Tamat

Tamat
Capitolo 31: Scopare In Bagno


__ADS_3

•Buona Lettura•


Pagi yang indah menyambut negara Polandia, meski di musim salju tengah melanda negara Polandia. Terdapat dua insan sepasang kekasih yang sedang terlelap di alam tidurnya. Mereka saling memeluk satu sama lain memberikan kenyamanan masing-masing yang di peroleh.


Cilla melenguh merasakan pelukan yang melilit pinggangnya. Matanya terbuka sempurna seraya mengerjap dengan mulut yang menguap. Cilla menoleh tubuhnya ke samping untuk melihat siapa pelakunya. Siapa lagi jika bukan signore Italia.


Senyuman tercetak jelas melihat Michael tertidur pulas. Tangannya terulur mengusap rahang tegas itu secara lembut. Bahkan tangannya sangat betah di rahang itu.


Sebenernya Michael sudah bangun, namun ia hanya diam dan menikmati sentuhan halus dari calon istrinya.


Karena sudah tak tahan lagi, akhirnya Michael mengakhiri bohongnya.


"Miki!" pekik Cilla terkejut melihat kedua bola mata itu terbuka sempurna.


"Hm? Selamat pagi Cilla" sembari tersenyum.


"Pagi Miki" Cilla membalasnya kemudian mencium rahang tegas itu malu-malu. Cilla menelusupkan wajahnya di leher Michael.


"Astaga, apa kau sengaja menggodaku baby girl?" tanya Michael sengaja menggoda Cilla.


"Tidak" jawab Cilla singkat.


Mereka berdua terdiam, Michael sedang memikirkan sebuah liburan bersama Cilla sekaligus melamarnya. Michael baru saja memesan kapal pesiar untuk mengelilingi pulau Polandia. Dan kini kapal itu sudah tiba di dermaga markasnya sendiri. Michael juga akan membeli pulau pribadi di Indonesia tempat istrinya lahir di sana.


"Baby girl, apa kau mau se*s?" iseng Michael. Jika mau dia sangat bersyukur, jika tidak kemungkinan ia dihajar oleh gadis cilik ini.


Sontak Cilla mendongak dari leher Michael. Cilla menatap Michael melotot. Tapi tangan Michael mulai berjalar kemana-mana. Yang mana Cilla lansung bertekuk lutut. Sentuhan Michael mampu membangun gairah Cilla. Sebelumnya ia belum pernah merasakan hal yang sangat asing ini. Namun setelah mengenalnya ia sekarang sudah mencobanya dan membuatnya ketagihan.


Michael mengubah posisinya yang tadi tertidur kini berada di atas tubuh Cilla.


"Aku tak akan memasukinya, aku tau kau lelah menghadapinya, biarkan aku memuaskanmu" Michael mulai mencium bibir mungil Cilla. Permainan segera dimulai.


Tangan Michael memegang kedua tangan Cilla hingga terlentang pasrah. Michael mulai menggerakkan bibirnya dengan sedikit menggigit bibir bawah Cilla. Cilla membuka mulutnya membiarkan lidah Michael menari dengan lidahnya.


"Uhh...uhh...uhh..." Cilla terbuai dengan sentuhan itu.


Michael menaut lidah Cilla. Lidah mereka terus menari saling memberi kenikmatan masing-masing.


Setelah puas bermain dengan bibir. Kini Michael beralih ke leher Cilla yang mulus siap disantap. Lidahnya mulai menjilat area leher itu dengan sensual. Menjilat dari atas bawah kemudian memberi sedikit gigitan kecil di sana. Cilla terus melenguh, membusungkan dadanya ke depan agar di sentuh.

__ADS_1


"Kau sangat nakal baby girl" Michael mulai membuka baju tidur Cilla yang bergambar kelinci. Gadis itu sangat imut dan menggoda untuk disantap.


"Ahh...ahh...terus...lebih...dalam...ahh...Miki..." racau Cilla tak karuan. Michael memainkan payudara Cilla dengan menyedot put*ng merah itu dengan menyesap kuat-kuat. Tangannya yang tadi sempat menahan kedua tangan Cilla beralih bermain dengan kedua kenyal berisi.


"Ahh...jangan...meremasnya...enak...terus..."


Michael bertambah bersemangat memainkan kedua benda kenyal itu. Tangan kiri Michael mulai turun mengusap perut halus Cilla yang sedikit gemuk.


Namun di sela-sela aktivitas yang sedang memuncak, ponsel Michael berdering nyaring hingga aktivitas yang saat ini mereka lakukan terganggu begitu saja.


"Maaf, aku harus mengangkat telepon" Michael menyudahinya kemudian mengecup kening Cilla sebagai akhir permainan.


"Ciao?" tanya Michael disebrang.


"Michael, aku sudah mendapatkan informasi tentang narkoba yang waktu itu dihadang para polisi" ucap Bean lansung ke inti.


"Lalu, apa kau menemukan hal yang mencurigakan?"


"Iya, beberapa bukti kuat sudah ku ringkas sebaik mungkin dan sejelas mungkin. Sepertinya kita kedatangan musuh baru Michael."


"Musuh baru? Aku senang sekali mendengarnya, lagi pula aku sudah bosan melawan mafia kelas rendahan" ucap Michael sombong.


"Cih, aku benci orang itu, mari kita bersihkan tikus-tikus mafia Amerika, persiapkan semua mafioso, kita berangkat sekarang!" titah Michael.


"Baiklah, aku akan menjemputmu" Michael mengakhiri sambungan telepon.


