
•Buona Lettura•
Cilla sedang dirias. Hari ini adalah hari kebahagiaannya. Dimana ia akan menikah di usia muda bersama pria tampan. Cilla menatap di pantulan cermin. Polesan natural berkesan tipis membuatnya anggun dan manis.
"Sepertinya sudah cukup" ucap perias pengantin itu. Perias itu tersenyum puas memandang hasil karyanya.
"Apakah masih ada yang kurang signora?" tanya perias.
Cilla memperhatikannya. "Sepertinya tidak."
Perias itu bernafas lega. "Baiklah." Lalu merapihkan kembali peralatan-peralatannya.
"Signora" panggil Harrison. Cilla membalik. Lagi-lagi Harrison terkesima melihat kecantikan signora Cilla. Segera ia menundukkan pandangannya.
"Iya Harris?" tanya Cilla.
"Signora sudah di tunggu di gedung" jawab Harrison. Cilla menghampiri Harrison.
"Ayok" ajak Cilla. Harrison mengangguk. Mereka berdua berjalan dengan pengamanan ketat. Para mafioso pada berpakaian rapih layaknya mafia.
**
Mereka semua telah tiba di gedung. Cilla masih diam di ruangan belum menuju ke altar.
Miki kemana ya?
Lain ditempat. Michael gugup. Berkali-kali ia berusaha tenang, namun tak kunjung berhasil. Michael merasa gerah.
"Apa yang kau lakukan bedebah, saatnya kita pergi" Bean menoyor kepala Michael.
"Sialan" Michael mengusap pelan kepalanya. "Kau menghancurkan tataan rambutku."
"Dengar bedebah, istrimu sudah menunggu, sedangkan kau banyak gaya" ucap Bean kesal. Sedangkan Michael mengejek menuruti omongan Bean.
"Jangan mengejekku, saat kita pergi" Bean menarik tangan Michael. Michael terhuyung-huyung mengikuti langkah Bean.
DAP...
"Sekarang jangan banyak omong!" tegas Bean. Mobil sport melaju sangat kencang membelah jalanan Roma. Beberapa pengendara mengumpat kearah Bean yang seenaknya menerobos jalan. Bean begitu pandai dalam urusan mobil. Karna ia mantan pembalap.
"Kau gila huh! Aku bisa gagal nanti malam pertama!" oceh Michael. "Pelan-pelan Bean! Kau ingin kita mati berdua!" protes Michael. Bean hanya menggidik bahu saja.
Michael terus nyerocos. Sedangkan Bean dibuat sakit kepala. Dan tidak lama kemudian mereka tiba.
**
"Apa kau siap?" tanya Bean. Michael mengangguk. Kedua lututnya bergetar hebat. Michael akui ini benar-benar gugup. Pasalnua ia takut lupa atau semacam hal.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Bean melihat kawannya yang gugup.
"Aku takut lupa membacanya nanti, dan ditertawakan oleh seluruh orang" jawab Michael mengeluarkan keluh dan kesahnya.
Bean menggeleng. "Kau pikir ini acara komedi, hentikan pola pikirmu anak kecil, bukannya kau akan melakukan e
celup teh nanti?" Bean sengaja mengucapkan hal ini demi kepentingan temannya.
Sontak Michael langsung beranjak dari kursi dan berdiri gagah. "Aku siap" Michael merapihkan tuxedo miliknya.
"Tunggu apa lagi."
**
PROK...PROK...PROK...PROK...
__ADS_1
Seluruh mafioso bertepuk tangan riuh. Michael bernafas lega, akhirnya ia telah mengucapkan janji suci dengan lancar tanpa kesalahan kata-kata sedikitpun.
Perlahan-lahan Michael menangkup pipi Cilla. Michael lansung menancap gas. Bibir mereka saling ******* satu sama lain, meski Cilla sedikit kaku. Tapi Michael merilekskan suasana. Karna Michael lama mencium Cilla. Cilla memukul dada bidang Michael meminta berhenti. Terpaksa Michael menyudahinya.
"I Love You My Wife" ucap Michael lembut. Air matanya meluruh, akhirnya ia memiliki seorang istri.
"I Love You My Husband" ucap Cilla. Mereka turut sama-sama mengeluarkan air mata kebahagiaan. Perjalanan Cinta Cilla dan Michael penuh dengan lika-liku. Dan saatnya mereka kembali bersatu di hari pernikahan yang teramat bahagia ini.
"Let's go to party" Bean mengeluarkan pistol dan menembak ke atas langit.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Suara tembakan yang ribut. Inilah pernikahan mafia Italia. Yang memiliki nama De Luca Italian. Michael tidak mengadakan resepsi akan tetapi ia mengadakan sebuah malam bergairah.
Sabar, setelah ini kita akan menancap, tenang dulu.
Michael dan Cilla memilih untuk di foto. Fotografer yang terkenal di Italia siap mengambil posisi.
"1, 2, 3,"
"Bastardo" teriak Michael. Michael memeluk istrinya dengat erat. Cilla dibuat memerah.
**
Area 21+ bijaklah dalam memilih bacaan!
