
"Dia meminta seorang gadis yang lahir saat bulan purnama dan gadis itu saat ini harus berumur 15 tahun,, aku sudah membawa beberapa gadis yang sesuai dengan syarat yang di ajukan keluar Wu itu,, tapi semua gadis yang aku tawarkan di tolak dengan berbagai alasan"
"Bagai mana jika sekarang aku yang mengajukan diri"
"Apakah kamu lahir tepat saat bulan purnama?"
"Waktu itu mami menemukanku ada di depan pintu panti asuhan Melati saat bulan purnama, saat itu tubuh ku masih di penuhi darah seperti bayi yang baru saja di lahirkan,, jadi mungkin saja aku memang lahir saat bulan purnama" (jelas Cita)
"Tapi tetap saja aku tidak akan menyerahkan mu kepada keluarga Wu" (tegas Deren)
"Tapi kenapa?"
"Karena keluarga Wu meminta seorang gadis yang lahir tepat saag bulan purnama untuk di nikahkan dengan anak pertama mereka"
"Apa!! (terkejut),, tapi Delon tidak memiliki banyak waktu untuk bertahan,, a,, aku tetap harus melakukan ini demi Delon"
"Apakah kamu bodoh,, jika nanti kaka sembuh tapi kamu sudah menjadi milik orang lain" (meninggikan nada suara)
"Tapi kita tidak punya cara lain,, kini aku tau cinta itu tidak harus memiliki,, jadi aku mohon antar aku kepada keluarga Wu,, jika mereka menolak ku maka kita baru pikirkan cara lain" (sambil tersenyum paksa)
Akhirnya Deren terpaksa mengatakan Cita kepada keluarga Wu, selain karena Deren mengingat kondisi kakanya yang semakin melemah tapi juga karena Cita yang terus memaksanya untuk mengantarkan Cita kepada keluarga Wu.
Di kediaman keluarga Wu, Cita melakukan berbagai tes untuk menguji apakah Cita layak menjadi menantu di keluarga Wu.
Ternyata Cita berhasil membuktikan dirinya, dan lolos dari semua tes yang di berikan oleh keluarga Wu.
Akhirnya keluarga Wu bersedia memberikan bunga yang di inginkan Deren dan Cita, tapi Cita dan anak pertama keluarga Wu akan menikah dua bulan lagi.
__ADS_1
Setelah mendapatkan bunga itu Deren dan Cita bergegas menuju rumah sakit,
Di rumah sakit para apoteker segera membuat obat dengan bunga itu.
Keadaan panti asuhan Melati begitu heboh karena mereka terkejut dengan keputusan Cita yang akan menikahi anak pertama keluarga Wu.
"Mami sudah bilang kamu jangan sampai jadi bodoh hanya karena mencintai Delon,, kamu bahkan belum lulus SMK dan sudah akan menikah dengan orang yang tidak kamu cintai,, kamu menghancurkan kehidupan mu hanya untuk Delon"
"Tapi mi Cita sudah memutuskan untuk menikah dengan keluarga Wu,, keputusan ini tidak bisa di batalkan,, Maaf"
*Tiga hari kemudian*
Sejak itu mami marah dan mengacuhkan ku,, bahkan kini Deren tidak pernah memberitahukan keadaan Delon,, dan aku tidak bisa mengunjunginya di rumah sakit karena aku akan menjadi menantu keluarga Wu,, jika aku mengunjungi Delon aku takut aku akan semakin sulit untuk melepaskannya. (keluh cita dalam hati)
"Woy kerja jangan melamun aja"
"Cit kita tuh bukan sekedar teman sesama gamer atau teman sekelas aja,,
tapi kita juga ada hubungan bos dan pegawai jadi selama gua jadi bos lu,, lu di larang buat sedih kalo lu sedih harus curhat ke gua,, kalo lu gak mau gaji lu gua potong" (ancam Arga)
"Mana bisa gitu,, walaupun kamu bos ku tapi gak berhak ikut campur masalah pribadi pegawai nya kan!!,, lagi kalau kamu ngawur gini bisa aku aduin ke ayahmu loh,, dan bisa aja jabatan mu sebagai bos kafe ini di ambil lagi sama ayah mu" (mengancam balik)
"Aduin aja,, lagi ayah juga gak mau kalau lu sedih jadi pasti dia setuju ama gua" (menyeringai)
Kalau aja ni kafe gajinya gak banyak dan gak dekat sama panti juga sekolah aku mana betah kerja di sini kalau bosnya si Arga. (omel Cita dalam hati)
Akhirnya Cita menceritakan apa yang terjadi namun dia hanya meneritakan intinya saja.
__ADS_1
Setelah Cita menceritakan apa yang terjadi Arga hanya merespon dengan berkata "**** sih lu"
"Kurang ajar,, kamu minta aku cerita dan setelah aku cerita kamu bilangin aku **** hah" (sambil menjitak jidat Arga)
"Adau sakit tau,, semua yang dengar cerita lu pasti bakal bilang yang sama,, nyatanya Mami sampai marahkan sama kamu"
"Apa keputusan ku ini salah?"
"Masih nanya lagi,, ya pasti salah banget lah,, lu rela masa depan lu hancur cuma demi nyelamatin Delon"
"Tapi Deren sudah mencoba memberikan beberapa gadis tapi semuanya di tolak karena gagal dalam tes yang di ajukan keluarga Wu"
"Lu kayanya belum tau gosip tentang anak pertama keluarga Wu dah,, ni ya gua kasih tau,, Wu Tao terkenal karena kebaikannya dan dia merupakan dokter yang sangat berbakat dan baik hati...
Cita langsung menyela "Nah itu,, dia bararti orang yang baikkan jadi kenapa kamu bilang keputusanku ini salah"
"Dengerin dulu makanya,, keluar Wu ke Indonesia karena ayah Wu Tou akan menikah dengan artis Ren seminggu lagi,, artis Ren ini terkenal memiliki sikap yang buruk apa lagi temperamen yang parah banget,, semua cewe pasti takut sama dia kalau sedikit aja lu buat dia gak suka sama lu maka gak ada lagi kedamaian dalam hidup lu,, jadi pasti cewe yang di bawa Deren itu sengaja biar mereka gagal dalam tes karen mereka gak mau punya mertua galak kaya artis Ren itu di tambah pasti mereka masih mau hidup mereka damai"
"Ya kalau gitu tinggal aku bersikap baik aja dan jangan cari masalah sama artis Ren pasti gak papakan"
"Tau ah,, lu gak tau sih seberapa menakutkan nya dia"
"Kamu sebegitu takunya sama dia cuma karena gosip gak jelas gitu,, jangan julid jadi orang apa lagi kamu tu cowo"
"Lah gua kemarin abis ke sebuah pesta sama ayah gua dan kebetulan ada artis Ren juga di sana,, terus lu tau ade tirinya gak sengaja numpahin wine ke gaunya,, terus lu tau dia ngebales itu dengan sengaja nuang sebotol wine ke kepala ade tirinya itu sambil bilang gini 'kalau kamu tadi tidak sengaja maka sekarang kamu bisa anggap bahwa aku juga tidak sengaja',, dia bisa ngomong dan ngelakuin gitu dengan santainya di depan umum,, jadi itu bukan cuma gosip belakang"
"Dasar netizen julid" (olok Cita sambil memberikan lirikan sinis untuk Arga)
__ADS_1