
****** Di Kampus bergengsi ***
Kampus dimana tempat Kevin dan Gisel dulu kuliah kini mereka akan merasakan kuliah bersama disini. Edward, Brian, Angel dan Bella akan bertemu disini dan sekelas karena mereka seangkatan.
Edward “eh lo gak usah buat ulah ya”
Brian “sante aja, paling juga gue main - main”
Angel “udah jangan bahas itu mending kita masuk”
Mereka bertiga baru turun dari mobil sport mereka masing - masing. Mereka menggunakan seragam yang sangat bagus karena ini adalah kampus bergengsi. Brian melihat ke arah parkir sepeda gayung terlihat wanita yang biasa Brian gangguin (bella). Bella tidak menggunakan seragam karena belum dapat seragam. Disini seragam itu tidak bisa free jadi harus beli, karena Bella belum punya uang dia pun hanya menggunakan kemeja. Brian memandangi Bella dari jauh. Ada beberapa anak kampus menghampiri Bella dan meledek Bella.
Nia “wauw ada manusia udik kesini? Guys sini deh semua”
Anak anak semua berkumpul, sahabat Nia yaitu Dea ikut meledeknya.
Dea “ish kok bisa sih sekolah bergengsi gini menerima siswa kayak gini, bau lagi”
Bella hanya diam tanpa kata, dia tidak mau melawan karena dia harus kuliah agar bisa megubah dirinya dimasa akan datang.
Brian yang dari jauh hanya melihat, Edward masih menelpon Mama nya untuk mengabari Mama nya bahwa mereka sudah di kampus, Angel hanya memandangi Edward.
Mahasiswa lain “kok ada sih manusia miskin masuk kesini, gak ada yang bisa masuk kesini kalau bukan orang kaya”
Bella “maaf saya jalur prestasi masuk sini”
Mahasiswa lain “hahahaha prestasi apa?”
Nia “eh lo tu gak pantes disini, manusia lo harusnya di kolong jembatan”
Dea “mending lo pergi dengan sepeda buntut lo”
Bella “saya yang jelek kenapa kalian yang sensi?”
Nia “what??? Lo gak tau gue?”
Dea “emang cewek belagu nie”
Nia mendorong Bella hingga sepeda nya jatuh “eh lo jangan macem - macem ma gue, gue bisa buat lo sekarang ketendang dari sini, ngerti lo?”
Bella hanya diam dan membangunkan sepedanya. Brian jalan menuju Bella karena kesal, Edward dan Angel bingung melihat Brian jalan sendiri, mereka juga mengikuti Brian. Edward melihat itu Bella, Edward mempercepat jalanya untuk membantu Bella namun Brian lebih cepat dari pada Edward.
Brian “ada apa sih ribut pagi - pagi? Lo semua buat kuping gue sakit”
Adit “eh lo sapa? Gue disini penguasa, dan Nia adalah cewek favorit gue, jadi jangan lo berani nanya hal gak jelas disini”
Nia melihat Brian yang sangat tampan, Nia suka pandangan pertama. Brian , Edward, Bella, Angel, Nia , Dea , Adit , Hendri berada di dalam lingkaran yang semuanya dikelilingi oleh siswa lain.
Angel “eh lo ngomong hati - hati dong”
Dea “eh lo jangan sombong, lo temenya si udik?”
Angel “lo gak tau gue”
__ADS_1
Brian “stop!!! Lo jangan sok Adit (membaca nama yang tertulis di baju nya)”
Adit “oh nama lo Brian? Sok banget lo, paling orang tua lo hanya manager bisa sekolahin lo disini? Gue anak pengusaha , ngerti lo”
Bella yang kaget melihat Brian, Edward di sekolah yang sama hanya diam.
Dekan kampus dateng menyambut Brian dan Edward.
Dekan dateng dan menghampiri keramaian di parkiran “Tuan Brian? Tuan Edward? Kalian sudah sampai? Kenapa tidak hubungi saya, saya akan mengantarkan kalian dulu”
Nia “Tuan Brian?”
Adit “what? Tuan?”
Semua siswa bingung melihat seorang dekan bisa sangat menghormati mereka.
