu bodoh, jika kau mati dia akan terpuruk dan sedih" ucap Bean penuh kekhawatiran.


Michael berhasil dibuat diam, ada benarnya juga. Tapi Michael menatap ke arah jendela. Ia melihat gadis itu begitu kumuh dan menyedihkan, tapi Michael penuh ambisi, ia menghempaskan tangan Bean. Lalu membuka pintu keluar dan terjun. Cilla bisa menyaksikan seseorang yang melompat dari helikopter.


BYUR...


"MICHAEL!" Bean berteriak histeris. Matanya menganga tak percaya. Bean hendak menyelamatkannya, namun apa dayanya.


Michael menyelam dasar dalam sungai. Matanya celingak celinguk seperti orang kesesatan. Dan tak sengaja ia melihat seekor hiu banteng besar menuju kearahnya. Michael dibuat terkejut. Ia mengeluarkan pistolnya. Hiu itu berenang begitu cepat, Michael mengarahkan lasernya tepat di mulut hiu itu yang setengah terbuka.


DOR...DUAR...


Tubuh hiu itu terpecah belah. Michael dikagetkan kembali segerombolan hiu berdatangan dari arah belakang, bukan memangsanya, melainkan mereka memangsa daging hiu mati itu. Karna hiu lebih tertarik oleh bau darah dan daging. Kesempatan ini Michael gunakan menuju perahu Cilla. Ia kembali memasukkan senjatanya dibalik saku, dan berenang gesit menuju perahu yang sedang terapung di atas sungai.


"HAH...HAH...HAH...HAH...HAH...HAH..." sekuat tenaga Michael berenang. Ia menaiki perahu Cilla. Cilla dikejutkan oleh seseorang yang menaiki perahunya. Ia berbalik badan dan menodongkan sebuah kayu panjang runcing tepat di kepala Michael.

__ADS_1


"Jangan bergerak!" perintah Cilla. "Sedikit bergerak, anda akan saya bunuh" tangannya bergemetaran memegang kayu. Ia tidak pernah membunuh orang. Tapi mau bagaimana lagi?


Michael masih menunduk, wajar saja gadisnya tidak bisa melihat jelas wajahnya. Ia mulai bangkit berdiri. Rambut basahnya mengenai runcing kayu itu. Michael sedikit memberi jarak antar kayu dengan kepalanya agar tak tertusuk.


Michael lansung mendongak kepalanya. Cilla mendorong kayu itu, tapi tangannya berhenti melihat siapa yang hendak ia bunuh. Mata Michael menatap penuh kebahagiaan yang terpancar. Kini perjuangannya selama setahun tidak sia-sia.


Cilla melotot terkejut, seakan ia tak percaya yang ada dihadapannya kini. Pria yang ia rindukan, cintai, sayangi, dan lain-lain. Cilla menggeleng tak percaya, kayu yang ia todong terjatuh tak berarah.


Michael melangkah maju mendekat kearah Cilla. Cilla dibuat mundur. Michael terus maju dan maju.


Saat kaki Cilla menginjak sebuah pembatas. Tubuhnya bergoyang hampir jatuh. Michael sigap menangkap lengan Cilla lalu merengkuhnya penuh kerinduan.


Sedangkan Bean, hanya menonton saja di atas helikopter. Akhirnya pencarian mereka selama ini berbuah hasil yang memuaskan. Bean bersyukur kepada Tuhan, yang telah mengabulkan doanya mempertemukan kedua insan itu kembali.


Michael terus memeluk tubuh Cilla. Ia menangis haru, tanpa rasa jijik Michael mencium rambut Cilla penuh kasih sayang.


Cilla hanya diam di dalam dekapan sang pria ini. Cilla tidak percaya, segera ia menjauhkan tubuh Michael. Michael terhuyung ke belakang. Matanya menatap Cilla oenuh tanda tanya?.


"Kenapa?" tanya Michael.


Michael hanya tersenyum saja. Ia tertawa keras. Mendengar ucapan itu seakan menggelitik perutnya.


"HAHAHAHA...." tawa Michael nyaring, tangannya memegang perutnya.


"HAHAHAHA...." Cilla dibuat bingung oleh pria ini.Apakah dia gila? Jika benar, Cilla bergidik takut.


"Are you lost baby girl. (Apa kau tersesat sayang?)" tanya Michael.


