Tamat

Tamat
Capitolo 29: Passione


__ADS_3

•Buona Lettura•


Tangannya kini mengalung di leher Michael. Michael terus mencium bibir Cilla yang manis.Tangannya memegang tubuh Cilla dan satu tangannya menekan botol cairan sabun. Michael mengusap punggung halus Cilla dengan sabun yang ia tuangkan di telapak tangannya, meski mereka sedang berciuman panas. Milik Michael menegak sempurna di bawah sana. Cilla merasakan sesuatu yang berdiri. Kini tangannya beralih memegang benda keras, panjang, berurat, dan besar. Michael mendesah saat miliknya dipegang pelan oleh tangan mungil halus itu.


"Argh...Cilla...jangan...memegangnya" geram Michael, ia berusaha menahan nafsu yang menggebu-gebu.


Cilla membuka matanya. Tampaklah kilatan gairah di mata Michael. Michael kembali membungkam bibir mungil itu. Michael menangkup kedua pipi Cilla dan menekan kepala gadis itu sedikit agar memperdalam ciuman yang sedang bergelora. Bibir mereka saling bertautan panas. Dengan lihainya tangan Michael memegang puti*g merah milik Cilla lalu memutarnya.


"Ahh...Miki...ahh...berhenti..." desahan Cilla berhasil mewarnai telinga Michael.


Michael segera melepaskan bibirnya. Ia menatap wajah gadis itu. Tangannya beralih menangkup pipi bulat gadis itu.


"Maafkan aku baby girl, aku tak bermaksud menyakitimu" ucap Michael lirih.


Cilla mengusap rahang tegas itu yang mulai ditumbuhi jenggot kasar.


"Kenapa kau pergi meninggalkanku Miki?" tanya Cilla, air matanya mulai meluruh keluar dan mengalir.


Segera Michael mengusapnya. "Ada sesuatu yang kukerjakan."


"Ceritakan" titah Cilla pelan.


Yang mana Michael tersenyum. "Akan kuceritakan setelah aku memasukimu."


"Maksud, kyaaa!" teriak Cilla histeris.


Pria itu membawanya ke shower untuk membersihkan tubuh Cilla yang terkena sabun. Dengan telaten Michael mengusap punggung halus Cilla. Lalu mematikan keran shower.


Michael menggendong tubuh mungil itu ke ranjang. Dan menghempaskan begitu saja. Michael menundukkan kepalanya dan satu jarinya mulai masuk kedalam lubang surga.


"Ahh...Miki..." Cilla mulai merasakan miliknya dikocok habis.


"Sstt, mendesalah" ujar Michael.


Michael mulai memacu jarinya menjadi ritme cepat. Cilla terus mendesah saat hendak mencapai pelepasan. Michael sangatlah hebat dalam pemanasan pertama.


"Ahh...ahh...ahh...ahh..." Cilla mengalami


squirting yang hebat. Michael meneguk habis cairan itu dan menghisap klitor*s Cilla.


"Baby girl, aku sudah tak tahan, izinkan aku memasukinya, tenanglah setelah ini kita menikah dan berbahagia bersama" ucapnya serius.

__ADS_1


Cilla hanya mengangguk pasrah.


Setelah mendapat persetujuan dari Cilla. Michael mulai menggesek miliknya disekitar dinding luar vagin*. Michael mendorong miliknya namun ia sangat susah mengingat miliknya yang besar.


Sial ternyata liangnya sempit. Sepertinya aku harus memasukkannya pelan-pelan agar Cilla tidak kesakitan.


"Baby girl tatap aku" titah Michael. Cilla mendongak guna menatap pria itu.


"Buka mulutmu dan buang air liurmu di sini" Michael menyodorkan telapak tangannya.


"Tap-"


"Jangan menyela, lakukan apa yang ku perintahkan sebelum aku brutal" ucap Michael yang mulai frustasi.


"Cuh" Cilla membuang air liurnya.


Michael lansung menggosok miliknya dengan sedikit memijat. Cilla yang merasa penasaran akhirnya ia mendongak kepalanya dan menatap apa yang sedang dilakukan pria itu.


Matanya terbelalak melihat benda itu kini menegak. Cilla ingin pingsan melihatnya. Betapa besarnya ular itu kini berubah menjadi anaconda berurat.


"Tahan" Michael menarik pinggang Cilla. Michael berdiri tepat di pinggir ranjang. Dia berusaha mengarahkan miliknya.


"Miki itu terlalu besar bisa dikecilkan" pinta Cilla polos dengan tatapan memohon. Yang mana Michael tersenyum menanggapinya.


