
•Buona Lettura•
Roma, Italia
"Seret dia! Bawa dia ke kandang piranha!" ucap Michael kejam, wajahnya menyiratkan sebuah kekejaman tanpa batas. Michael mengambil remot yang ada tergeletak di atas meja.
Michael menekan sebuah tombol. Dan tidak perlu membutuhkan waktu yang lama, terpampanglah tulang Xander Xiao yang merupakan mantan pemimpin Triad.
Bos Amerika itu bernama Bone, matanya terbelalak. Michael sudah memutilasi tubuh Xander dan memberikan sisa-sisa tubuh Xander kepada ikan-ikan piranha. Nasib Xander begitu malang. Dagingnya sudah tak tersisa lagi. Hanya tulangnya saja yang berdiri kokoh.
"Kalian masukkan sampah ini kedalam sana, biarkan dia membusuk selama seminggu" ucap Michael sinis tak berperasaan. Bone memberontak tak mau, dan tak sengaja ia memukul wajah mafioso.
BUGH...
Mendengar suara pukulan, Michael membalikkan tubuhnya. Mukanya mendadak memerah menahan marah. Dengan emosi tinggi Michael mencekik leher Bone, dan melempar tubuh Bone ke dalam kolam piranha.
"Dasar manusia hina, selamat menikmati kematian."
Michael menekan tombol tutup di bagian remot. Perlahan-lahan pintu tersebut mulai menutup disertai dengan teriakan Bone di dalam sana. Michael hanya menghiraukan nya saja. Dan musuh-musuh sudah terselesaikan.
"Bean, kita pergi menghirup udara segar, kau mau berkeliling Roma?" tawar Michael.
Bean mengangguk setuju menerima ajakan Michael. Daripada dia menyendiri di Italia.
_________________________
Mereka berdua berjalan menuju cafe Italia yang terkenal dengan esspreso yang mampu memanjakan lidah dan kerongkongan.
"Kapan kau memiliki kekasih Bean? Aku sangat kasihan padamu yang hidup sendirian tanpa jalan arah" Michael mulai memecahkan keheningan di antara mereka berdua dengan memberikan pertanyaan.
Bean memutar bola matanya malas. "Aku tidak mau, bagiku sangat merepotkan" jawab Bean yang mana ia sedang menghisap rokok mahalnya.
"Jawabanmu tidak pernah meleset, selalu itu saja" Michael menggelengkan kepalanya.
"Jangan banyak mengoceh atau aku akan melakban mulutmu" sergah Bean.
__ADS_1
"Astaga" Ingin sekali dirinya tertawa kencang, namun Michael menahannya.
Mereka terus berjalan dan tak sengaja ada yang mengajak Michael berfoto bahkan berteriak histeris.
"Ciao signore, possiamo fare me foto con te. (Halo tuan, bisakah kami berfoto dengan anda)" pinta salah satu wanita dengan pakaian sangat sexi dengan wajah seperti Italia. Michael hanya menatap datar saja, sedangkan Bean, ia pun sama. Mungkin mereka sudah bosan melihat wanitae eropa.
"Scusate, non sono una celebrità. (Maaf saya bukan selebritis)" tolak Michael halus dan kembali berjalan bersama Bean di sampingnya.
"Aspettare. (Tunggu)" cegat wanita itu dengan memegang tangan Michael dan tetap bersikekeh berfoto dengannya.
Michael membalik tubuhnya, tatapan datarnya masih tercetak jelas memandang wanita itu senyum tanpa jelas.
"Solo una volta. (sekali saja)" pintanya dengan sedikit memohon. Yang mana akhirnya Michael luluh dan mengikuti permintaan wanita itu. Michael mengambil posisinya dengan cukup berjarak jauh. Sedangkan Bean, ia digunakan untuk menjadi fotografer.
Wanita itu terus mendekati Michael dengan memeluk tubuh kekarnya. Justru Michael sangat jijik, andaikan wanita ini adalah Cilla, dengan senang hati ia membalas pelukan Cilla. Namun itu hanya angan-angannya saja.
"Signore, vieni qui non stare lontano così, abbracciami di più. (Tuan, kemarilah jangan menjauh seperti ini, peluk aku)" wanita tersebut meraih lengan Michael dan meletakkannya di pundaknya dan tanpa tanggung-tanggung wanita itu memeluk tubuh Michael. Terpaksa Michael menuruti saja daripada urusannya nanti memanjang.
"Facciamo una foto me. (Ayo foto aku)" titah wanita itu sedikit berteriak.