"Miki..." lirih Cilla manja merangkul leher Michael yang saat ini telah menjadi suaminya.
"Sshh...mari kita bersenang-senang" dengan santainya Michael berbisik sedikit menggeram ditelinga istrinya sembari menggendong tubuh mungil Cilla yang sedikit berisi. Wajarlah karena Cilla selalu makan, tapi Michael tak mempermasalahkan hal itu. Justru ia senang Cilla banyak makan dan sehat.
Pintu kamar pengantin terbuka otomatis. Bau parfum elegan yang berhasil menghipnotis hidung Cilla dan Michael.
Michael sengaja mendekorasi membuat ruangan ini menjadi nyaman dan sangat cocok untuk malam pertama. Tapi malam pertama sudah dilakukan oleh Michael dan Cilla, ketika mereka belum menikah. Dan saatnya melakukannya penuh kasih sayang dan kelembutan tanpa ada paksaan. Mereka berdua masuk dan pintu kamar kembali tertutup otomatis. Hanya Michael dan Cilla saja yang bisa masuk kamar ini. Selain mereka tidak bisa.
"Baby girl...kenapa? Hmmm..." tanya Michael lembut. Jarinya mengangkat dagu Cilla keatas. Pandangan mereka kini saling beradu. Cilla merona ditatap suaminya seperti itu.
"Kenapa? Apa kau ingin berendam, cintaku?" tanya Michael sekali lagi. Tapi Michael sangat mengharap tubuh Cilla menari erotis bersamanya.
Dengan malu-malu Cilla mengangguk mau. Michael kembali menggendong tubuh Cilla ke kamar mandi.
**
Saat ini guyuran air hangat shower tengah membasuh tubuh mereka berdua. Michael membersihkan polesan make up yang berbekas di wajah istrinya. Setelah bersih. Michael menangkup kedua pipi Cilla. Keningnya ia tempelkan di kening Cilla.
"Aku merindukanmu sayang. Aku akan mencetak skor dan menembaknya ke tepat sasaran" ujar Michael. Tubuh mereka sudah telanjang.
Perlahan-lahan Michael mendekatkan bibirnya dengan istrinya. Cilla memenjamkan matanya. Michael pun turut memenjamkan matanya. Dan bibir mereka menempel sempurna. Perlahan-lahan Michael menggerakkan bibirnya pelan-pelan penuh kelembutan. Baru saja permainan dimulai, kedua tangan nakal Cilla menggenggam senjata besar Michael. Michael menggeram di sela-sela ciuman. Michael menggigit bibir bawah Cilla.
"Uhh...uhh...Miki..." desah Cilla merdu. Michael begitu merindukan suara itu. Walau beberapa minggu kemarin mereka melakukannya.
Michael mendorong tubuh Cilla hingga menabrak pelan dinding kamar mandi. Suasana kamar mandi begitu panas dan bergairah. Apalagi senjata Michael sudah berdiri kekar dan berurat akibat tangan putih mungil Cilla merabanya hingga membesar seperti ini.
Michael mencengkram dagu Cilla. Ciuman itu berubah menjadi menuntut. Michael terus menggigit lidah Cilla kemudian menari saling berbelit. Cilla mengacak rambut Michael, tubuhnya sudah terbakar oleh gairah memuncak. Apalagi air hangat yang mampu meningkatkan gairah Michael. Miliknya terus bertambah memanjang dan besar. Urat-urat kian menonjol di area sekitarnya. Belum tubuh Michael yang berbulu, bila diibaratkan Michael adalah pria bergairah haus akan se*s.
Sedangkan Cilla. P*yudar*nya semakin membesar dan berisi. Warna putih bersih mendominasi dua bulat itu, apalagi kedua put**g berwarna pink alami.
Michael berhenti sejenak. Matanya menatap liar seluruh tubuh Cilla. Banyak perkembangan tubuh itu berubah menjadi padat dan berisi. Tapi Cilla tidak bertambah tinggi malahan area sensitif itu bertumbuh sempurna. Michael seperti pedofil saja, Cilla masih berumur belasan tahun hampir mendekati umur kepala dua. Sedangkan dirinya berumur matang telah berumur kepala tiga. Tapi akan menantang jika beradu diatas ranjang. Michael sudah tidak tahan menghabisinya. Singa jantan kembali mengaung, saatnya forepla*.
"Cilla...aku...shh...sudah...tak tahan...fuh" Michael meniup pelan telinga Cilla. Cilla dibuat merinding, tangannya masih betah meraba senjata besar milik Michael yang mengeras.
Michael diam menikmati sentuhan Cilla. Ia merengkuh tubuh Cilla, mengangkat kedua paha Cilla dari bawah.
Mereka berdua masuk ke bath up. Air hangat bercampur wewangian menyambut mereka. Cilla terduduk menghadap Michael. Tangannya masih enggan melepaskan batang Michael.
__ADS_1
Michael mengambil sabun bayi. Pikirannya sudah gila. Ia meraih kedua telapak tangan dan menuangkan cairan sabun cukup banyak. Cilla dibuat bingung.
"Ini untuk apa Miki?" tanya Cilla polos dan bingung.
