Terjebak Wasiat Dan Perjanjian

Terjebak Wasiat Dan Perjanjian
Trauma


__ADS_3

Flashback


Setelah Dahlia memberikan identitasnya, resepsionis tersebut memberikan kode kepada security yang bernama pak Eko bahwa ini orang yang dimaksud oleh bosnya.


Pak Eko menghampiri Dahlia yang hendak naik lift tapi sudah diatur sebelumnya seolah olah semua lift dalam perbaikan,sementara suasana sekitar sudah sepi.


" Gimana kalo saya anter ke ruang rapat dengan menggunakan tangga darurat?" tawar pak Eko


" Tapi rapatnya di lantai 15, mana udah telat lagi," ucap Dahlia sambil melihat jam tangannya


" Tapi ya sudahlah, ayo pak antar saya."


Lantai demi lantai Dahlia susuri, hingga saat sudah sampai di lantai 15, pintu terkunci dari luar.


" Ehh,tunggu sebentar ya non..saya ke bawah dulu," pak Eko pun meninggalkan Dahlia sendirian.


Dahlia segera menelfon Olivia


" Halo Liv "


" Lia kamu dimana?" tanya Olivia dengan cemas


" Disini ga ada sinyal Liv aku ada di.....Awww!!!"


Tiba tiba lampu mati karna ada yang mematikan sekring listrik.


Awalnya Dahlia mencoba untuk tenang, tapi lama lama dia ga tahan..Phobia Dahlia pun kumat, karna dia sendirian di kegelapan. Dia pun menjatuhkan handphonenya ke lantai karna tangannya gemetaran. Dahlia langsung teringat akan kejadian yang menimpanya sewaktu kecil yang terjebak di kebakaran.


" Tolonngggg, siapapun tolong aku!!! " isak Dahlia sambil meringkuk ketakutan dan nafasnya tersengal sengal.


***


Olivia dan Faisal tidak tinggal diam, dia bertanya dengan menunjukan foto di handphone pada resepsionis apakah dia melihat Dahlia, dan mereka pun berbohong dengan mengatakan tidak melihatnya. Akan tetapi Olivia mencium gelagat tidak beres. Dia pun memaksa dan segera mengambil kotak yang berisi kartu ID.


" Lalu ini apa?" tanya Oliv kepada resepsionis sambil menunjuk KTP Dahlia.


Faisal pun ikut geram " Sekarang katakan, dimana bu Dahlia?"


Setelah mereka mengaku kalo mereka disuruh oleh Richard, Olivia dan Faisal pun segera menuju tangga darurat dimana tadi pak Eko meninggalkan Dahlia di lantai 15.


" Dahlia!!!" panggil Olivia dan Faisal bersamaan..Olivia segera memeluk sahabatnya itu yang sudah lemas kehabisan tenaga dan nafasnya.


" Kamu ga papa kan?tenang tenang kamu sudah aman sekarang," ucap Olivia untuk menenangkan Dahlia.

__ADS_1


Dia pun ga tahan untuk tidak mengatakannya " Aku ga nyangka pak Richard setega ini,"


" Apa kamu bilang Liv?" Dahlia menghentikan tangisnya.


" Pak Richard yang melakukan ini dengan menyuruh security sama resepsionis," jawab Olivia


" Kalo begitu, aku akan menelfon untuk menunda meetingnya," ucap Faisal sambil mengambil handphonenya tapi ditahan oleh Dahlia.


" Ga usah mas Faisal, aku akan tetap menghadiri meetingnya..Seorang Richard kalopun hari ini rencananya berhasil, dia pasti melakukannya lagi besok, aku ingin membuktikan aku tidak selemah yang dia pikir," ucap Dahlia setegar mungkin sambil menahan tangisnya.


Flashback off


Dahlia membuka pintu ruang rapat dengan ekspresi menahan emosinya dan mencari sosok Richard.


" Maaf semuanya saya datang terlambat," ucap Dahlia sambil melirik ke arah Richard.


" Bapak dan ibu dewan semuanya, ini adalah Dahlia Putri Handoko yang akan menjabat sebagai Presiden Direktur menggantikan tuan Suryo Wiratama," Faisal memperkenalkan Dahlia.


