
"Di dalam keluarga Wu,, ada sebuah kepercayaan yaitu anak pertama hanya boleh menikah dengan orang yang lahir tepat saat bulan purnama,, bila melanggar maka kehidupan mereka tidak akan pernah damai,, akan banyak sekali masalah yang menimpa mereka,, kepercayaan itu mulai ada saat ayah dari kake Wu Tou menikah dengan wanita yang tidak lahir tepat saat bulan purnama,, kehidupan keluarga Wu saat itu sangat kacau tapi setelah mereka menikah kan anak pertama (kake dari ayah Wu Tou) mereka dengan gadis (nenek dari ayah Wu Tou) yang lahir tepat saat bulan purnama dan berusia 15 tahun,, kehidupan keluarga Wu mulai membaik dan sampai saat ini kepercayaan itu masih sangat di agung-agungkan (menjelaskan dengan serius),, jadi bagai mana rencana Cita menyatukan Jia dengan Wu Tou (bertanya dengan tegas),, kenapa kalian malah enak-enakan makan sih!! (kesal karena di abaikan)"
"Emang tante Mala gak lapar setelah bicara selama sejam penuh tanpa henti,, kami yang dengar aja lapar loh tan,, ya gak kaka ipar dan kaka Jia ku sayang"
°Tuk° Jia yang kini sedang duduk di sebalah kiri Cita menjitak jidatnya.
🍁Flasback🍁
Saat Cita dan artis Ren sedang berbincang-bincang mereka lupa kalau mereka sedang mengintip sepasang kekasih yang saling berpelukan,
Di karenakan nada suara mereka yang lumayan berisik membuat sepasang kekasih itu menghampiri mereka dan menangkap basah mereka,
Mereka yang sudah tertangkap basah hanya diam membisu selama beberapa detik, lalu kemudian artis Ren mulai membuka obrolan
"Ya karena sudah tertangkap basah,, bagai mana jika kita pindah tempat,, ini kaki sudah keram karena jongkok terus dan juga sudah mulai gatal karena di gigit semut" (rintih artis Ren)
Beberapa saat kemudian mereka sudah duduk santai (terkecuali Cita dan artis Ren, yang duduk tidak nyaman karena mereka sedang merasakan gatal akibat di gigit semut) di dalam kafe, Arga yang melihat kondisi Cita dan artis Ren langsung memberikan ice pack selama 15 menit untuk kaki Cita dan artis Ren yang di gigit semut api, dan memberikan obat antihistamin agar mengurangi rasa sakit dan gatal yang mereka rasakan.
__ADS_1
"Wah,, ternyata kamu cekatan juga ya,, sekarang kaki ku sudah mendingan" (puji artis Ren sambil memberikan uang tip)
"Terimakasih untuk pujiannya dan uang tipnya tante" (ucap Arga dengan sopan) padahal di dalam hati dia berkata "Hehe,, cekatan,, padahal kalo kemarin gua gak di gigit semut t*i itu mana bakal gua sedia'in tu obat,, tapi semut itu gua dapat uang tip banyak pula,, makasih ya para semut t*i"
"Heh bos gak ada kerjaan lain,, ngapain bengong di situ" (sindir Cita)
"Enak aja,, gua punya banyak kerjaan ya,, gua ini bos,, pasti sibuk lah" (Arga yang kesal langsung pergi)
"Cita sengaja milih tempat ini,, karena sedikit jauh dari keramaian jadi kita bisa ngobrol dengan santai tanpa takut ada yang denger" (menyeringai)
Setelah itu mereka mulai berbincang-bincang lagi
"Wu Tou itu akan jadi suami mu jangan kamu panggil dia kaka ipar,, dan lagi bicara mu kenapa tidak sopan seperti itu mami kan selalu mengajari kita buat sopan terhadap orang tua" (omel Jia)
What,, kenapa kaka ku yang tergalak sepanti asuhan Melati ini bisa berubah sebaik ini,, kekuatan cinta memang hebat ya (guman Cita dalam hati)
"Gak,, Jia aku cuma mencintai kamu,, aku gak bakal menikah dengan orang lain,, kita akan kawin lari dan menanggung semuanya bersama ya" (ucap Wu Tou dengan cepat menyakinkan Jia sambil menggenggam tangan Jia)
__ADS_1
Pipi Jia mulai memerah karena ia melihat kesungguhan hati Wu Tou pada dirinya, Melihat tingkah Jia dan Wu Tou dalam hati Cita berkata "Kok rasanya pengen muntah ya karena ngeliat ini,, padahal selama pacaran(tanpa cinta) aku sudah ngalamin kejadian yang lebih lebay dari ini,, tapi rasanya ngeliat kak Jia yang galaknya lebih mengerikan dari pada mak lampir jadi malu-malu kucing karena kaka ipa Wu Tou rasanya jadi aneh"
"Anak kecil mikir apa kamu(goda artis Ren),, mending sekarang kamu ceritain rencana kamu apa buat nyatuin mereka berdua (sambil menunjuk Jia dan Wu Tou yang masih tersipu-sipu)"
"Hehe,, tante di bawah pohon yang rindang kita sudah berjanji,, bahwa tante akan membantu rencanaku ini,, jika aku bisa membantu tante balas dendam,, jadi rencana ini akan aku beritau setelah balas dendam tante terlaksana" (ucap Cita dengan senyum licik)
Jia dan Wu Tou masih tidak memperdulikan sekeliling karena masih hanyut dalam kasih sayang mereka.
°BRAK° suara meja yang di pukul Cita, mengacaukan kemesraan Jia dan Wu Tou
"Baik semuanya sampai sini dulu ya,, soal nya Cita masih harus lanjut kerja,, dan biar tante, kak Jia dan kaka ipar penasaran,, hehe" (ucap Cita sambil pergi meninggalkan artis Ren, Jia, dan Wu Tou dengan berlaga sombon)
______________________________________
Note :
Jika kalian di gigit semur api hindari mengompres nya dengan air hangat, atau kalau emang parah ke rs aja😉
__ADS_1
_____________________________________