"Uhh" Cilla mulai merasakan miliknya diterobos masuk oleh milik Michael.


Michael baru memasukkannya setengah, namun ia sangat kesusahan menerobos segel itu.


"Cilla maaf" ucap Michael. Ia ingin menghentakkan miliknya sekaligus.


"Mak- Aaaa....." jerit Cilla saat merasakan benda besar itu berhasil masuk dan merobek selaput darahnya. Cilla merengek dan menangis. Miliknya terasa ngilu teramat.


"Hiks...hiks...hiks...Miki...sakitt..." rengek Cilla. Pinggulnya bergerak kesana-kemari.


"Shit, ternyata sempit sekali, sial aku tak kuat menahannya lagi" batin Michael.


Michael mulai menggerakkan pinggulnya dengan tempo lambat. Yang mana Cilla meringis merasakan benda itu bergerak.


"Tenanglah Cilla, setelah ini kenikmatan menyertai kita."


Michael mengangkat tubuh mungil Cilla dan membawanya menempel di dinding.

__ADS_1


Michael mulai menggerakkan pinggulnya dengan cepat. Kakinya bertumpu menahan tubuh Cilla agar tak terjatuh.


"Ahh...ahh...ahh...ahh..." Cilla di buat tak karuan. Kini rasa sakit itu digantikan dengan rasa nikmat.


"Mendesalah...ahh...baby...girl...kau...sangat sempit...ahh" ucap Michael terbata-bata.


Ini merupakan pengalamannya pertama kalinya melakukan hubungan intim dengan seorang gadis peraw*n. Michael bisa merasakan betapa sempitnya liang itu. Junior Michael terasa dijepit begitu kuat.


Pinggulnya terus berpacu menghantam dinding vag*na Cilla. Michael terus memacu juniornya sampai ke inti. Mereka menghabiskan waktu selama 20 menit. Cilla sudah berkali-kali squirting. Namun Michael belum menunjukkan tanda-tanda keluar.


"Kita berganti gaya baby girl" ucap Michael lalu merebahkan tubuh Cilla keranjang. Michael melepaskan juniornya, dan menjilat liang yang sudah ia bobol. Darah peraw*n yang membekas di area paha Cilla. Michael mengusap darah itu dengan lidahnya. Setelah membersihkan darah itu. Michael mulai menjilat vagi*a Cilla yang memerah.


"Ahh...ahh...ahh..."


Michael sengaja memainkan kacang kecil yang berwarna merah dengan mengigitnya kecil. Kemudian menghisap kuat dan memasukkan jarinya kedalam liang itu.


"Ahh...ahh...ahh..." racau Cilla.


"Teruslah mendesah Cilla, jangan malu keluarkan semuanya" Michael menambah kecepatan jarinya menjadi sangat cepat.


"Miki...aaa...ampun..." jerit Cilla. Cairannya berhasil menyembur keluar dengan hebat.


"Aku akan memasukkannya Cilla" ucap Michael. Michael mulai mengarahkan miliknya kedalam liang itu. Perlahan-lahan miliknya mulai masuk.


"Sial...ahh...kau...sangat...sempit...baby...girl..." Michael memacu pinggulnya dengan cepat.


"Ahh...ahh...ahh..." erang Cilla begitu merdu.


Michael terus memacu, dengan kedua tangannya meremas di sekitar area payuda*a Cilla yang berisi. Yang mana Cilla semakin tak berdaya.


Kesadaran Cilla mulai menghilang, ini sudah lebih dari 1 jam namun Michael belum merasakan miliknya ingin memuntahkan cairannya. Tiba-tiba nafas Michael menggeram dan memacu lebih dalam lagi.


"Baby...aku...keluar..." Michael mempercepat gerakannya. Cilla bisa merasakan milik Michael semakin membesar dan.


"Ahh...ahh...ahh" Michael mengeluarkan semua cairan sperm* di dalam rahim Cilla.


"Ahh...ahh...ahh..." Cilla pun turut merasakan hangatnya cairan itu menyembur penuh.


Michael membalikkan tubuh Cilla menjadi menungging. Michael memasukkan juniornya kedalam vagin* Cilla.


"Ahh...ahh...ahh...ahh" Cilla merasakan tusukan Michael berhasil mengguncang tubuhnya. Meskipun hari musim salju namun Cilla tidak merasa kedinginan justru ia berkeringat panas. Pikiran Cilla sudah dipenuhi oleh pikiran kotor dimana tubuh atletis Michael penuh dengan keringat basah.

__ADS_1


•Continua•


Satu lagi.....


__ADS_2