" Hari pertama masuk kok sudah terlambat, bagaimana mau memimpin perusahaan dengan baik," sela pak Ridwan


Tanpa diduga, perlakuan Alex mengejutkan semuanya termasuk Richard.


" Maaf semuanya, ini adalah murni kesalahan saya, saya memberitahu ibu Dahlia ini bahwa meeting diadakan pukul 10.00, " kata xAlex


" Sekali lagi maafkan saya."


Dahlia pun percaya bahwa usaha Alex adalah untuk mencairkan suasana agar Dahlia ga dinilai buruk dimata para dewan.


" Kalo begitu,maaf bu Dahlia, sudah berpikir yang buruk tentang anda."


" Tidak apa apa," ujarnya dengan tenang, tapi matanya sekali lagi melirik ke arah Richard.


Setelah meeting selesai, Faisal mengantar Dahlia menuju ke ruangan nya. Dia menenangkan diri sejenak dengan berjalan ke jendela dan melihat pemandangan di luar. Sesekali menarik nafas dan membuang kasar mengingat kejadian tadi. Dahlia heran dengan kelakuan Richard.


Aku harus kuat, ini ga cuma tentang amanat kakek, tapi untuk harga diriku juga. Dahlia


" Lia,kamu udah gapapa?" tanya Olivia membuyarkan keheningan.


" Aku udah ga apa apa Liv, makasih ya kalo tadi kamu dan mas Faisal ga nemuin aku, aku ga tau gimana sekarang," ucap Dahlia sambil memegang tangan Olivia dan matanya kembali berkaca kaca


Tiba tiba Alex menghampiri mereka


" Maafkan Richard ya Dahlia."

__ADS_1


Dahlia mengerutkan keningnya, tapi dia agak canggung untuk bertanya.


" Ga papa Alex, aku sudah peka akan perbuatanya dan makasih karna tadi kamu sudah berusaha menenangkan keadaan."


" Kalo begitu, saya permisi dulu," Alex pamit tapi seseorang menahannya.


" Tunggu sebentar!!! Kenapa pak Alex minta maaf atas perbuatan pak Richard?Memangnya pak Alex tau kejadian bu Dahlia tadi memang rencanya pak Richard?" selidik Olivia yang terlihat heran.


" Ohh..Maksudnya saya minta maaf karna tadi Richard meninggalkan ruangan saat meeting akan dimulai, memangnya kenapa?" tanya Alex yang awalnya gelagapan tapi tetap dengan santai mencari alasan.


" Eh,ga papa Alex..sudahlah Liv," ujar Dahlia


***


Richard terlihat kesal diruanganya. Alex mendatangi Richard ke ruanganya.


" Maksud loe apaan tadi Lex,loe belain Dahlia?"


" Justru gue ini belain loe Rich,loe ga liat tadi mukanya emosi waktu ngeliat loe di ruang meeting? Gue yakin dia udah tau kalo ini kerjaan loe. Dan asal loe tau ini adalah langkah pertama,"


" Maksud loe apaan?" tanya Richard


" Kalo loe mau bikin dia benar benar malu karna sudah menginjakan kakinya di perusahaan, loe harus bikin dia percaya kalo loe itu baik sama dia," jawab Alex dan membuat Richard berpikir sejenak.


Tok tok tok


" Pak Richard, anda dipanggil oleh bu Dahlia ke ruangannya," pinta Olivia


" Mungkin dia mau interogasi gue. Ceh!! siapa takut," sambil menggebrak meja Rich berdiri.


Dengan semangat Richard masuk ke ruangan Dahlia tanpa mengetuk pintu.


" Ada apaan loe manggil gue?"


Dahlia berusaha tenang " Duduk dulu."


" Ga perlu," jawab Rich.


" Apa kamu ga tau kesalahan kamu?" tanya Dahlia lalu menyuruh Olivia memanggil dua orang yang tadi jadi suruhannya Richard.


Ini karya pertamaku,jadi harap maklum jika ada salah typo atau penggunaan kata yg tidak tepat.


Untuk vote/rate mohon seikhlasnya saja,itu hak para readers..yang penting jangan saling menjatuhkan 😁 #staysafe

__ADS_1


__ADS_2