
Saat Arga sedang asyik bergosip tentang artis Ren, tiba-tiba saja orang yang di gosipnya muncul membuat Arga terdiam seperti patung.
"Hoho,, anak kecil tak ku sangka kau begitu mengenalku ya, dan aku baru tau kalau cowo ternyata suka ngegosip bagai ibu-ibu rumpi" (sindir artis Ren)
Sial bagaimana bisa artis Ren tiba-tiba ada di sini, dia bahkan mengataiku ibu-ibu rumpi,, huh!! (omel Arga dalam hati)
"Maaf tante Ren,, saya hanya ingin agar teman saya ini (menujuk Cita) bisa memikirkan dengan jernih keputusannya untuk menikah dengan anak pertama keluarga Wu,, dan juga supaya dia nanti tidak mencari masalah dengan anda" (ucap Arga dengan sopan)
Sial anak ini seperti rubah,, bisa-bisanya dia bersikap sok sopan seperti itu di depan orang yang telah menangkap basah dirinya. (omel Cita dalam hati)
"Aduh anak ini manis sekali,, mencoba melindungi temanmu yah" (lembut tapi ada aura mengerikan)
"Hahaha,, iya nih tante betapa baiknya (menekan nada bicaranya) dia,, tapi tante sepertinya raja drama ini masih belum sadar kalau dirinya sudah ketangkap basah" (sindir Cita)
Huh aura mereka berdua begitu menakutkan sebaiknya aku cepat-cepat pergi dari sini. (dalam hati Arga)
"Emm itu sepertinya ada masalah,, saya permisi dulu tante" (bergegas pergi)
"Hahaha,, takut tuh makanya pergi (menyindir Arga),, tante silahkan duduk mau pesan apa?" (melayani dengan ramah)
"Satu cangkir Coffee Latte Art"
"Baik pesanan sudah saya catat,, pesanan akan segera tiba mohon tunggu sebentar (tersenyum)"
"Anak yang manis" (puji)
*Beberpa menit kemudian*
"Ini Coffee Latte Art nya silahkan di nikamati"
__ADS_1
"Terimakasih,, kamu sungguh manis"
Mendengar pujian itu wajah Cita menjadi merona.
"Terimakasih tapi tante terlalu memuji,, maaf sebelumnya tante Ren saudara kembarnya tante Kumala kah?"
"Kumala?"
"Wajah tante mirip sekali dengan tante Kumala Sanjaya,, anak pertama keluarga Sanjaya"
"Wah tante kira di Indo sudah tidak ada yang mengenal nama itu"
"Hah!,, bagaimana mungkin ada yang tidak kenal dengan Kumala Sanjaya"
"Wah kenapa kamu penuh semangat saat menyebutka nama Kumala Sanjaya?,, jika tante bilang tante bukan dia bagaiman?"
"Tante Kumala Sanjaya adalah orang yang saya kagumi,, saya berharap dapat bertemu kembali dengannya"
"Oh jadi tante benar-benar tante Kumala Sanjaya,, saya sangaaat mengagumi tante,, dulu saat saya berusia 12 tahu saya tidak sengaja menumpahkan es bubble ke banju tante,, tapi tante tidak marah malah membelikan saya dan kaka saya es lagi" (penuh semangat)
"Oh jadi kamu gadis kecil itu,, dimana kakamu?"
"Iya itu saya nama saya Cita tante(penuh semangat),, kak Jia sedang bekerja"
"Hay Cita,, tidak sangaka ternyata gadis kecil waktu itu akan menjadi calon menantu" (sambil tersenyum dan berkedip)
"Emm,, so,, soal itu,, saya ingin jujur kepada tante bahwa saya tidak mencintai anak pertama keluarga Wu,, saya mencintai orang lain,, tapi waktu itu dia sedang sakit dan membutuhkan bunga yang di miliki keluarga Wu" (jelas Cita dengan gugup)
"Jadi kamu terpaksa menikahi calon anak tiriku demi menyelamatkan orang yang kamu cintai itu"
__ADS_1
"Iya seper..
Belum selesai Cita bicara tiba-tiba Arga membertitau Cita bahwa Wu Tou sedang berdebat dengan kak Jia,
Cita dan artis Ren yang mendengar itu langsung pergi ke taman dekat kafe itu dan benar saja mereka melihat kak Jia yang sedang menangis dan Wu Tou sedang berusaha menenangkannya.
"Jika dari awal kamu tau tentang tradisi ini mengapa,,
Mengapa kamu tetap membuatku jatuh cinta kepadamu,, kamu tau orang yang akan kamu nikahi adalah adikku" (sambil menangis tersedu-sedu)
"Jia maafkan aku,, awalnya ku tidak tau bahwa ayah akan mencarikan seorang istri untukku,, karena kamu tau saat itu aku masih di China,, dan setelah aku kembali aku baru tau bahwa aku akan menikah,, mengetahui itu aku langsung berusaha meyakinkan ayahku untuk membatalkan pernikahan itu,, tapi ayah tetap memaksaku,, bagai mana jika kita kawin lari saja,, aku tidak sanggup bila kehilangan dirimu" (menjelaskan sambil memeluk Jia)
Saat yang bersamaan dari balik pohon Cita yang mendengar itu membisikkan sesuatu "Tante,, kaka yang tadi tante tanyakan ternyata adalah orang yang di cintai calon anak tiri tante,, bagai mana jika kita membantu mereka bersatu"
"Bagaimana caranya?,, tuan Wu pasti tidak akan setuju!"
"Jika beliau tidak setuju maka kita paksa agar setuju,, Cita tau tante sekarang sedang membutuhkan dukungan untuk melawan ibu dan adik tiri tante kan"
"Bagai mana kamu bisa tau?"
"Tante memiliki marga Sanjaya dan calon istri orang yang cukup berpengaruh di China maupun di Indonesia,, selain itu tante merupakan artis ternaman,, jadi bukan hal sulit untuk tante bisa menghapus berita buruk tentang tante,, tapi tante sengaja membiarkan itu,, agar ibu dan adik tiri tante takut dengan tante bukan,, saya bisa membantu tante,, tante ingat kan saya bilang saya memiliki orang yang saya cinta,, dan orang itu memiliki kekuasaan yang bisa membantu tante "
"Wah kamu pandai sekali ya,, tapi jika benar pacarmu itu memiliki kekuasaan,, mengapa dia tidak menggunakan kekuasaanya itu untuk mengabil apa yang dia inginkan dari keluarga Wu,, tapi tidak mereka malah mengirimmu untuk mendapatkan bunga itu"
"Tidak sayalah yang memaksa agar saya yang memenuhi syarat itu kebetulan saya lahir di bulan purnama,, dan mereka sempat berusaha mengabil bunga itu secara paksa tapi tetap tidak bisa,, karena cara pemetikan bunga itu harus pemiliknya yang melakukan jika bukan maka bunga itu tidak lagi bermanfaat malah akan membahayakan karena berubah menjadi racun"
"Hmm sepertinya penawaran mu sangat menarik,, begini saja kamu butikan dulu ucapanmu baru nanti kita pikirkan cara untuk menyatukan mereka"
"Baiklah di hari pernikahan tante akan mendapat berita baik dari kami" (senyum licik)
__ADS_1
"Wah tidak di sangka kau memiliki aura yang begitu mengerikan"