Setelah menelpon, Michael membalikkan tubuhnya. Matanya menatap kasihan ke gadis itu. Hari ini ia akan berpisah dengan Cilla.


"Baby girl" Michael menghampiri Cilla, tangannya mengangkat dagu gadis itu. Cilla menatap mata Michael yang sedang tidak bersahabat.


"Aku pergi" ucap Michael singkat dengan perasaan kecewa.


Mendengar dua kata itu, Cilla menunduk sedih. Baru saja mereka saling bertemu sekarang harus berpisah kembali. Michael menyadari gadisnya menunduk sedih.


"Jangan sedih, setelah ini aku akan memberimu sebuah hadiah yang indah" ucap Michael. Tangannya mengusap pipi bulat itu.


"Apa Miki berjanji akan pulang?" tanya Cilla yang masih menunduk kebawah. Tangannya saling bertautan membentuk pola aneh.


"Janji, sekarang mau aku suapin makan?" tawar Michael. Mendengar tawaran yang menggiurkan itu Cilla mengangguk mau. Tangannya mengalung di bahu tegap itu.

__ADS_1


"Gendong" titah Cilla manja.


"Baiklah tujuan pertama kita kamar mandi, aku mau mandi bersamamu dan melakukan 5 ronde kegiatan" Michael membawa gadis itu kedalam kamar mandi. Cilla ingin sekali menolak, namun apa dayanya jika sudah berada di tangan pria ini. Tamat riwayatnya.


_________________________


"Terus...Cilla...terus...argh" racau Michael menikmati goyangan pinggul Cilla yang menari di atas sembari memainkan miliknya yang sedang dijepit kuat. Payuda*a Cilla menari indah di mata Michael.


"Ahh...ahh...ahh..." Cilla terus menari diatas Michael menggoyang pinggulnya. Kenikmatan menjalar ke seluruh tubuhnya. Dimana ia sedang menjepit milik Michael yang besar dan keras di dalam sana.


Michael terus diguncang oleh tubuh itu. Hentakan demi hentakan terus terjadi. Michael sudah tak tahan menahan gejolaknya. Ia memegang pinggul Cilla dan menghujamnya dengan tempo cepat dari bawah sana.


"Ahh...aaa...ahh...aaa...Miki..." teriak Cilla squirting hebat. Namun Michael enggan melepaskannya, ia terus memacu dengan cepat. Saat cairan itu berkumpul siap menembak mengisi rahim Cilla. Michael menekan pinggulnya dan membiarkan cairannya menyembur deras di dalam sana.


"Argh...Cilla...I...love...you..." segera Michael berganti gaya. Ia mengangkat tubuh mungil itu dan menempelkan di dinding. Michael mengarahkan miliknya ke sasaran lubang tempat kenikmatan. Perlahan ia bergerak pelan dan menusuk lebih dalam lagi hingga menyentuh G-sp*t Cilla.


"Ahh...sakit...uhh..." Cilla meringis kesakitan. Michael sengaja melakukan teknik agar Cilla nanti terbiasa melakukan gerakan yang lebih ekstrem sekaligus tahan lama. Yaitu gerakan se*s rahasia orang Italia. Michael sudah menyusun gerakan itu.


"Keluarkan...argh...saja...Cilla..." kembali menghentak lebih dalam lagi.


"Ahh...ahh..." Cilla di buat tak karuan dengan anaconda Michael. Michael mencabut dari liang Cilla. Tangannya menuangkan sebuah sabun dan mengusap ke kejantanannya yang kekar dan berurat, lalu kembali memasukinya.


"Ahh...ahh...ber...ahh...ahh...aaaaahhhhh..." teriak Cilla.


Michael terus memacu cepat ditambah licinnya sabun tadi. Sehingga ia bisa melakukannya lebih leluasa. Michael masih bertahan di posisi ini bahkan tanpa segan-segan menambah lebih cepat lagi. Inilah kemampuan Michael yang terkenal dengan cepat dan tahan lama.


Cilla yang sudah terkulai lemas. Tubuhnya sudah seperti jelly yang tak bertenaga. Mereka berdua menghabiskan waktu 50 menit tanpa jeda. Saat hendak keluar, Michael kembali mencabut miliknya dan menyemburkan di perut Cilla, bahkan sempat mengenai wajah Cilla cukup banyak. Cilla menutup matanya ketika derasan pancuran cairan Michael mengenai wajahnya.


"Argh...aku...ingin...lagi..." Michael meraih telapak tangan Cilla.


"Buka mulutmu baby girl, dan masukkan milikku kedalam mulutmu, kumohon" pinta Michael memelas.


Cilla yang tidak begitu tau akhirnya menurut. Ia berjongkok dan menatap anaconda berurat itu sedang tegang sehingga menonjolkan urat-urat kekar di sana. Awalnya ragu, tapi Michael memajukan kepala Cilla.


"Buka mulutmu...argh" Michael frustasi, ia harus menahannya agar tidak bertindak kasar.


Cilla lansung menurut. Tangannya terulur memasuki benda itu ke dalam mulutnya. Cilla sempat bingung akhirnya memilih menjilatnya saja. Lidahnya bisa merasakan urat menonjol itu bertambah kekar ditambah ukuran Michael semakin membesar. Terpaksa ia harus memakai kedua telapak tangannya untuk menjangkau ukuran junior Michael.


•Continua•

__ADS_1


Sebentar lagi war nii...adegannya stop sampai sini dulu...


__ADS_2