
•Buona Lettura•
"Ahh...Miki...ampun..." Cilla terus memohon untuk berhenti. Namun Michael menghiraukannya. Gairah telah menguasainya seluruh tubuh Michael.
Mereka melakukan hal tersebut hampir seharian. Dari pagi sampai malam tiba menyambut mereka berdua. Michael gila dengan tubuh Cilla. Meskipun tubuh Cilla tergolong mungil. Namun entah kenapa Michael bisa segairah ini, biasanya belum tentu ia melakukan hal ini sampai hampir seharian.
Michael terus memacu miliknya tanpa ampun. Yang mana Cilla menangis dibawah sana. Dan kini ia mencapai pelepasan yang sudah tak terhitung.
"Owh, ****" racau Michael membiarkan miliknya tertanam di dalam sana menyembur deras di dalam sana. Kehangatan menjalar di dalam rahim Cilla.
Michael melepaskan miliknya yang basah akibat cairannya sendiri. Ia melihat liang itu mengeluarkan cairannya yang banyak. Senyumnya terukir. Michael hendak memasuki miliknya kembali, namun Cilla tiba-tiba menangis.
"Hiks...hiks...sakitt...ampun..." Cilla merengek, tubuhnya remuk habis oleh pria itu.
Michael mengurungkan niatnya. "Baby girl, kenapa menangis?" tanya Michael khawatir.
"Ampun...hiks...ampun...kumohon..." Cilla menangis pilu.
Michael merengkuh tubuh Cilla. Ia mengangkat tubuh lemah itu ke pangkuannya.
"Kenapa kau menangis Cilla?" tanya Michael khawatir sembari mengusap air mata yang terus keluar.
"Sakit...hiks...huhuhu...hiks...sakit..." Cilla terus menangis tanpa memberitahu penyebabnya.
"Baby girl ku, jangan menangis lagi" tubuh Cilla didekap oleh Michael. Tangan Michael mengusap kepala Cilla dengan lembut.
"Hiks...hiks...ini...hiks...Cilla...sakit...hiks" isak Cilla.
Michael merasa terkejut mendengar isakan gadis itu berasal dari dirinya. Hatinya tertampar keras. Tadi ia sudah berjanji menyentuh gadis itu dengan pelan. Namun tubuhnya mengingkarinya. Dia merutuki kebodohannya sendiri, gairah telah menguasai seluruh tubuhnya untuk tetap terus memacu.
"Sshh, sudah jangan menangis lagi, maafkan aku" Michael merebahkan tubuh lemah Cilla di ranjang.
Namun saat merebahkan tubuh Cilla, miliknya kembali menegak sempurna. Hanya melihat tubuh polos itu, Michael bisa merasakan betapa buasnya dirinya menghabisi gadis itu sampai menangis. Ia merutuki kebodohannya.
"Tunggu sebentar" Michael mencari baju untuk gadisnya. Tangannya mengacak baju-baju tidur Cilla. Tanpa sengaja ia menemukan baju tidur bergambar kartun anak kucing. Michael memilih baju itu. Dan mencari pakaian dalam. Setelah memilih semuanya. Michael memasangkan ke tubuh Cilla.
"Miki aku tidak mau memakai itu."
Michael merasa heran. "Kenapa? Apa kau ingin bercinta denganku baby girl" tawar Michael. Yang mana Cilla memberikan tatapan memohon.
__ADS_1
"Baiklah, tapi biarkan aku membersihkan tubuhmu" sebelum Cilla ingin mengucapkan satu kata, Michael membopong tubuh polos itu ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Michael dan Cilla berendam satu bath up. Michael mengusap punggung Cilla dengan sabun. Tangannya bergerak sensual. Yang mana Cilla kembali di bawa gairah meskipun saat ini tubuhnya sedang hancur.
"Kenapa hm?" tanya Michael.
"Ahh...Miki...berhenti..." pinta Cilla dengan suara lemahnya.
"Aku tidak akan berhenti, satu ronde saja baby girl" Michael membungkam bibir mungil itu dengan lembut. Dan terjadilah adegan panas didalam kamar mandi.
_________________________
"Ahh...ahh...ahh..." desah Cilla mengisi kamar mandi.
Michael memacu miliknya tanpa ampun, Cilla sudah tidak kuat menopang tubuhnya dengan kedua kakinya yang lemas.