Edward “Pak mohon disini jangan menggunakan Tuan, panggil nama saja Pak”
Dekan “baik tuan, eh maaf Edward”
Brian “lo semua udah denger, dekan aja panggil gue Tuan, lo semua harus tunduk sama gue”
Edward “Brian … (nada tinggi) hentikan itu”
Brian “loh kenapa lo marah? Mereka semua harus tahu bahwa kita putra dari Keluarga Charles, pemilik dari Universitas terkenal dan bergengsi ini”
Edward “hentikan itu Brian”
Semua siswa kaget dan takut. Nia dan Dea kaget, sedangkan Adit dan Hendri ingin bergabung untuk mempererat hubungan dan kekuasaan mereka.
Adit “eh sory bro, gue gak tau”
Brian “okeh , tapi jangan pernah lo macem - macem kalau gak hidup lo hancur”
Bella yang baru tahu mereka sangat kaya merasa minder, Bella pergi meninggalkan mereka. Edward yang mencari - cari Bella namun sudah hilang. Nia dan Dea pun minta maaf dengan Angel, mereka menjadi satu genk.
Semua siswa bubar, mereka ke ruang aula untuk menghadiri sambutan hari pertama kuliah. Gisel dan Kevin hadir, Brian , Edward dan Angel mendapatkan tempat duduk diatas panggung dengan tempat VVIP. bella yang melihat dari kejauhan hanya kaget, pantes Edward bisa membantu nya saat itu ternyata dia memiliki harta yang tidak ada nilainya.
Gisel dan Kevin memberikan sambutan sama setiap tahu, mereka memberikan sambutan untuk murid yang spesial dalam 10 tahun terakhir yang bisa masuk melalui akademi yaitu Bella. Bella pun naik panggung, Gisel meminta Bella memberikan kata sambutan, semua kesal karena menurut mereka Bella tidak pantas sekolah di tempatnya.
Acara pun selesai, Gisel memanggil Bella. Bella keruangan Gisel.
Bella mengetuk pintu
Gisel mempersilahkan masuk “duduk Bella”
Bella “terima kasih banyak Ibu”
Gisel “kenapa kamu tidak pakai seragam?”
Bella “maaf Bu saya akan membelinya nanti setelah uang saya terkumpul”
Gisel “tidak usah, saya dulu pernah di posisi mu … ini (memberikan bungkusan)”
Bella menolak “maaf Bu tidak usah”
__ADS_1
Gisel “ambil “
Bella takut dan mengambil nya “terima kasih Bu”
Gisel “buka saja”
Bella “seragam? Tapi bu ini mahal”
Gisel “semua siswa saya wajib seragam, anggap saja itu hadiah dari saya”
Bella “terima kasih banyak Bu”
Gisel “iya sama - sama , kamu sudah boleh keluar”
Bella “baik Bu terima kasih”
Bella keluar dan membawa seragam baru nya. Nia, Dea dan Angel sedang jalan, Bella saking bahagia nya tidak sengaja menabrak Nia.
Nia bella “au”
Nia “kamu?”
Bella “maaf aku gak sengaja”
Dea “enak banget bilang maaf”
Nia “tunggu , lo bawa apa itu?” merebut seragam Bella
Bella “jangan” Dea megangin Bella
Angel yang tidak terlalu suka seperti ini langsung pergi tanpa bicara.
Nia “wau ini seragam”
Dea “mana? Oh iya, ups jatuh”
Bella mengambil bajunya, namun bajunya diinjak Nia
Nia “eit sory gak sengaja ke injek”
Bella sangat kesal dan sedih “eh lo tu mau nya apa sih?”
Dea menjambak rambut Bella “Lo jangan macem - macem”
Siswa lain mulai meramaikan menonton mereka.
Nia “lo gak ada apa nya disini, jangan macem - macem”
Dea dan Nia meninggalkan Bella, Bella memungut seragam nya yang kotor, dia sangat sedih. Edward melihat kejadian itu dan ingin membantu namun Angel menahan dan mengajak Edward pergi. Siswa lain pun pergi. Bella sendiri sedih.
^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta Season 2". Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
Kunjungi juga novel lainnya berjudul :
*** Rahasia Hati
__ADS_1
*** Rissa dan Si Driver Ojol
Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.