
•Buona Lettura•
Pesawat Michael mendarat di bandara Polandia. Michael dan Bean tertidur di dalam pesawat. Mereka tertidur karena malam mata mereka terjaga sampai tengah malam. Tapi lama kelamaan rasa kantuk mulai menyerang mereka. Akhirnya mereka tertidur pulas.
Michael mengerjapkan matanya. Saat matanya terbuka ia lansung melihat kearah jendela. Dimana musim salju mulai mengguyur Polandia. Michael menengok kearah Bean yang sedang tertidur.
Sementara itu Bean masih tertidur pulas dengan mulut terbuka. Tiba-tiba pikiran menjahili temannya melintas di dalam otaknya. Michael mengambil bantal. Wajahnya menahan tawa agar rencana yang ia buat berjalan semulus mungkin.
BUGH
"Shit" umpat Bean saat menerima pukulan entah dari mana mengenai wajahnya.
"Bangun bedebah, ini sudah pagi, kau masih tertidur saja" Michael menaruh bantal itu di samping tubuhnya.
Bean menatap Michael kesal, waktu tidurnya diganggu, yang mana Bean mendengus. "Dasar teman sialan kau mengganggu waktu istirahatku" ucap Bean kesal.
"Jangan banyak omong, aku ingin mengunjungi gadisku sekarang, sampai jumpa" Michael lansung beranjak dari kursi pesawat ia tumpangi. Menarik koper dan berlari keluar.
"Hey, hey, hey, tunggu aku bedebah, aw" Bean mengaduh sakit kepalanya terpentuk jendela
"Dasar bodoh, siapa yang menaruh jendela disini!" amuknya.
Terpaksa Bean harus berlari tidak lupa dengan kopernya yang tertinggal di bagasi pesawat. Ia berlari sembari menggiring koper disampingnya.
"Michael tunggu aku!" teriak Bean sembari berlari.
__ADS_1
Michael berhenti berjalan dan menengok ke belakang, "Dasar siput" ejeknya, lalu kembali menatap ke depan, kembali berjalan.
Namun Michael terkejut saat mendapatkan tabrakan cukup keras sehingga membuat tubuhnya terjungkal kebelakang.
"Sialan" Michael mengusap pundaknya seraya mengumpat.
Mata tajamnya menatap orang itu berlari menjauh tanpa mengatakan sepatah kata maaf. Bean menghampirinya.
"Kenapa Michael?" tanya Bean.
"Tidak" jawabnya lalu pergi berjalan menghiraukan Bean memanggilnya.
_________________________
"Kenapa gelap?" tanya Cilla saat mendapatkan kamar mandi itu gelap gulita. Dan hidungnya menghirup sebuah parfum yang sangat ia kenali, bahkan aromanya saja seperti pria yang ia rindukan. Cilla segera menepis semua pikiran itu. Mungkin efek dirinya rindu dengan Michael.
Cilla menekan tombol lampu. Saat lampu itu bercahaya terpampanglah seorang pria yang sedang berendam sembari meneguk anggur mahalnya.
"Baby girl kemarilah" ucap Michael seraya meletakkan minumannya di samping bath up.
Cilla melototkan matanya, ia terkejut melihat pria yang ia rindu dan cintai sedang berendam. Apakah ini mimpi? Ya Tuhan aku tidak mau bangun dari mimpi ini.
Michael keluar dari bath up dengan keadaan telanjang. Spontan Cilla menutup matanya dimana milik Michael yang Cilla sebut ular piton berurat sedang tertidur.
__ADS_1
Michael menutup pintu kamar mandi tak lupa menguncinya, misinya kali ini memiliki tubuh Cilla seutuhnya.Tangannya terulur menyapu wajah Cilla dengan lembut. Cilla hanya diam tanpa bergeming sama sekali, justru dirinya . Michael melihat tubuh Cilla yang hanya menggunakan dalaman saja. Mata tajamnya melirik gunung kembar itu yang semakin berisi sekarang.
Sial, aku bisa menghabisinya di kamar mandi ini.
Michael menatap miliknya sudah mulai berkontraksi. Senyuman terlukis di wajahnya. Michael menggendong tubuh mungil itu ke dalam bath up.
"Kyaa, apa yang kau lakukan!" teriak Cilla tak sengaja tangannya memegang dada bidang yang ditumbuhi bulu-bulu di sekitarnya.
"Mau bercinta denganku baby girl?" tawarnya.
Cilla terkejut mendengarnya. Cilla menarik pipinya, apakah ini mimpi? Atau nyata. Jika nyata maka tamat riwayatnya.
"Hahaha, kau sangat menggemaskan" tangan Michael terulur mengusap rambut Cilla.
Cilla hanya memejamkan matanya. Dan tanpa dia sadari tangan pria itu mulai menurun dan menyentuh pengait br*nya.
Michael menatap kedua gunung padat itu dengan tatapan bernafsu.Tangan kirinya menekan punggung Cilla agar tubuh mereka saling merapat. Mata coklatnya menyusuri setiap jengkal wajah Cilla sedikit memerah ditambah pipi bulatnya. Iris mata hitam Cilla bertemu dengan iris mata Michael berwarna coklat.
"Maaf" hanya itu Michael ucapkan kemudian mencium bibir mungil itu yang sangat ia rindukan.
"Aku akan menyentuhmu Cilla. Maaf jika sakit, tapi setelah itu akan nikmat. Aku akan menikahimu Cilla. Mari kita menata keluarga bersama" Michael berkata di dalam hati.
•Continua•
Siap-siap nih bakal ada adegan.....
__ADS_1