Terjebak Cinta Sang Musuh

Terjebak Cinta Sang Musuh
Bab 32. Terjebak di Kandang The Dog


__ADS_3

Bab 32 TCSM


"Apa aku akan tetap di sini, Dara?" tanya Andara dari balik kaca jendela.


"Ari sedang mencari tahu apa kau bisa kembali dan memberi kabar pada Bibi Mina. Namun sayangnya, kau kini buronan," ucap Sandara.


"Huh, rasanya lebih baik aku masuk penjara saja daripada harus bersembunyi di sini. Sekalinya tubuhku bisa menghirup udara lepas, itu juga dikendalikan olehmu," ucap Andara mengeluh.


"Maafkan aku, Andara. Sekali lagi maafkan aku." Sandara memeluk gadis yang mirip dengannya itu.


"Sungguh aku tak bisa memaafkanmu. Sahid terbunuh karenamu. Tapi bagaimana aku balas dendam padamu? Kau saja sudah mati," ucap Andara.


"Lelucon yang bagus."


Tiba-tiba, suara pintu kamar tempat persembunyian Andara terbuka.


"Tuan Andre?" Andara menoleh.


"Kau pasti Andara jika memanggilku begitu. Apa kau bisa ikut denganku? Aku dengar ada yang menemukan Sahid di dekat sungai," tukas pria itu.


Andara menoleh pada Sandara. Sejenak Sandara ragu dan menahan tangan Andara. Namun, Andara keburu penasaran dan tanpa curiga sedikit pun dia mengikuti Andre. Sandara akhirnya mengikuti di belakang keduanya.


...***...


Akan tetapi, setelah mobil melaju tiga puluh menit, Andara dan Sandara menyadari kalau mereka tidak menuju ke sungai.


"Tuan Andre, kita mau ke mana sebenarnya?" tanya Andara penuh selidik.


"Nanti kau juga tahu," tutur Andre seraya tersenyum menyeringai.


"Dara, saat mobil ini berhenti sebaiknya kau langsung turun dan lari," titah Sandara.

__ADS_1


Andara mengangguk menanggapi.


Rupanya Andre membawa Andara ke markas gangster The Dog. Saat mobil berhenti dan terparkir, Andara membuka pintu mobil lalu bergegas kabur. Namun soalnya, gadis itu tertangkap basah anak buah Tanaka.


"Ini gawat." Sandara berusaha masuk ke tubuh Andara.


Dia mencoba berkelahi dan melatih jurus bela diri yang sempat dia pelajari sekilas dari Tuan Jhony. Sayangnya, Andre sudah melayangkan senjata tajam kr arahnya. Pada akhirnya pria itu membawa Sandara ke ruang kerja ketua gangster The Dog. Dia berniat menjual Andara pada Tanaka.


Pria jahat nan culas itu juga tak peduli jika Andara nantinya dihabisi. Toh, gadis itu bukanlah keluarga kandungnya. Dia juga akan menguasai harta keluarga Mahardika nantinya dan pergi ke luar negeri.


Andara lantas didudukkan di sofa dengan kedua tangan terikat ke belakang. Dia bersama Andre sedang berada di sebuah ruangan menunggu kedatangan Bos Tanaka, pemimpin dari gangster The Dog. Andre meraih kotak cerutu milik Tanaka yang ada di meja kantor pemimpin The Dog. Andre menghisap cerutu mahal tersebut penuh kepuasan.


Suara pintu terbuka yang menandakan kehadiran si Bos Gangster The Dog bersama dua anak buahnya. Dia menjabat tangan Andre lalu memeluknya penuh kebanggaan karena berhasil menyingkirkan Sahid.


“Andre, apa ini gadis yang kau ceritakan itu?" tanya Tanaka.


"Ya, Bos. Dia gadis yang mirip keponakanku yang berhasil melenyapkan nyawa Sahid," jawab Andre.


Gadis itu mencoba mengelak dan menatap tajam ke arah pria bermata sipit itu.


“Tentu saja, dia cantik seperti istrinya Sandi, ibunya Sandara. Tapi sayangnya ibunya dulu lebih memilih kakakku dibanding denganku,” sahut Andre.


“Hahaha, itu karena Sandi memang lebih tampan dari kau!” ucap Tanaka menertawakan Andre.


“Sial kau! Cepatlah mana uangnya? Lekas berikan uang bagianku!” seru Andre pada Tanaka.


“Oke, tunggu di sini sebentar.” Pria keturunan Jepang itu meraih ponsel pintarnya.


Tak berapa lama kemudian, pria bernama Tanaka itu menunjukkan layar ponselnya pada Andre setelah dia mentransfer sejumlah uang yang diinginkan Andre kala itu.


“Wah, bagus sekali. Senang bekerja sama dengan Anda, Bos Tanaka,” ucap Andre.

__ADS_1


“Lalu, bagaimana dengan gadis ini nantinya?” tanya Tanaka yang menoleh ke arah Sandara dengan tatapan penuh nafsu.


“Terserah mau kau apakan, aku tak peduli!" Andre lalu pergi tanpa menoleh lagi ke arah Sandara. Ia meninggalkan gadis itu begitu saja.


"Sial! Kau benar-benar iblis, Paman. Jika aku mati nanti, arwah ku akan menghantuimu kelak. Aku akan pastikan itu, awas saja kau! Tapi, aku sudah mati kan? Ada Andara yang akan menghantuimu, atau bersamaku menghantuimu juga! Dasar pria sial tak tahu diri! Dasar pembunuh!" Sandara berseru memaki Andre.


Namun, Andre tak mengindahkannya. Gadis itu akhirnya hanya bisa menggerutu dalam hati saat menatap sang paman yang pergi begitu saja meninggalkannya.


Tanaka membuka ikatan tangan Sandara dan mencoba mencumbu gadis itu. Sandara melemparkan air liurnya ke wajah Tanaka. Pria itu hampir saja menampar pipi mulusnya, akan tetapi salah satu anak buah Tanaka datang mengetuk pintu.


"Huh, mengganggu saja! Masuk!" Tanaka menghempas tubuh Sandara ke atas sofa.


“Bos, kau harus lihat ini!” seru anak buah Tanaka dengan wajah panik.


“Ah, kau mengangguku saja!” keluh Tanaka.


“Kau tunggu di sini, kalau bisa saat aku kembali nanti kau sudah tanggalkan semua pakaianmu itu!” titah Tanaka pada Sandara, lalu ia pergi ke luar ruangan bersama anak buahnya. Pria itu juga tak lupa mengunci ruangan tersebut.


Sandara berurai air mata. Dia berpikir kalau malam itu adalah akhir kehidupannya. Ia tak akan bisa lari dan kabur dari kelompok The Dog. Gadis itu tak mau pemimpin The Dog itu menjamah tubuhnya yang belum dijamah siapapun kecuali Sahid yang pernah memberi tanda kepemilikan di leher jenjangnya.


“Oke Andara, kamu bisa lakukan ini,” gumamnya.


Sandara keluar dari tubuh Andara. Dia menceritakan semuanya kalau Andre sudah menjual Andara pada Tanaka. Sekarang Tanaka meminta tubuh Andara untuk dimiliki.


"Lebih baik aku mati saja daripada harus dijamah oleh pria gendut itu!" keluh Andara.


"Apa yang ingin kau lakukan, Andara?"


Gadis cantik itu memutuskan untuk meraih pistol di atas meja kerja Tanaka dan menodongkan ke kepalanya.


...*****...

__ADS_1


...To be continued ...


__ADS_2