Terjebak Wasiat Dan Perjanjian

Terjebak Wasiat Dan Perjanjian
Salah Paham


__ADS_3

Cerita ini hanya karangan author. Mohon maaf bila ada kesamaan nama, alur dan peristiwa yang ada di cerita.


HAPPY READING GENGS!!!


❀❀❀


Bagaimana bisa dia langsung terbawa suasana dan sampe mabuk. Dia kan baru sembuh. gerutu Dahlia dalam hati.


Setelah mobil Olivia sampai di bengkel mobil yang memang buka 24jam, Okan mengambil alih kemudinya dan Olivia pindah ke kursi belakang. Tadinya Dahlia yang akan pindah ke belakang, namun ditahan oleh Olivia untuk tetap duduk di depan.


Okan menatap Dahlia. " Hai Li. Kamu risih duduk sebelah aku?"


"Hai kak..Ngga kok aku kan cuma numpang, harusnya aku yang duduk di belakang."


" Kalo gitu bagaimana dengan makan malam romantis?" bisik Okan.


Dahlia mengerutkan dahi. " Maksudnya?"


" Kan tadi kamu bilang numpang, dan numpangnya itu ngga gratis loh."


Olivia reflek menepuk pundak Okan dari belakang.


" Ini kan mobilku!!" seru Olivia.


" Yang beliin siapa?" timpal Okan.


" Ga peduli, surat-surat kan udah atas namaku. Wee..." jawab Olivia.


Dahlia menggeleng kepala melihat tingkah kedua kakak beradik itu.


Sesampainya di depan rumah megah sesuai arahan gps yang dikirim Alex, Dahlia segera menelfon Richard. Namun beberapa kali ditelfon ga ada jawaban dan akhirnya dia memutuskan untuk masuk saja ke dalam.


" Aku temani ya Li," tawar Okan saat Dahlia hendak membuka pintu mobil.


" Ga usah kak. Paling cuma sebentar kok," tolak Dahlia.


Dahlia pun masuk ke rumah Vina. Dia punya perasaan ga enak, apalagi membayangkan jika Rich yang sedang dikelilingi beberapa wanita.


Ya Tuhan, ini kan hanya rumah biasa bukan klub malam atau sarang mafia. batin Dahlia.


Sebelum Dahlia datang, Alex sudah menyuruh DJ untuk memulai acara. Setelah tiup lilin, DJ menanyakan kepada Vina untuk mengundang orang spesialnya. Siapa lagi yang ditunjuk Vina kalau bukan Richard.


Richard yang sudah terbawa pengaruh alkohol dan karna paksaan teman-temannya pun mendekat kepada Vina dan ingin mengucapkan selamat.


" Selamat ulang tahun ya Vin. Semoga kamu selalu bahagia. "


DJ mengulang kembali kalimat Richard dengan microphonenya dan setelah itu menyerukan sesuatu kepada Richard dan diikuti yang lainnya.

__ADS_1


"Cium! Cium! Cium! Cium! Cium!" teriak mereka.


Dahlia sudah sampai di taman belakang yang ada di samping kolam renangnya tempat diadakannya pesta setelah tadi diberi tahu oleh salah satu pelayan di rumah itu. Dia melihat Rich yang sedang berhadapan dengan Vina tapi tidak mendengar apa yang sedang mereka bicarakan. Akhirnya Dahlia sedikit mendekati kerumunan teman-temannya Vina.


Vina terlihat malu dan terkesan jual mahal. Richard juga kikuk dengan suasana ini. Lalu dia teringat dengan Dahlia.


" Maaf Vin gue........." belum Rich menyelesaikan ucapannya yang akan berpamitan kepada Vina, salah satu teman pria Vina mendorong Rich dari belakang. Tubuh Rich yang agak sempoyongan itu pun terdorong kedepan dan tak sengaja mengecup bibir Vina.


Dahlia yang melihatnya langsung membelalakan matanya. Saat Dahlia hendak berbalik teman Vina yang tubuhnya agak gempal dan sedang merekam kejadian itu, tidak sengaja menyenggol Dahlia. Akhirnya Dahlia terjatuh ke kolam renang. Untung dia jago berenang, jadi tidak terlalu memalukan tercebur di kolam renang yang lumayan dalam itu.


Semua mata orang-orang yang ada di pesta itu tertuju pada Dahlia. Mereka berbisik-bisik.


" Siapa dia?"


" Ih..dateng ke pesta kok pakainnya norak banget."


Datanglah Vina dan sedikit terkejut.


" Hey! Loe kan Dahlia. Ngapain loe disini?" ketus Vina.


" Loe kenal dia Vin? Siapa si? Kok gayanya norak banget."