Kini mereka berganti gaya. Michael membawa Cilla ke shower. Michael mengatur suhu air menjadi hangat. Michael menggendong tubuh Cilla dengan kedua tangannya menahan bokong Cilla, kaki Cilla menaut di pinggang Michael dengan tangan yang mengalung di leher Michael.
BYUR...
Air hangat mengalir ke tubuh mereka yang sedang menyatu. Michael membungkam bibir Cilla. Bibir mereka terus menyatu bahkan tak mau lepas. Kini pagutan itu terlepas, Michael menghisap payudara Cilla yang sedikit membengkak. Put*ng Cilla dimainkan oleh lidah Michael dengan memutarnya sembari memberi gigitan kecil disana yang disebut kissmark.
Cilla terkejut dengan serangan Michael yang semakin cepat. Mulutnya terus mengeluarkan desahan.
"Aku...keluar...argh...shit...argh..." Michael menggeram nikmat. Miliknya ia biarkan keluar dan membanjiri liang Cilla.
"Miki..." teriak Cilla merasakan cairan itu menyembur hangat dinding rahimnya.
Setelah pergulatan panas dikamar mandi. Mereka berdua memilih membersihkan diri. Michael membersihkan tubuh Cilla yang terkulai lemas akibat ulahnya.
_________________________
Pukul dua belas malam mereka baru saja keluar dari kamar. Bayangkan saja mereka hampir seharian dikamar dengan kegiatan se*s. Michael tersenyum puas, akhirnya ia bisa memiliki gadis itu seutuhnya meski tanpa tali ikatan pernikahan, tapi Michael berjanji setelah ini ia akan melamar Cilla, dan hidup bahagia bersama.
"Uhh" ringis Cilla merasakan linu di bagian bawah.
Michael mendengar ringisan bersumber dari gadisnya segera ia menoleh. "Kenapa hm? Apa masih sakit?" tanya Michael. Tangannya terulur membelai pipi halus Cilla.
"I-iya" jawab Cilla gugup. Sangat malu jika menjelaskan secara rinci.
__ADS_1
Michael tersenyum kecut. Harusnya ia sadar diri.
"Maaf" Michael hanya mengatakan satu kata saja.
Yang Cilla mendongak mendengar perkataan maaf dari kekasihnya.
"Kenapa?" kini tangan Cilla menangkup hangat di rahang tegas itu sembari tersenyum manis.
Michael menatap lama wajah itu. Dimana senyum manis itu mampu meruntuhkan semua pertahanan Michael. Senyuman itu sangatlah berarti bagi Michael, dimana senyum itu mampu mencerahkan hatinya yang gelap dan tak tersentuh sama sekali.
"Ti amo" ucap Michael menggunakan bahasa Italia, yang mana Cilla mengerut heran mendengarnya.
"Ti amo Cilla" ucapnya sekali lagi. Cilla hanya diam tanpa membalasnya.
"Aku mencintaimu Cilla" baru Michael mengucapkannya dalam bahasa Indonesia. Yang mana wajah Cilla memerah menahan malu, kepalanya bersembunyi di perut Michael. Michael tertawa melihatnya.
"Astaga kau sangat pendek Cilla" Michael mengusap gemas rambut halus Cilla.
Cilla mendongak setelah pasca malu itu, kini ia ganti menjadi wajah kesal. "Cilla tidak pendek, Miki saja yang tingginya seperti tiang listrik."
"Hahaha, kau ingin menyamaiku dengan tiang listrik? Tentu saja aku tetap paling tampan dibandingkan dengan tiang listrik" narsis Michael dengan penuh percaya diri.
"Dasar tuan narsis" ejek Cilla.
"Apa kau bilang? Tuan narsis! Aku tuan mafia ingat itu" ucapnya tak terima bila disebut tuan narsis.
Cilla memutar bola matanya malas, "Aku tau itu."
"Baiklah terserah, apa kau ingin makan Cilla?" tawar Michael.
"Memang kau bisa memasak?" tanya Cilla.
"Tentu saja bisa, meski diriku seperti ini, namun dalam memasak aku pandai" Michael memuji dirinya sendiri.
Miki kau pria narsis dan pria menyebalkan sedunia.
•Continua•
Akhirnya adegannya beres juga, jangan lupa komen yaa. Author suka membaca komen kalian, dibanding membaca balik ini cerita.
__ADS_1