
Flashback on
Richard menggedor gedor pintu kamar Dahlia dengan marah dan setelah dibuka Dahlia terkejut karna Richard mendorongnya ke tempat tidur dan hendak memperkosanya. Dahlia berusaha lari tapi Lia ga cukup tenaga melawan Richard. Usaha terakhirnya dengan meraba benda disekitarnya dan sebuah bingkai foto agak besar dan berat melayang dari tangan Dahlia ke jidat Richard.
" Aarghhh!!!!" teriak Richard kesakitan.
Flashback off
***
Richard keluar dari ruang dokter dengan memegang jidatnya dan meringis kesakitan, tapi setelah mendapati Dahlia di ruang tunggu dan sedang melihat ke arahnya, ekspresinya pun berubah dengan gaya tengilnya seolah olah rasa sakitnya sudah hilang.
" Hey!! Duduk sini," perintah Dahlia dan Richard pun menurut.
" Gimana? Masih sakit?" tanya Dahlia
" Tiga jaitan. Sepele ga sakit," jawab Rich dengan angkuh dan Dahlia pun langsung menekan bekas jaitan itu..
" Aww!!! Apa apaan loe, sakit tau," maki Richard.
" Katanya ga sakit."
" Loe nekan keras gitu gimana ga sakit."
Setelah Dahlia menebus obat, mereka pun pulang.
***
Keesokan harinya
Richard sudah siap dengan setelan tuksedo hitamnya. Dia pun menuruni tangga dan disambut oleh bibi Mun.
" Nak Rich pagi sekali siap-siapnya..Bibi siapkan sarapan dulu ya," ucap bibi Mun saat hendak menuju dapur tapi ditahan Richard.
" Ga usah bi.. Hari ini Rich sarapan di kantor aja, karna Rich ada urusan mendadak," jawab Rich sambil senyum menyeringai.
Tak lama Richard berangkat, Dahlia juga sudah siap dengan setelan kemeja abu abu dan dipadukan celana dan blazer hitamnya, masih terkesan tomboi tapi sangat modis, dia segera menuju meja makan.
" Wah wah wah, mba Dahlia cantik banget hari ini, modis banget lagi.." puji Kiky yang sedang menyiapkan makanannya di meja makan dengan dibantu bibi Mun.
__ADS_1
" Bisa aja kamu Ky.. Oya, Richard belum bangun bi?" tanya Dahlia sambil mengambil gelas air minum.
" Oh, tadi nak Rich sudah berangkat non. Katanya si ada urusan mendadak," jawab bibi Mun yang membuat Dahlia penasaran.
***
Di Wiratama Land
Richard memarkirkan mobil sportnya di depan gedung dan disambut oleh security yang sedang berjaga.
" Selamat pagi tuan Richard," sapa security itu sambil memberikan hormat.
Security tersebut kemudian menghampiri Richard karna permintaan bosnya itu dan terlihat membisikan sesuatu, kemudian Rich menghampiri resepsionis dan mengatakan sesuatu juga.
***
Seorang wanita cantik memasuki lobi kantor dan sejenak memandangi luas nya kantor yang masuk kategori lima perusahaan properti terbesar di Indonesia itu.
Gaya feminimnya Olivia membuat para karyawan pria terpukau, tetapi tidak dengan Faisal.. Faisal berjalan melewati Olivia.
" Permisi nona, minta kartu identitasnya," pinta salah satu resepsionis menahan Olivia yang akan mengikuti Faisal.
" Kalo baru pertama kali kerja kamu harus menyerahkan ID kamu agar nama kamu masuk ke sistem," ucap Faisal yang membuat muka Olivia meredup.
Baru kali ini kenal sama cowo dingin banget. Olivia
" Oh, baiklah," jawab Olivia sambil menyerahkan KTPnya dan setelah diberi nametag oleh resepsionis tersebut dia langsung mengikuti Faisal.
" Selamat pagi pak Faisal," sapa Olivia dan hanya di jawab cuek oleh Faisal.
" Pagi," jawab Faisal sambil berjalan menuju lift dan masih diikuti Olivia.
Sesampainya di lantai 10, Olivia masih mengikuti Faisal.
" Kamu mau sampe kapan ngikutin saya terus?" tanya Faisal.
" Kan aku baru pertama kali kerja di sini, aku ga tau mejaku dimana, Dahlia juga belum dateng dan hanya pak Faisal yang Oliv kenal."
" Emm, benar juga. Kalo gitu kamu tunggu di ruangan saya dulu," tawar Faisal dan dijawab oleh Olivia dengan anggukan.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa menit, Olivia menerima telfon dari Dahlia bahwa dia sudah sampai didepan kantor.
" Dahlia sudah sampai?" tanya Faisal kepada Olivia dan dijawab anggukan oleh Olivia
" Oya,,dari kemaren aku lupa mau tanya..Emm, pak Faisal darimana dapat tandatangan penulis ibu Lusi?" tanya Olivia menghampiri Faisal dan duduk didepan meja kerjanya.
Faisal terkejut dengan pertanyaan Olivia apalagi saat melihat foto dirinya dengan ibunya dimeja kerja. Faisal memang sengaja tidak memberitahukan bahwa penulis yang dia gemari adalah ibunya sendiri. Faisal segera mengalihkan perhatian Olivia untuk menyembunyikan foto tersebut.
Sudah hampir setengah jam mereka menunggu
" Kok Dahlia lama ya," tanya Olivia pada Faisal dengan agak cemas.
" Sebaiknya kita tunggu di ruang rapat saja, karna ini sudah jam tengah sembilan, para dewan pasti sudah menunggu," ucap Faisal
***
" Bagaimana ini, sudah hampir waktunya kok Presdirnya belum dateng juga," tanya pak Ridwan kepada Richard.
" Saya ga tau juga pak," jawab Richard dengan kalemnya yang hanya berakting.
" Rich, kepalamu kenapa?" tanya pak Ridwan yang melihat plester di jidat Richard.
" Hmm, saya terpeleset di kamar mandi," jawab Rich mencari alesan, dan jawaban itu juga yang dia lontarkan kepada Alex sewaktu Alex bertanya padanya.
" Bagaimana mau memimpin perusahaan, hari pertama saja sudah terlambat," tambah yang lain.
Richard dan Alex hanya menyunggingkan bibir nya sebelah karna rencana mereka berhasil.
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang melihat ekspresi Richard, dia adalah Olivia. Dia memang pandai dalam hal menyelidiki sesuatu, mungkin karna terbawa hobinya menonton film film detektif.
Tiba tiba ponselnya berbunyi
" Hallo..Dahlia kamu dimana?" tanya Olivia dengan cemas dan segera keluar ruangan dan diikuti oleh Faisal.
Setelah setengah jam pencarian, Dahlia membuka pintu ruang rapat dan wajahnya mencari sosok Richard. Richard pun kaget kenapa Dahlia bisa ditemukan dan sedang dalam keadaan menahan amarah.
Apa dia tau ini perbuata gue? batin Richard
Ini karya pertamaku,jadi harap maklum jika ada salah typo atau penggunaan kata yg tidak tepat.
__ADS_1
Untuk vote/rate mohon seikhlasnya saja,itu hak para readers..yang penting jangan saling menjatuhkan π #staysafe