Kata-kata itu adalah kata-kata panggilan sayang dari Michael hanya untuknya saja. Cilla menarik pipinya kuat-kuat berharap ini mimpi. Tapi ia sama sekali tidak sadar dari alam mimpinya.


Michael mendekap tubuh Cilla. Ia mengusap rambut Cilla. Rindu yang membuncah membuatnya sedikit menunduk.


"Kau semakin pendek sayang, tapi kau semakin indah untuk kuajak bertempur di ranjang, maukah se*s denganku?" tawar Michael dengan senyuman yang menampilkan deretan gigi putihnya yang berjajar rapih.


Cilla menggeleng, ternyata ini benar-benar nyata. Ia tak tahu harus mengatakan apa. Cilla terisak pilu. Michael menyadari sebuah cairan kristal keluar dari gadisnya yang tersayang. Michael lansung mengusapnya. Sebagai gantinya ia memberikan sebuah ciuman.


Cilla dibuat terkejut oleh ciuman Michael. Cilla menangkup rahang tegas itu yang sedikit mengurus. Ciuman itu awalnya lembut namun berubah menjadi menuntut. Michael memegang kaos putih Cilla yang hendak ia robek.

__ADS_1


Cilla lansung tersadar. Ini tidak benar, mereka nyaris hampir melakukan hubungan masuk keluar tanpa batas. Cilla segera menjauhkan wajah Michael.


"Miki..." rengek Cilla menjauhkan wajah Michael.


Michael tersenyum manis mendengar kata-kata panggilan untuknya yang keluar indah dari bibir mungil sang gadis.


"Shh...aku akan membersihkan tubuhmu, kau menjadi kumuh Cilla" canda Michael, Cilla melotot tajam kearah Michael. Ia menjambak rambut Michael.


"AAAA....." jerit Michael kesakitan.


"Rasakan ini pak tua tidak tau umur, jangan berbicara seperti itu, rasakan ini pak tua," Cilla begitu gemas menarik rambut Michael.


Michael mengaduh meminta ampun. Tangannya memegang tangan Cilla yang begitu asyik menarik rambutnya. Michael mencengkram kuat tangan itu lalu ia hempaskan.


Kedua tangan Cilla tetap ia genggam. Michael berjongkok layaknya pangeran hendak melamar sang putri.


"Cilla, aku tahu ini mendadak, namun hatiku berkata, katakanlah sekarang. Jadi aku perlu dirimu menjawab iya atau tidak."


"Cilla, kita sudah berjuang bersama-sama mengalahkan orang-orang yang menghalangi cinta kita dan badai masalah, yang membuat kita harus berpisah. Tapi takdir berkata lain, kita dipertemukan kembali, dengan suasana yang penuh keharuan." Sejenak Michael menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian ia hembuskan perlahan tidak seperti degup jantungnya yang berdetak kencang.


"Cilla" Michael mengambil kotak cincin dibalik saku yang sudah lama ia taruh baik-baik. Ia membawa kotak itu ke mana-mana, jika suatu saat mereka bertemu. Kotak itu masih terbungkus indah. Tapi didalamnya harga cincin itu bisa membuat dua perusahaan bangkrut sekejap mata.


"Baby girl, will you marry me?" Michael membuka kotak cincin. Terpampanlah sebuah cincin yang berkilau begitu indah.


Cilla menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya. Pria ini melamarnya dengan situasi yang sulit dijelaskan. Cilla lansung menjawab. "Iya" satu kata singkat berhasil ia ucapkan tanpa rasa ada gugup.


Michael tersenyum haru. Segera ia melepaskan cincin itu dari rumahnya ke jemari tengah Cilla yang halus. Michael memasangkannya. Ternyata ia tidak salah pilih. Cincin itu begitu 'pas'.


Cilla lansung menyerbu bibir tebal Michael penuh kelembutan. Cilla hanya mencium sekejap saja tanpa menggerakkan bibirnya. Namun Michael menahannya.


Terjadilah dua insan yang tengah berciuman menyalurkan rasa rindu yang teramat. Michael berjanji, mulai saat ini ia akan mencintai dan menjagai Cilla sampai maut memisahkan mereka berdua.



•Continua•


Bagaimana setelah membaca capitolo ini? Jangan lupa komen yaa...

__ADS_1


__ADS_2