Michael tersenyum. "Sebagai pelicin saja, usap ke milikku" titah Michael lembut. Cilla mengangguk. Tapi tangannya bergetar hebat. Cilla dibuat ketakutan melihat senjata milik suaminya bertambah besar dan berotot. Michael yang seakan menyadari ketakutan Cilla. Ekspresi begitu ketakutan, membuat Cilla perlahan-lahan memegangnya dengan kedua mata tertutup. Michael menikmati ekspresi itu dengan seksama, justru ekspresi itu begitu menggoda.
Tangan Cilla berhasil memegang batang itu. Perlahan, tangannya memijat halus. Michael menggeram sentuhan dahsyat itu.
"Argh..." Michael menyandarkan tubuhnya di batu up. Tangannya ia biarkan di rentangkan di batas garis bath up.
Cilla terus memijatnya, tak lama kemudian saat merasakan milik Michael hendak ke luar.
"Argh...argh...argh..." cairan putih berhasil keluar cukup deras. Michael menggeram nikmat. Saatnya bermain ke inti.
Michael mengambil sebuah gelas berisi air herbal. Yang katanya ini sangat cocok untuk istrinya agar kuat di ranjang. Ramuan herbal ini, ia beli sangat mahal. Bahkan mampu bertahan selama seharian. Michael menyarankan agar istrinya mau meminumnya.
"Minum!" titah Michael. Cilla diam hanya memperhatikan gelas itu.
"Apa yang kau tunggu sayang, minumlah" kekeh Michael.
Akhirnya Cilla mengambilnya dan meneguknya sampai tandas. Baru saja ia menelannya. Cilla merasakan tubuhnya panas dan menginginkan sesuatu yang menantang. Gelas bekas tadi minum, Cilla taruh di ujung bath up.
Michael bisa melihat reaksi ramuan itu. Matanya membara. Wajah dan tubuh istrinya memerah menggoda. Michael lansung menyergap tubuh Cilla. Ini akan sangat menantang nantinya.
Cilla pasrah. Ia membiarkan suaminya mengambil tindakan. Perlahan-lahan ia merasakan sebuah batang kekar memasuki liangnya. Bibirnya disumpal oleh bibir Michael. Kecupan menuntut itu membuat Michael menggerakkan pinggulnya.
"Ahh...ahh...ahh..." bibir mereka terlepas. Michael membiarkan suara merdu itu bersuara.
"Terus...ahh..." Michael terus mempercepat hingga menyentuh *-**** istrinya. Kedua tangannya turut aktif memegang payu***a Cilla. Michael terus mempercepat goyangannya diiringi hentakan cukup kuat.
"Aaaaa....uhm..." Cilla dibuat menjerit. Tusukan kuat itu membuatnya frustasi. Tapi karena efek ramuan itu membuatnya menginginkan lebih.
Michael mengubah posisinya. Ia berjalan ke luar kamar mandi. Tangannya beralih menggendong pinggul Cilla. Hingga mereka tiba di ranjang tanpa berhenti bergerak.
Michael menunduk, ia mencium tengkuk Cilla seraya bergerak. Cilla memeluk leher Michael. Bunyi penyatuan terdengar jelas oleh mereka berdua. Michael memberikan semua tanda di leher mulus itu. Sekujur tubuh Cilla hampir dipenuhi oleh kissmark Michael.
5 jam kemudian
"Ahh...argh...teruslah...argh..." Michael menggeram frustasi. Demi apapun ini sangatlah nikmat.
Cilla terus bergerak diatas tubuh Michael. Tiba-tiba Michael membalik tubuh Cilla. Michael menaruh kepala Cilla tepat diatas lengannya.
"Argh...argh...argh..." Michael menghentakkan pinggulnya. Bunyi penyatuan semakin terdengar jelas.
"Miki...Cilla..." Nafas Cilla kian memburu saat merasakan cairan miliknya keluar deras. Sepertinya ramuan obat itu mulai menghilang, Michael bisa melihat wajah pucat istrinya.
"Akan ku selesaikan" Miliknya terus menyerbu ke inti. Cilla berteriak keras. Tak lama kemudian Michael mengeluarkan semua cairannya di dalam sana.
"I love you my wife" Michael mengecup bibir istrinya.
"I love you too my husband, hangat..." ucap Cilla merasakan cairan hangat Michael yang terus menyembur.
"Kau suka?" tanya Michael, bulir-bulir keringat berjatuhan tepat di wajah Cilla. Wajah Michael begitu seksi bila berkeringat.
"Suka" jawab Cilla lemas. Keringatnya dan keringat Michael membasahi seluruh tubuhnya. Ini-ini benar gila. Cilla takjub dengan kekuatan Michael yang kuat.
"Tidurlah, besok pagi kita lakukan" Michael mencabut miliknya yang masih tegak dan kekar. Cairan Michael keluar dari dalam sana.
"Iya Miki" lirih Cilla. Matanya terpenjam merasakan cairan Michael yang begitu hangat.
Dan akhirnya mereka tertidur pulas.
•Continua•
__ADS_1
Bagaimana setelah membaca stagione ini? Jangan lupa komen yaa...