
"Mami" (panggil Cita dengan nada manja)
"Wah kenapa nih anak mami jadi manja?"
"Mami,, kenapa ya selama Cita gak ketemu sama Delon hidup Cita jadi terasa sepi meskipun sedang ada di keramaian,, berasa kaya ada yang hilang gitu,, terus selama Cita gak ketemu Delon,, mata Cita selalu nyari dia,, telinga Cita kaya rindu sama suaranya,, dan dia ada di dalam pikiran Cita terus,, sampai waktu itu Cita di hukum guru karena gak fokus dengerin guru jelasin" (tanya Cita yang sedang sangat kebingungan)
"Jantung Cita kalau lagi di dekat nak Delon suka berdebar-debar gak?"
"Iya,, apa lagi kalau dia deket betul sama Cita...
Belum selesai Cita berkata mami langsung mengajukan pertanyaan lagi
"Cita ngerasa nyaman gak kalau sama nak Delon?"
"Hmm,, nyaman sih ma,, kalau Cita di dekat Delon,, meskipun Cita lagi sedih atau banyak masalah Cita tetep ngerasa bahagia"
"Cita percaya gak sama nak Delon"
__ADS_1
"Percaya ma,, selama Cita temenan sama Delon Cita ngerasa bebas,, Cita juga bisa cerita rahasia-rahasia Cita ke dia,, begitu juga dia yang suka curhat ke Cita"
"Nah apa yang Cita rasain ke nak Delon itu lah yang namanya cinta"
"Tapi ma,, Cita juga ngerasa nyaman, dan percaya sama mama dan saudara Cita yang ada di panti ini"
"Cita sayang,, cinta itu bukan hanya datang dari kekasih tapi bisa juga dari keluarga atau dari benda,, Cita pernahkah merasa hampa kalau gak main game nah itu karena rasa cinta Cita sama game,, dan Cita selalu nyaman dan bahagia saat Cita ada dekat dengan mami dan saudara yang ada di panti ini, Cita juga percayakan sama kami nah itu adalah rasa cinta kamu terhadap keluarga kamu,,
Cita ngerasa nyaman dan bahagia saat di dekat nak Delon,Cita ngerinduin dia kalau lagi gak ketemu, Cita percaya sama dia, jatung Cita berdetak kencang kalau dekat dengan nak Delon, nah itu rasa cinta Cita terhadap kekasih
dalam filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang,,
tapi cinta yang sesungguhnya itu gak membuat orang menjadi bodoh karena cinta itu memberikan suatu perasaan yang positif"
Saat mami sedang menjelaskan panjang kali lebar tentang arti cinta, Cita pura-pura tertidur sambil menyandarkan kepalanya di bahu maminya
melihat itu mami langsung berdiri dan menyebabkan Cita terjatuh
__ADS_1
"Aww,, mami kenapa tiba-tiba berdiri" (rintih Cita)
"Habisnya kamu tega betul,, mami lagi ngejelasin sampai mulut mami kering dan cape,, kamu nya malah pura-pura tidur" (jawab maminya yang kesal)
"Hehehe,, maaf,, habisnya mami nafsu bener pas ngejelasinnya,, Cita jadi penasaran apa sekarang mami lagi jatuh cinta,, apa jangan-jangan sama pak Maman" (goda cita)
"Heh,, kenapa jadi mami yang di bahas,, kan tadi kita bahas kamu sama Delon"
"Kalian setuju gak kalau mami sama pak Maman" (tanya Cita ke pada saudara-saudara yang ada di panti)
"Setuju" (serempak mereka menjawab)
"Udah kalian gak usah ngelantur gak jelas,, mami mau tanya Cita udah ngerti gak sama apa yang mami jelasin,, sekarang Cita bukan lagi anak-anak jadi mami rasa sudah waktunya Cita ngerti,, tapi pesan mami jangan jadi bodoh karena cinta,, jangan pernah menjadi buta karena cinta,, maksudnya jangan menutup mata akan kebenaran tentang dia cuma karena kamu jatuh cinta sama dia,, pesan ini juga berlaku buat semua anak mami bukan buat Cita aja,, mami cuma mau yang terbaik buat kalian"
"Iya mami" (jawab Cita dan saudaranya yang lain sambil memeluk erat maminya)
"Emmm,, sudah-sudah,, mami pengap nih,,mami gak bisa napas"
__ADS_1
"Maaf mi" (serempak mereka menjawab sambil melepas pelukan mereka)