"One, Two, Three, CEKREK..."
Wanita itu berjalan menghampiri Bean untuk melihat hasilnya. Senyumnya begitu sumringah menandakan ia puas dengan hasilnya, matanya kembali menatap Michael disana yang sedang menunggu. Wanita itu tersenyum kagum, pria itu memanglah sangat tampan. Segera ia menghampiri kembali.
Wanita itu sedikit menjinjit untuk membisikkan sebuah kata-kata dengan sengaja ia gairahkan agar terpancing "Grazie bel signore, vuole fare l'amore con me...ahhh. (Terimakasih tuan tampan, mau bercinta denganku...ahhh.)" dan kembali berhadapan dengan pria di depannya saat ini.
Michael segera menjawabnya. "Non mi interessa, ho già una moglie. (Aku tidak berminat, aku sudah mempunyai istri)" pungkasnya lansung dan menarik tangan Bean. Bean membalikkan ponsel milik wanita itu dengan langkah terpogoh-pogoh.
Wanita itu menghentakkan kakinya kesal. Ingin sekali dia membawa pria itu keranjang, dari tampang tubuhnya saja ia yakin pria itu memiliki ukuran diatas para pria Italia. Wanita itu berbalik dan meninggalkan lokasi.
"Hey, hey, hey," Bean menghempaskan tangan Michael secara kasar. Michael berhenti berjalan bersama Bean. Matanya menatap tajam Bean.
"Kenapa kau berhenti, aku tidak mau menemui wanita itu" ucap Michael kesal.
__ADS_1
"Dan bukannya kau sudah memiliki seorang gadis, apa kau selingkuh?" tanya Bean penasaran, padahal ia sengaja ingin memancing amarah temannya.
"Aku hanya terpaksa melakukannya, jika tidak melakukan hal seperti tadi, wanita itu pasti akan kembali dan meminta terus-terusan" balas Michael.
"Astaga, jika gadis culunmu tau bagaimana?" tanya Bean lagi. Michael menggaruk kepalanya pusing, jika Cilla tau, maka dia akan membawanya kembali dengan cara apapun.
"Aku akan mengurungnya dan menghabisinya diatas ranjang."
"Dasar pedofil" ejek Bean.
_________________________
Cilla sedang menyiram tanaman bunga mawar di perkarangan mansion Michael. Cilla menyanyikan lagu balon ku ada lima sambil terus berjoget kesana-kemari. Harrison menatap heran dengan suara signorw Cilla yang aneh.
Cilla begitu senang menyiram tanaman, ini merupakan hobinya ketika ia di desa. Harrison nampak berjaga di wilayah sekitar. Bagaimanapun signora Cilla harus di jaga ketat, karena signora Cilla merupakan ratu di keluarga Morrone.
Setelah menyelesaikan acara menyiram, Cilla meletakkan kembali siraman itu di tempatnya. Kemudian membalikkan tubuhnya.
"Dor" Harrison mengagetkan signora Cilla.
"Aaa..." pekik Cilla histeris dengan jantung berpacu layaknya marathon. Tangannya mengusap dadanya dan mengatur napas.
"Maaf signora Cilla, saya tidak bermaksud" Harrison bingung harus melakukan apa, dan mulai di landa ketakutan. Jika hal ini diketahui signore Michael, ia bisa dihabisi oleh mafia Italia itu.
"Huh...tidak apa-apa" ucap Cilla santai. "Cilla ke kamar dulu yaa..." Cilla melambaikan tangannya dan masuk kedalam mansion. Harrison bernafas lega. Untung saja hati signora Cilla baik.
Setiba di kamar. Cilla memilih berendam air hangat di bath up dengan busa-busa yang menutupi tubuhnya. Pikirannya mulai tenang dan nyaman. Saat hendak meraih sabun matanya tak sengaja menatap sabun yang bertuliskan bahasa Inggris, Cilla tidak terlalu bodoh dengan bahasa Inggris. Perasaan ingin tahu lebih membuatnya mengambil dan membaca apa manfaat sabun ini.
Sebagai pengencang payud*ra, bokong, dan vagi*a.
Saat membaca di bagian itu matanya terbelalak. Cilla melempar benda itu ke sembarang arah. Apakah Michael suka menggunakan benda itu? Atau.
Lagi-lagi Cilla pikiran dipenuhi oleh se*s. Ini semua akibat Michael.
•Continua•
__ADS_1
Bagaimana setelah membaca capitolo ini? Jangan lupa komen yaaa...