
Bab 30 TCSM
Tubuh Andara limbung, Sandara telah keluar dari tubuh gadis itu.
"Ada apa dengan Sandara?" tanya Andre pada Ari.
"Aku kan sudah bilang pada ayah kalau Sandara menggunakan tubuh gadis ini untuk hidup kembali," sahut Ari.
Dia membopong tubuh Andara dan membawanya ke atas ranjang di kamar tamu. Andara perlahan membuka mata.
"Di mana aku?" tanya Andara.
"Kau di rumahku," sahut Ari.
"Siapa kau?" tanya Andara.
"Aku–"
Ari menoleh pada ayahnya.
__ADS_1
"Sebaiknya ayah pergi! Biarkan gadis ini istirahat dulu. Nanti aku akan mengantarnya ke tempat lain," ucap Ari.
"Tapi dia itu bisa membahayakan dan–"
"Sandara masih butuh dia, Ayah! Aku mohon ayah keluar saja," pinta Ari.
Untuk kali itu, Andre setuju dan meninggalkan Andara bersama Ari. Sandara kemudian muncul. Dia menjelaskan semuanya pada Andara. Sontak saja Andara berteriak histeris karena merasa kehilangan Sahid. Dia merutuk dan membenci Sandara. Namun, Sandara juga menyesal dan meminta maaf. Kini, dia ingin Andara bersembunyi dulu dari Gangster The Cat yang pasti akan memburunya pasca kematian Sahid.
Andara malah ingin kembali dan menyerahkan diri pada Nyonya Anjani, tetapi Sandara melarangnya. Dia yakin kalau Andara nantinya dalam bahaya. Gadis itu tak peduli. Dia terlanjur sedih dan terluka karena kehilangan Sahid. Gadis itu tak henti-hentinya menangis.
Malika datang dan bertemu dengan Ari. Betapa terkejutnya wanita itu kala melihat sosok Andara yang mirip dengan keponakannya. Namun, wanita itu memiliki sebuah rahasia yang harus Sandara ketahui.
Di sebuah restoran pinggir danau, Sandara bertemu dengan pria seusia Paman Andre. Dia berkacamata dan memiliki kumis. Pria itu agak gendut dan memakai sweater tebal. Dean lalu menceritakan semua tentang ayahnya Sandara.
...***...
Lima tahun sebelumnya.
Tuan Sandi Mahardika tengah berada di sebuah villa yang ada di tengah hutan. Di mana hutan tersebut dijadikan tempat untuk memperoleh bahan baku berupa kayu-kayu yang digunakan untuk produksi furniture miliknya. Akan tetapi dia juga sengaja membuat tempat itu untuk melindungi bisnis ilegal miliknya sejak sepuluh tahun lalu.
__ADS_1
Villa dalam hutan itu sengaja diperuntukkan untuk transaksi bisnis ilegal miliknya yaitu memperjualbelikan kulit binatang seperti kulit harimau, kulit macan tutul, taring harimau, dan juga kulit beruang. Pria itu juga menyediakan gajah yang hanya diambil gadingnya maupun badak yang hanya diambil culanya.
Meskipun bisnis itu ilegal tetapi bisnis tersebut mampu membuatnya dapat meraup untung besar dan memiliki apapun yang dia inginkan. Dia juga dilindungi oleh The Black Cat, Kakeknya Sahid kala itu. Sampai Tuan Sandi memiliki bisnis furniture yang mulai merintis dan laris manis di pasaran. Dia juga menjalankan bisnis itu bersama adik tirinya yang bernama Andre Mahardika.
Namun belakangan ini, selama satu tahun belakangan, Andre sudah membuat Tuan Sandi terpaksa ikut terlibat dalam menjalankan bisnis obat-obat terlarang bersama The Dog di kota tersebut. Padahal awalnya, pria itu tidak mau tetapi dia juga tidak ingin bisnis ilegal penjualan hewan-hewan langka itu dikuak oleh sang adik.
"Ada apa, Kak? Kenapa kau termenung di sini?" tanya Andre menghampiri sang kakak di beranda lantai dua villa tersebut.
"Bisakah kita hentikan bisnis ini? Aku yakin perusahaan furniture milik kita sudah berkembang sekarang dan cukup membiayai hidup keluarga kita," tuturnya.
"Apa? Kau ingin berhenti setelah aku mati-matian menjadikan dirimu orang yang terpandang di kota ini?!" pekik Andre dengan geram.
"Kau yang menginginkan posisi itu bukan aku!"
Tuan Sandi menarik napas dalam dan mengembuskannya dengan berat. Rasanya sesak sekali kala pulang ke rumah dan mendapati wajah istri dan anak-anaknya yang tidak bersalah. Suatu saat bangkai yang dia tutupi akan tercium juga. Keluarganya pasti akan sangat malu ketika tahu kalau sang pemimpin di keluarga itu seorang penjahat.
...*****...
...To be continued ...
__ADS_1