Vina tidak menjawab tapi dia tersenyum licik mendengar Dahlia dipermalukan di depan teman-temannya.


Richard yang mendengar nama Dahlia, berusaha menerobos kerumunan dan terkejut juga melihat Dahlia.


Dahlia menepis tangan Rich.


" Memangnya siapa yang nyuruh aku kesini. "


Richard mengerutkan dahinya. " Maksud kamu?"


Tanpa menjawab, Dahlia berbalik hendak pergi tapi ditahan oleh Rich.


" Tunggu Li. Kamu pake jas aku ya, " tawar Rich sambil melepas jas casualnya.


" Ga perlu!" tolak Dahlia.


Rich terus memaksa hingga akhirnya ada tangan kekar yang menahan tangan Rich.


" Biar gue aja! " ucap Okan dengan suara beratnya.


Okan melepas jasnya sendiri dan segera memakaikannya kepada Dahlia. Richard hanya melihat Dahlia yang terlihat tidak menolak perlakuan Okan. Sementara dia sendiri ditolak mentah-mentah. Okan melingkarkan tangannya ke pundak Dahlia dan segera pergi dari tempat itu.


Saat Rich akan mengejar Dahlia, Vina menahannya.


" Richie kamu jangan tinggalin aku," rengek Vina.

__ADS_1


Entah karna rengekan Vina yang membuat Rich kembali duduk atau karna dia kesal melihat Dahlia yang pergi bersama Okan. Alex pun ikut menenangkannya tapi dalam hatinya dia tersenyum kemenangan.


Setelah Richard merasa tenang, bukannya pulang dia malah kembali minum minuman yang diambilkan Vina. Alhasil dia pun mabuk lagi. Akhirnya Alex mengantarnya pulang karna malam juga sudah larut.


πŸ’“πŸ’“πŸ’“


Richard merasa bermimpi Dahlia sedang memeluknya. Tapi dia terbangun karna sudah jam 8 pagi. Semalam dia langsung tertidur setelah diantar ke kamar oleh bibi Mun. Kepalanya yang terasa pusing, dia paksakan untuk mandi walaupun hari itu hari liburnya bekerja.


Di bawah guyuran shower, sambil memejam matanya Rich jadi teringat Dahlia yang semalam basah kuyup.


" Lia!!!" seru Richard saat membuka matanya.


Richard buru-buru turun ke bawah setelah dia cari Dahlia yang ternyata tidak ada di kamarnya.


" Bi Mun. Kemana Dahlia? Kenapa ga ada di kamar dan kopernya juga ga ada?" tanya Rich dengan cemas.


" Oh, non Lia semalam pergi dan keliatan buru-buru. Katanya si dia mau pulang ke Bandung. Udah bibi tahan supaya pulang besok saja karna sudah larut. Tapi dia bilang katanya gak apa-apa."


Richard menepuk keningnya. " Aku lupa kalo hari ini dia mau pulang ke Bandung. "


Bi Mun meneruskan lagi. " Untung saja semalam ada temennya."


" Apa temennya itu laki-laki?" tanya Rich.


Bibi Mun menggeleng. " Perempuan."


Richard bernafas lega tapi sejenak bi Mun mengingat lagi. " Tapi pas didalem mobil ada laki-lakinya."


Richard langsung mengambil kunci mobilnya dan sesekali mencoba menelfon Dahlia, namun tetap diangkat. Baru beberapa langkah, Kiky menghampiri Rich sambil berlari.


" Tuan Richard. Tuan sudah menonton berita hari ini?" tanya Kiky sambil tergopoh-gopoh.


" Aku buru-buru Ky. Sampein ke mama kalo aku mau ke Bandung."


" Tapi tuan....di luar pasti sudah banyak reporter" ucap Kiky namun tidak didengar Rich karna sudah pergi.


Benar saja, Didi dan pak Agus sedang berjaga di gerbang. Richard turun dari mobilnya.


" Ada apa Di? Kenapa di luar banyak orang?"


" Di luar banyak reporter tuan katanya nyariin tuan Richard." jawab Didi dengan cemas.


Apa karna ciuman semalem gue dengan Vina? Itu juga ga sengaja, tapi karna gue didorong. Brengsek juga yang nyebarin.


Richard segera membuka ponsel sambil menyenderkan di mobilnya dan mencari tau berita yang sedang trending. Dia terkejut bukan main melihat gambar beserta artikelnya.


VIRALLL!!! AHLI WARIS PERUSAHAAN PROPERTY MENIDURI ANAK PEREMPUAN DARI PEMILIK PERUSAHAAN KOSMETIK SAAT PESTA ULANG TAHUNNYA.

__ADS_1


__ADS_2