Tamat

Tamat
Episode 6


__ADS_3

Bella pergi ke kamar mandi dan menangis disana. “Kenapa sih kalau orang miskin itu hanya di hina aja, gue gak boleh kalah, gue harus melawan, gue akan lawan lo semua”.


Bella kembali dan menuju ke kelas baru nya. Edward dan Brian duduk paling pojok mereka bersantai, edward kasian melihat Bella, Angel yang memandangi Edward bingung pandangan nya kemana. Angel melihat ternyata Edward memandangi Bella. Bella memang cantik tapi sangat lusuh. Angel yang kesal melihat Edward ikut membenci Bella.


Edward bangun dari kursinya dan pindah duduk di sebelah Bella.


Edward “hai”


Bella kaget Edward disisinya “hai”


Edward “kamu baik - baik aja kan?”


Semua mulai mebicarakan Edward dekat dengan Bella. Brian yang sedang memejamkan mata mendengar nya dan melihat Edward dekat dengan Bella, Brian pun kesal dan keluar dari kelas.


Bella “aku baik saja kok”


Edward “aku khawatir sama kamu”


Bella “ya gak apa kok, oya sory ya aku gak tahu kamu anak dari pemilik kampus ini”


Edward “jangan melihat aku berasal dari mana, aku tetap manusia kok”


Bella “kamu sama dengan Ibu mu yang baik”


Edward “Ibu? Kamu tahu Ibu ku?”


Bella “udah ketemu tadi, aku dikasik seragam”


Edward “bagus lah kamu dapat seragam”


Bella “iya”


Angel “Edward, kamu kenal?”


Edward “iya lah kenal”


Angel “kok akrab banget?”


Edward “iya kita sudah sering jalan”


Angel “oh” pergi meninggalkan kelas


Angel sangat kesal , dia menyukai Edward. Nia dan Dea pun tiba untuk memanasin Angel agar benci dengan Bella. Brian pun sama pergi dengan geng baru nya Adit dan Hendri. Kini Brian dimana pun lewat semua wanita histeris memanggil nya. Semua wanita menginginkan Brian.


 


Edward dan Bella makan ke kantin, di kantin ada cowok menghampiri Bella, dan ternyata cowok itu adalah sahabat Bella saat duduk di bangku SMA namanya Arya.


Arya “Bel”


Bella “Arya?”


Arya “kamu kuliah disini?”


Bella “uhh iya , kita ketemu lagi”


Arya “ iya, aku boleh gabung?”


Bella “tentu, sini duduk”


Arya “iya makasih bel”


Bella “oya kenalin ni Edward”

__ADS_1


Arya “ iya aku tahu saat perkenalan dia sama 2 orang lagi duduk di bangku VVIP , udah pasti anak pemilik”


Edward “biasa aja, saya Edward”


Arya “saya Arya”


Mereka makan bersama, Brian dari kejauhan kesal melihat keakraban mereka. Bella pun pergi ke taman untuk duduk melihat orang bermain basket.


Angel dan geng nya datang.


Angel “eh lo itu gak usah deket sama Edward”


Bella “emang apa yang salah?”


Angel “lo ngaca dong, lo gak pantes”


Nia “orang udik gini gak akan pernah sadar”


Dea “mending orang gini dikeluarin aja dari kampus”


Angel yang kesal ingin menampar Bella namun saat menampar, tanganya di tahan dari belakang.


Angel “Brian?”


Nia “ Brian … cakep banget”


 


Bella hanya bengong melihat nya, semua siswa disekitarnya menonton mereka, dari kejauhan Edward baru tiba.


 


Brian “Angel lo jangan kasar dong”


Brian “lo kenapa jadi kasar?”


Angel “ini bukan urusan lo Brian”


Brian “sstttt … apa pun urusan gadis ini akan jadi urusan gue”


Nia “maksudnya?”


Brian “dia milik gue”


Bella kaget mendengar itu, Edward yang dari jauh kaget melihat Brian mengenal Bella juga dan Brian akan mainkan Bella.


Angel “what? Ah lo tu udah jangan main cewek trus”


Brian “gue serius” mengambil tangan Bella dan mengajaknya pergi


Bella masih belum mengerti dengan yang terjadi. Semua siswa pun kaget dan wanita lain tambah kesal dengan Bella.


Brian mengajak Bella kebelakang sekolah dan mendorong Gisel pada sebuah tembok. Brian mendekatkan wajahnya ke Bella.


Brian “lo denger kan, lo mulai karang jadi milik gue”


Bella yang tangannya masih dipegang Brian “gue bukan punya siapa - siapa”


Brian “lo gak inget dengan mie yang panas”


Bella “itu bukan alasan buat gue jadi milik lo”


Brian semakin dekat dengan wajah Bella “yang jadiin lo milik gue siapa? Gue cuma mau lo mulai sekarang menjadi babu gue, lo harus terus dekat sama gue bawain tas gue, beliin gue makan dan lainnya”

__ADS_1


Bella “gue gak mau”


Brian “lo gak mau, oke gampang buat gue ngeluarin lo dari kampus ini” melepaskan Bella


Bella yang tidak mau keluar dari kampus pun bingung “oke gue jadi babu lo”


Brian “ gitu dong, kan enak “ meninggalkan Bella sendiri


Edward melihat bella yang diancam oleh Brian, Edward menghampiri Bella


Edward “Bella”


Bella “Edward?”


Edward “aku harap kamu gak marah sama adik aku”


Bella “gak apa kok, gue punya kesalahan jadi harus aku tebus”


Edward “gak bisa gitu”


Bella jalan dan tersandung, edward dengan cepat menangkap Bella, mereka saling pandangan, Angel yang melihat mereka sangat marah dan pulang duluan.


Edward “kamu gak apa?”


Bella “makasih ya kamu baik banget sama aku”


Edward “sama - sama , oya pulang kampus kamu kemana?”


Bella “aku mau kerja paruh waktu di garment”


Edward “aku boleh ikut?”


Bella “gak usah deh”


Edward “ya udah aku gak maksa kok”


Arya tiba - tiba datang “ehem”


Bella “arya, kita jadi kerja bareng?”


Edward “kerja bareng?”


Arya “iya soalnya punya bokap gue”


Bella “ya udah kita duluan ya Edward”


Edward yang bingung “Oke”


 


Arya juga menyukai bella semenjak duduk dibangku SMA, mereka selalu bersama namun Arya tidak berani menyatakan suka kepada Bella karena dia takut jika putus mereka tidak akan bisa bercanda bersama dan kemana - mana bersama. Arya adalah pengusaha pakaian, dia adalah anak yang sangat baik, karena kedua orang tuanya bukan berasal dari orang kaya, mereka benar - benar merintis membuat sebuah usaha.


 


 


^u^ Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Perjuangan Cinta Season 2". Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^


Kunjungi juga novel lainnya berjudul :


*** Rahasia Hati


*** Rissa dan Si Driver Ojol

__ADS_1


Terima kasih banyak semua, dukungan kalian yang selalu author nanti.


__ADS_2