
Richard Putra Wiratama, terlihat kesal mengendarai mobil sport hitam jenis Porsche, lalu dilihatnya kertas disamping kursi kemudinya yang ternyata denah lokasi tempat yang akan dia kunjungi atas perintah kakeknya.
*Jakarta
Flashback
" Yang benar saja kek, alasan kakek memanggilku hanya untuk menyuruhku pergi ketempat itu untuk membeli bunga Chrysentium kuning?" tanya Rich dengan kesal.
" Ya, tempatnya ada di Bandung..namanya Rainbow Garden, denahnya ada di meja kamu cari sendiri lokasinya."
" Setelah dua bulan kita ga saling bicara dan hanya ini yang kakek inginkan?"
" Kenapa? Hal kecil seperti ini kamu ga bisa kerjakan? Bagaimana kamu bisa memimpin perusahaan jika perintah dari kakek saja tidak bisa kamu lakukan?" tanya kakek Suryo sambil menahan sakit di dadanya.
" Lalu apa hubungannya pergi ke tempat itu dengan memimpin perusahaan?"
" Jangan tanya lagi,ini perintah," tegas kakek Suryo
Rich menyerah dan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
" Baiklah, jika ini membuat kakek senang, aku akan melakukanya," jawab Rich dengan terpaksa.
Richard memang masih menjabat wakil Presdir dan belum dipercaya mempimpin perusahaan, karna sifatnya tempramental, suka memecat karyawan tanpa sepengtahuan kakeknya selaku Presdir di Wiratama Land.
Walaupun sebentar lagi kakeknya pensiun, tapi dia masih belum bisa mengubah sifatnya.
Dengan kesal dia keluar ruangan kamar inap di rumah sakit X, lalu bibi Mun yang tadi menyaksikan perdebatan kakek dan cucunya seketika langsung mengikuti Richard keluar.
" Nak Richard!!!" panggil bibi Mun.
Rich membalikan badannya menghadap bibi Mun "Aku bener bener ga mengerti bi, kenapa kakek menyuruhku ke tempat itu hanya untuk membeli bunga, padahal kan bisa beli di toko atau bahkan bisa delivery order."
" Sudahlah nak, turuti saja kemauan kakek, mungkin setelah ini kakekmu bisa merasa lebih baik," ucap bibi Mun
Flashback off
*Bandung
Di pintu masuk sebuah desa, sebuah truk klasik khusus pengangkut barang terlihat melewati taman bunga yang luas dan berhenti sejenak karna berpapasan dengan beberapa karyawan yang hendak pulang bekerja di perkebunan.
" Pada mau pulang nih bu?" tanya pengendara truk.
__ADS_1
" Iya non, kok tumben pulang cepat??" tanya salah satu pekerja.
" Iya bu, soalnya hari ini ibuku sedang repot membuat pesanan jadi saya akan membantunya.. Kalo begitu saya duluan
ya," ucap Dahlia
" Baiklah,hati hati.." ucap para pekerja itu.
Dahlia Putri Handoko, cewe tomboy walau di usianya masih muda tapi dia sudah handal mengurus perkebunan bunga milik ayahnya yang sudah tiada, dan dia sangat disegani para pekerja karna tidak sombong.
Tiba tiba dari arah belakang
Tin tin tin tin tin!!!!
Mobil sport milik Rich membunyikan klaksonya dengan keras karna terburu buru dan terhalang oleh truk milik Dahlia.
Dahlia melihat kaca spion belakang
" Kenapa brisik banget si,sabar dong!!" umpat Dahlia.
" Woy!!! Minggir loe buruan!!!" teriak Rich.
Dahlia membuka jendela dan menengadahkan keluar " Dasar gila!!!" teriak Dahlia.
Richard yang mendengarnya langsung terbahak bahak
" Hahaaaa..rasain,salah sendiri truk loe lambat."
Setelah Rich sampai di rumah dekat perkebunan, seorang wanita berumur 40an datang dari dalam rumah karna mendengar ada suara mobil berhenti di depan rumah.
" Selamat siang tuan muda, ada yang bisa saya bantu?
Waww..tampan sekali!!" tante Citra menggoda
" Saya ingin membeli bunga Chrysentium warna kuning, saya minta yang paling cantik dan letakan di mobil saya,, dan katakan berapa harganya," ucap Rich sambil mengambil dompetnya.
" Baiklah, wah apa itu mobilmu? Bagusnya pasti mobil mahal, andai aku diajak naik mobil seperti ini....." puji tante Citra sambil menghampiri mobil nya Richard dengan terkagum kagum.
Richard terdiam sejenak,
" Bu bu...saya ingin pesanan saya secepatnya.." sela Rich.
__ADS_1
" Oya iya baiklah."
Setelah menunggu hampir setengah jam,Rich masuk kedalam rumah dan menuju dapur karna terdengar dua wanita sedang sibuk.
" Bu,mana ya pesanan saya,saya sudah menunggu lama ini," kata Rich
" Oya maaf tuan saya hampir lupa, mba Ratna tolong urus tuan muda ini,dia mau membeli bunga,saya mau menerima telfon dulu," ucap tante Citra terburu buru.
" Maaf tuan, kalo urusan bunga kami tidak tahu menahu, anda bisa menunggu Dahlia datang karna hanya dia yang tau, harusnya si dia udah pulang karna katanya tadi akan pulang cepat tapi ini tumben belum pulang juga," jawab ibu Ratna dengan ramah.
Ibu Ratna adalah ibu dari Dahlia,kakak dari tante Citra.
" Tapi saya sudah menunggu lama dan sedang buru buru, sebenarnya lagi dimana yang namanya Dahlia itu? Harusnya kalian pecat saja pegawai lambat seperti itu."
Tiba tiba Dahlia datang sambil mengibas ngibaskan topi bulatnya.
" Seharusnya, aku sudah disini sejak sejam yang lalu, tapi sialnya aku harus bertemu dengan orang yang sembrono di jalan, yang menyalip mobil seenaknya."
" Loe Dahlia??"
" Iya, ada urusan apa?" ketus Dahlia.
" Gue ingin membeli bunga Chrysentium kuning yang paling cantik dan masukan kedalam mobil gue, buruan karna gue udah nunggu dari tadi."
" Aku ga menjualnya untukmu," jawab Lia sambil berjalan keluar rumah.
" Aww...hei tunggu!!!"
" Oh, jadi ini truk loe yang tadi gue klakson dijalan tapi dia malah tuli ga mau minggir?" tanya Rich dengan senyum mengejek.
" Hei, jangan panggil aku tuli. Sudah aku bilang disini tidak menjual bunga untuk orang sepertimu.."
Bu Ratna menghampiri Lia diikuti tante Citra
" Sudahlah Lia,mungkin dia sangat membutuhkanya, jual saja beberapa ke dia. Maaf ya tuan karna sebenarnya bunga bunga yang disini sudah pesanan semua yang dipesan seminggu yang lalu dan akan dikirim besok ke kota."
" Benar itu..tapi baiklah karna kamu memaksa, karna pegawai shift pagi udah pada pulang dan yang shift siang berangkat nanti jam 1, kamu petik saja sendiri," kata Lia dengan tantang Rich.
" Ok!!!" jawab Richard dengan ragu ragu.
Ini karya pertamaku,jadi harap maklum jika ada salah typo atau penggunaan kata yg tidak tepat.
Untuk vote/rate mohon seikhlasnya saja,itu hak para readers..yang penting jangan saling menjatuhkan π #staysafe
__ADS_1